- Narapidana mati Christa Gail Pike masih hidup setelah menjalani suntikan mematikan di Nashville pada malam eksekusi.
- Para saksi melaporkan penutupan tirai berulang kali dan keluhan rasa sakit parah dari terpidana selama proses berlangsung.
- Tim pembela menyatakan Tennessee gagal melaksanakan eksekusi sah, sementara Departemen Pemasyarakatan telah mengikuti seluruh protokol yang ditetapkan.
Suara.com - Narapidana hukuman mati Christa Gail Pike masih hidup setelah menerima suntikan mematikan di Tennessee, Amerika Serikat.
Informasi tersebut disampaikan Luke Ihnen, pengacara pembela federal yang tergabung dalam tim hukum Pike.
Ihnen mengatakan Pike telah menerima dua suntikan obat mematikan dalam proses eksekusi.
Tim pembela kemudian mengajukan permohonan darurat untuk menghentikan eksekusi tersebut.
Sejumlah saksi yang berada di ruang pengamatan menggambarkan situasi tidak biasa selama proses eksekusi berlangsung di fasilitas pemasyarakatan Nashville.
Salah satu saksi mengatakan tirai sempat ditutup beberapa kali sehingga orang-orang di ruang pengamatan tidak dapat melihat langsung apa yang terjadi di dalam ruang eksekusi.
![Narapidana hukuman mati Christa Gail Pike masih hidup setelah menerima suntikan mematikan di Tennessee, Amerika Serikat. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/01/31815-christa-gail-pike.jpg)
Berdasarkan catatan waktu yang dilaporkan, para saksi memasuki ruang pengamatan sekitar pukul 18.41 waktu setempat.
Tirai baru dibuka pada pukul 19.26, kemudian kembali ditutup dan dibuka beberapa kali sebelum para saksi meninggalkan ruangan sekitar pukul 20.53.
Seorang saksi bahkan mengatakan banyak bagian penting dari proses tersebut berlangsung di balik tirai.
“Banyak hal terjadi di balik tirai tertutup ketika Christa Pike masih hidup. Banyak bagian dari eksekusi, atau percobaan eksekusi, terjadi ketika kami tidak dapat melihat apa yang sedang berlangsung," ucapnya dikutip dari WVLT 8.
Menurut kesaksian yang disampaikan sejumlah saksi, Pike beberapa kali mengeluhkan rasa sakit selama proses pemberian suntikan.
Pike disebut mengatakan pembuluh darah di lengannya terasa seperti akan pecah. Ia juga mengeluhkan salah satu bagian lengannya yang terasa berdenyut hebat.
Sekitar pukul 23.37 waktu setempat, tim pembela Pike menyatakan bahwa klien mereka telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, pengacara mengatakan belum memperoleh informasi mengenai kondisi terkini Pike.
Dalam pernyataannya, tim hukum Pike menilai negara bagian Tennessee kembali gagal menjalankan eksekusi secara sah.
“Malam ini, Negara Bagian Tennessee sekali lagi gagal melaksanakan eksekusi yang sah,” demikian pernyataan tim pembela Pike.
Departemen Pemasyarakatan Tennessee atau Tennessee Department of Correction (TDOC) memberikan penjelasan berbeda.
TDOC menyatakan seluruh tahapan dalam protokol eksekusi yang telah ditetapkan dan disetujui telah dijalankan oleh petugas.
“Departemen Pemasyarakatan Tennessee mengikuti setiap langkah dari protokol eksekusi yang sah dan telah ditetapkan,” demikian pernyataan TDOC.
Pike merupakan terpidana dalam kasus yang dikenal sebagai Jobs Corps Murder.
Jobs Corps Murder merupakan sebutan untuk kasus pembunuhan Tina Gail Martin, seorang peserta program Job Corps di Tennessee, Amerika Serikat, pada 1995.
Dalam kasus tersebut, Christa Gail Pike dan Tadaryl Slemmer merupakan peserta Job Corps di Knoxville, Tennessee.
Pike kemudian dinyatakan bersalah atas pembunuhan Martin dan dijatuhi hukuman mati pada 1996.
Job Corps sendiri merupakan program pendidikan dan pelatihan kerja yang didanai pemerintah federal Amerika Serikat dan ditujukan terutama bagi kaum muda.