Gagasan Sri Harjono: Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal

Sekar Anindyah Lamase

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Gagasan Sri Harjono: Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
Diskusi buku "Membangun Indonesia untuk Kejayaan Nusantara" di UC Hotel UGM, Yogyakarta, Kamis (1/10/2026).(Suara.com/Sekar Anindya Lamase)
baca 10 detik
  • Sri Harjono menyatakan pertumbuhan ekonomi makro gagal menciptakan kesejahteraan dan lapangan kerja formal di UGM.
  • Sebanyak 58 persen pekerja Indonesia terjebak di sektor informal karena pertumbuhan ekonomi hanya menyerap satu juta tenaga kerja baru per tahun.
  • Pemerintah didesak melakukan reindustrialisasi dan transformasi pertanian untuk mencapai target penyerapan 70 persen tenaga kerja formal pada 2045.

Suara.com - Ketergantungan pemerintah pada angka pertumbuhan ekonomi makro dinilai gagal menghadirkan kesejahteraan nyata serta tidak sejalan dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja di sektor formal. Pemerintah didesak untuk membenahi pendekatan pembangunan dan berintervensi langsung dalam penciptaan lapangan kerja yang layak.

Kritik mendalam tersebut disampaikan oleh mantan anggota Tim Ahli Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2020–2023, Sri Harjono, saat meluncurkan buku terbarunya berjudul “Membangun Indonesia untuk Kejayaan Nusantara” di UC Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (1/10/2026).

Harjono memaparkan bahwa dari 3 hingga 3,5 juta lulusan baru tingkat SMA/SMK dan perguruan tinggi setiap tahunnya, pertumbuhan ekonomi nasional saat ini hanya mampu menyerap sekitar 1 juta pekerja ke sektor formal.

“Pertumbuhan ekonomi harus kita tinggalkan sebagai satu-satunya indikator keberhasilan. Faktanya, pendekatan ini gagal menciptakan kesejahteraan. Dari tahun 2000 sampai 2026, lapangan kerja formal kita hanya tumbuh 5,8 persen,” tegas Harjono dalam orasi ilmiahnya.

Kondisi ini mengakibatkan sekitar 58 persen pekerja Indonesia terjebak di sektor informal yang rentan dan tanpa kepastian masa depan. Harjono menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat hanya dapat terwujud jika mereka terserap di sektor formal yang menawarkan kejelasan kontrak, gaji tetap, dan jaminan sosial.

Guna mengatasi persoalan ini, Ketua Umum Paguyuban Pembaharuan Nusantara tersebut menawarkan peta jalan baru dengan target menyerap minimal 70 persen pekerja Indonesia ke sektor formal pada 2045, khususnya bagi Generasi Z. Untuk mencapai target tersebut, ia merumuskan dua strategi utama: transformasi sektor pertanian secara luas dan reindustrialisasi berbasis kedaulatan nasional.

"Setiap tahun ada sekitar 2,5 juta angkatan kerja muda kita, termasuk Gen Z, yang terpaksa masuk ke sektor informal tanpa kepastian masa depan dan jaminan sosial. Pemerintah tidak boleh menyerahkan penciptaan lapangan kerja ke mekanisme pasar semata," ujar Harjono.

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Guru Besar Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik UGM, Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna. Ia memperingatkan risiko middle income trap (jebakan pendapatan menengah) apabila Indonesia terus bertumpu pada sektor konsumsi dan informal tanpa dibarengi reindustrialisasi dan inovasi teknologi.

Prof. Hadna menyoroti angka pengangguran terbuka usia produktif (15–19 tahun) yang telah menyentuh 23 persen, yang diperparah oleh rendahnya kualitas pendidikan dasar berdasarkan standar global (PISA).

baca juga

“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita bisa kaya sebelum menua. Jika lapangan kerja formal tidak tersedia dan kualitas SDM rendah, bonus demografi justru tidak akan membawa berkah, melainkan masalah,” terang Prof. Hadna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantan Tim Ahli Wantimpres Sri Harjono Rilis Buku Membangun Indonesia untuk Kejayaan Nusantara

Mantan Tim Ahli Wantimpres Sri Harjono Rilis Buku Membangun Indonesia untuk Kejayaan Nusantara

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Lepas Jabatan Menko PMK, Pratikno Bakal Ngantor di Wantimprres?

Lepas Jabatan Menko PMK, Pratikno Bakal Ngantor di Wantimprres?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Mau Kerja di Lingkungan Istana? Wantimpres Buka Lowongan, Lulusan SMA Bisa Daftar!

Mau Kerja di Lingkungan Istana? Wantimpres Buka Lowongan, Lulusan SMA Bisa Daftar!

Your Say | Kamis, 04 September 2025 | 17:55 WIB

Panduan Lengkap Rekrutmen PPNPN Wantimpres: Jadwal, Cara Daftar, dan Syarat

Panduan Lengkap Rekrutmen PPNPN Wantimpres: Jadwal, Cara Daftar, dan Syarat

News | Rabu, 03 September 2025 | 20:35 WIB

Cegah Partai Dimiliki Satu Keluarga, Usulan Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol Dibahas di UGM

Cegah Partai Dimiliki Satu Keluarga, Usulan Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol Dibahas di UGM

News | Senin, 02 Juni 2025 | 07:52 WIB

Terkini

Agar Lebih Efisien, BUMN Mulai Ubah Tata Kelola Proses Bisnis

Agar Lebih Efisien, BUMN Mulai Ubah Tata Kelola Proses Bisnis

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Kebiasaan Sebelum Tidur Ternyata Berpengaruh ke Otak, Ini yang Perlu Diperhatikan

Kebiasaan Sebelum Tidur Ternyata Berpengaruh ke Otak, Ini yang Perlu Diperhatikan

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan Selama FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan Selama FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:37 WIB

7 Sepatu Jalan Waterproof yang Tetap Kering saat Terkena Cipratan Air dan Hujan

7 Sepatu Jalan Waterproof yang Tetap Kering saat Terkena Cipratan Air dan Hujan

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Pakar Jelaskan Kenapa PHPU Tak Bisa Diajukan Setelah Presiden Dilantik

Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Pakar Jelaskan Kenapa PHPU Tak Bisa Diajukan Setelah Presiden Dilantik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Sinopsis The Lament of Autumn: Pertaruhan Nyawa 10 Hari Demi Keadilan

Sinopsis The Lament of Autumn: Pertaruhan Nyawa 10 Hari Demi Keadilan

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Tumbang dari China, Recurve Beregu Putri Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games 2026

Tumbang dari China, Recurve Beregu Putri Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games 2026

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Ojol Bisa Ajukan KUR Rp100 Juta Tanpa Agunan, Tapi Tak Otomatis Cair Penuh

Ojol Bisa Ajukan KUR Rp100 Juta Tanpa Agunan, Tapi Tak Otomatis Cair Penuh

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Yunus Nusi Sampai Turun ke Lapangan Perkara Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Yunus Nusi Sampai Turun ke Lapangan Perkara Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Kemenkeu Sudah Anggarkan Cicilan KDMP ke Himbara, Pencairan Tunggu Audit BPK

Kemenkeu Sudah Anggarkan Cicilan KDMP ke Himbara, Pencairan Tunggu Audit BPK

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:26 WIB

×