-
Billy Syahputra mengancam melempar tinja ke rumah pejabat Bali jika terbukti melakukan korupsi.
-
Perselisihan bermula dari dugaan dorongan penjaga toilet Pantai Dreamland yang dibantah pengelola setempat.
-
Sentilan senator Arya Wedakarna soal wisatawan miskin memicu kemarahan keras dari sang artis.
Suara.com - Presenter Billy Syahputra mengancam bakal melemparkan kotoran manusia ke kediaman pejabat apabila sang legislator terbukti menyelewengkan uang negara atau korupsi. Reaksi keras ini meledak usai dirinya merasa tersinggung oleh sindiran mengenai "wisatawan kismin" yang dilontarkan anggota DPD RI Arya Wedakarna.
Konflik yang berawal dari perselisihan di toilet umum Pantai Dreamland kini bergeser menjadi perseteruan terbuka antarpublik figur. Billy menegaskan seluruh biaya liburannya di Pulau Dewata murni bersumber dari keringatnya sendiri.
Pernyataan menohok tersebut diunggah langsung melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengkritik balik figur publik yang dianggap terlalu menyudutkan posisi wisatawan.

“Buat oknum pejabat edan, dengerin baik-baik ya. Suatu saat lu kesandung kasus korupsi, walaupun 80 persen, 90 persen lu pasti korupsi, pasti korupsi! Tapi belum terungkap, mudah-mudahan terungkap,” ujar Billy dalam video tersebut.
Ungkapan amarah tersebut dilatarbelakangi oleh rekaman imbauan dari legislator Bali, Gusti Arya Wedakarna, yang meminta para pelancong menahan emosi saat berlibur. Arya sempat menyinggung kriteria wisatawan yang berkunjung dan memakai istilah "wisatawan kismin" dalam pernyataannya.
Merasa martabatnya direndahkan, adik almarhum Olga Syahputra ini merespons dengan kalimat yang sangat menohok. Ia mengklaim selalu menghabiskan dana tunai dalam jumlah besar setiap kali menginjakan kaki di Bali.
“Gua lempar pake tai gua ke rumah lu. Lu liat lu ya. Pake bilang wisatawan kismin. Gua pake uang halal datang ke Bali. Bawa uang cash, gua habis-habisin,” kata Billy.
Ia bahkan tidak ragu menuding balik sang pejabat mengandalkan uang hasil tindak pidana korupsi untuk bergaya hidup. Tuduhan tersebut semakin memperkeruh suasana setelah video penjelasan kasus toilet dirilis sehari sebelumnya.
“Uang korupsi aja lu pake bertingkah lu,” ujarnya.
Awal mula gesekan terjadi saat anggota DPD RI Arya Wedakarna mengunggah video respons atas keluhan sang artis di media sosial. Arya mengaku sudah meninjau rekaman pengawas dan keterangan pengelola demi melindungi iklim kerja warga lokal.
Legislator tersebut mengimbau para figur publik tidak terburu-buru mengunggah kekecewaan ke ruang digital. Menurutnya, aksi memviralkan masalah pribadi berpotensi mematikan sumber penghidupan pekerja sektor pariwisata setempat.
“Orang Bali itu enggak pernah heran sama yang namanya artis,” ujar Arya dalam videonya.
“Kita tidak pernah mengganggu, kita tidak pernah haus validasi, dan orang-orang Bali itu enggak seperti yang lain minta foto, minta selfie, mengganggu, enggak. Di Bali itu privacy nomor satu,” lanjutnya.
“Kalau ada artis dari luar negeri, dari luar Bali datang, ya biasain aja. Sama aja dengan pelayanan masyarakat biasa. Enggak usah diistimewakan, enggak usah terlalu didewa-dewakan, biasa-biasa saja sesuai dengan standar,” kata Arya.