DPR Santai Ditantang Fahri Naikkan Threshold 20 Persen: Semua Usulan Akan Dikaji

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 05 Oktober 2026 | 16:46 WIB
DPR Santai Ditantang Fahri Naikkan Threshold 20 Persen: Semua Usulan Akan Dikaji
Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ketua Komisi II DPR M Rifqinizamy menyatakan semua usulan kenaikan ambang batas parlemen akan ditampung pada Senin (5/10/2026).
  • Fahri Hamzah menilai wacana ambang batas parlemen merupakan siasat partai besar dan menantang DPR menaikkannya hingga 20 persen.
  • Bahtra Banong menegaskan penentuan ambang batas bertujuan menyederhanakan sistem multipartai untuk efektivitas pengambilan keputusan, bukan menjegal pihak lain.

Suara.com - Komisi II DPR RI merespons santai kritikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah terkait wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang akan dibahas dalam Revisi UU Pemilu mendatang. 

Fahri menilai, wacana tersebut merupakan siasat partai besar dan menantang DPR untuk sekalian menaikkan threshold hingga 20 persen.

Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda menegaskan bahwa seluruh masukan akan ditampung. 

Ia mengingatkan bahwa penentuan ambang batas harus mengacu pada pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi (MK) yang menekankan pentingnya rasionalitas dan argumentasi konstitusional.

"Ya, semua usulan akan kita tampung, dan yang paling penting, kalau mengacu kepada putusan Mahkamah Konstitusi, itu kan bukan hanya persentasenya yang disoal oleh Mahkamah Konstitusi. Tetapi juga rasionalitas atau argumentasi konstitusional. Kasarnya tuh kan Mahkamah Konstitusi dalam putusannya itu, dalam pertimbangan hukumnya, kira-kira menyentil begini, itu angka 4% dapat dari mana?" ujar Rifqinizamy di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). 

Ia menambahkan, angka berapa pun yang nantinya disepakati harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Nah karena itu, kalau ke depan kita men-state berapa persen, maka kita harus mampu menjelaskan persentase itu dengan argumentasi konstitusional yang jelas. Termasuk kalau misalnya ada yang ingin 0%, 1%, 2% atau bahkan tadi sampai 20%, semua harus mampu diargumentasikan secara konstitusional, dan karena itu Panja ini akan bekerja dengan sungguh-sungguh akan mencari formula dengan argumentasi konstitusional yang kuat," tuturnya.

Senada dengan Rifqinizamy, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menekankan bahwa penetapan ambang batas bertujuan untuk menyederhanakan sistem multipartai guna efektivitas pengambilan keputusan di parlemen, bukan untuk menjegal partai non-parlemen.

"Ya saya pikir semua usulan boleh ya. Ada yang mengusulkan teman-teman 7%, 6%, kemudian 5% atau bahkan di bawah 4%. Silakan aja di apa namanya disampaikan usulannya dan kami juga dari Komisi II nanti pasti meminta pandangan dari berbagai pihak untuk kemudian jalan terbaik mana yang akan kita tempuh untuk keberlangsungan apa namanya kebaikan bersama ya," kata Bahtra. 

baca juga

Bahtra juga membantah tuduhan bahwa ada upaya untuk mempersulit partai non-parlemen masuk ke Senayan.

"Saya pikir tidak ada wacana soal sulit mempersulit ya. Yang paling penting adalah bagaimana semua masukan-masukan ini kami akan kaji lebih jauh secara komprehensif dan tentu pertimbangan-pertimbangannya kan nanti banyak ya. Ada teman-teman yang pengen 7%, 6%, pengen 5% atau bahkan pengen di bawah itu, ya silakan aja masukannya nanti kami akan kaji lebih jauh," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menanggapi wacana usulan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 5 persen dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. 

Ia menilai, usulan tersebut merupakan kompromi politik untuk menyelamatkan posisi partai-partai besar di Senayan saat ini, bukan demi kepentingan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Fahri dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan bertajuk 'Reformasi Pemilu – Berapa Threshold yang Benar?’ pada Jumat (2/10/2026) malam.

“Bahwa angka threshold yang ada di kisaran 4% hingga 7%, termasuk 5% saat ini hanyalah kompromi politik demi menyelamatkan posisi partai-partai besar, bukan untuk kepentingan rakyat,” kata Fahri dalam keterangannya Senin (5/10/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Tuntut Pendidikan Gratis Memanas, Massa LMND dan Polisi Saling Dorong di DPR RI

Demo Tuntut Pendidikan Gratis Memanas, Massa LMND dan Polisi Saling Dorong di DPR RI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Demo di DPR, BEM SI Desak Pendidikan Gratis dan RUU Sisdiknas Segera Disahkan

Demo di DPR, BEM SI Desak Pendidikan Gratis dan RUU Sisdiknas Segera Disahkan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:38 WIB

Akademisi UGM: NCB Perampasan Aset Hanya Bisa Dilakukan Kalau Ada Proses Pidana

Akademisi UGM: NCB Perampasan Aset Hanya Bisa Dilakukan Kalau Ada Proses Pidana

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Menolak Terjebak Nostalgia, Element Tandai Babak Baru Lewat Single Asa yang Sirna

Menolak Terjebak Nostalgia, Element Tandai Babak Baru Lewat Single Asa yang Sirna

Entertainment | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Parfum Evangeline Best Seller yang Mana? Intip Wangi dan Review Pembelinya

Parfum Evangeline Best Seller yang Mana? Intip Wangi dan Review Pembelinya

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:45 WIB

JC-T Perluas Eksplorasi Musik Lewat Album Ketiga TANGENT, Ada Sentuhan Kreatif Lebih Personal

JC-T Perluas Eksplorasi Musik Lewat Album Ketiga TANGENT, Ada Sentuhan Kreatif Lebih Personal

Entertainment | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:44 WIB

Hore! Pemprov Sulsel Beri Diskon 50% Pajak Kendaraan dan Bebas Denda, Cek Syaratnya

Hore! Pemprov Sulsel Beri Diskon 50% Pajak Kendaraan dan Bebas Denda, Cek Syaratnya

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Transaksi Kendaraan Listrik Naik 4,5 Kali Lipat, 12 SPKLU akan Dibangun di Sumbar

Transaksi Kendaraan Listrik Naik 4,5 Kali Lipat, 12 SPKLU akan Dibangun di Sumbar

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Nilai Skuad Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 Jomplang, Garuda Tembus Rp396 Miliar

Nilai Skuad Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 Jomplang, Garuda Tembus Rp396 Miliar

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Sunscreen Wondermis untuk Umur Berapa? Intip Kandungan dan Review Pembeli

Sunscreen Wondermis untuk Umur Berapa? Intip Kandungan dan Review Pembeli

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Estafet Zafran di Film 5 Cm: Revolusi Hati, Roman King Bersyukur Didukung Herjunot Ali

Estafet Zafran di Film 5 Cm: Revolusi Hati, Roman King Bersyukur Didukung Herjunot Ali

Entertainment | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Bukan Lagi Flagship Killer, Poco F9 Bidik Kelas Flagship dengan Gaming 185 FPS

Bukan Lagi Flagship Killer, Poco F9 Bidik Kelas Flagship dengan Gaming 185 FPS

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Geger Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk, Polisi Buru Pelaku

Geger Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk, Polisi Buru Pelaku

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:33 WIB

×