Nasib 127 UMKM Terdampak Penataan Setu Babakan, Tak Semua Bisa Direlokasi

Vania Rossa

Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:38 WIB
Nasib 127 UMKM Terdampak Penataan Setu Babakan, Tak Semua Bisa Direlokasi
Pelaku UMKM yang terdampak penataan kawasan bantaran timur Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, melakukan pembongkaran kios secara mandiri, Senin (5/10/2026). ANTARA/HO-Satpol PP Jakarta Selatan.
baca 10 detik
  • Pemerintah Jakarta Selatan menata kawasan Setu Babakan pada Oktober 2026 untuk mengembalikan fungsinya sebagai destinasi wisata.
  • Penataan ini berdampak pada 127 pelaku UMKM yang harus meninggalkan lokasi karena keterbatasan kapasitas tempat usaha.
  • Suku Dinas PPKUKM menawarkan alternatif lokasi binaan dan pasar sementara bagi pedagang yang tidak tertampung.

Suara.com - Penataan kawasan bantaran timur Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, membuat sekitar 127 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus meninggalkan lokasi mereka berjualan. Pemerintah menyediakan sejumlah pilihan relokasi, tetapi tidak semua pedagang dapat ditampung di dalam kawasan Setu Babakan.

Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan menawarkan sejumlah lokasi binaan kepada para pedagang yang terdampak penataan tersebut.

Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin mengatakan relokasi dilakukan seiring penataan kawasan yang bertujuan mengembalikan fungsi Setu Babakan sebagai destinasi wisata alam dan budaya.

"Penataan kawasan ini memang mengembalikan fungsi kawasan Setu Babakan sebagai wisata alam dan budaya," kata Djaharuddin saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/10/2026), dikutip dari ANTARA.

Menurut dia, pengelola Setu Babakan bersama pihak kelurahan dan kecamatan telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Pemerintah juga menyiapkan lokasi khusus bagi UMKM sebagai bagian dari penataan tersebut.

Namun, persoalannya, kapasitas tempat usaha di dalam kawasan Setu Babakan terbatas. Dari sekitar 127 UMKM yang terdampak, hanya sekitar 63 pelaku usaha yang diperkirakan dapat ditampung di lokasi tersebut.

"Kalau enggak salah, yang bisa ditampung hanya sekitar 63 UMKM," ujar Djaharuddin.

Bagi pedagang yang tidak tertampung di dalam kawasan Setu Babakan, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan menawarkan sejumlah alternatif lokasi binaan yang tersedia di wilayah Jakarta Selatan.

Pedagang dapat memilih lokasi yang telah disiapkan pemerintah, mulai dari pasar lokasi binaan (lokbin), lokasi sementara (loksem), hingga lokasi yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

baca juga

"Kita punya tiga lokasi binaan pasar dan 42 lokasi sementara (loksem). Tapi, loksem ini harus khusus untuk makanan, minuman, kuliner," tutur Djaharuddin.

Tantangan setelah pindah lokasi

Relokasi menjadi persoalan tersendiri bagi para pedagang karena mereka selama ini telah memiliki pelanggan di sekitar Setu Babakan. Perpindahan lokasi dikhawatirkan membuat mereka kehilangan konsumen yang selama ini menjadi sumber penghasilan.

Djaharuddin mengakui kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penataan kawasan.

"Memang, mereka itu konsumennya rata-rata ada di sekitar situ. Jadinya, mereka agak berat meninggalkan titik awal dagang itu," ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, pilihan lokasi relokasi menjadi penting bagi keberlangsungan usaha para pedagang. Sebab, meski pemerintah telah menyediakan sejumlah alternatif tempat, lokasi yang jauh dari konsumen lama berpotensi memengaruhi omzet mereka.

Penataan kawasan Setu Babakan sendiri dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang wisata alam dan budaya. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menyediakan alternatif tempat berjualan agar aktivitas ekonomi para pelaku UMKM tetap dapat berlangsung.

Sebelumnya, pada Senin (5/10/2026), puluhan pedagang di bantaran timur Setu Babakan membongkar kios mereka secara mandiri setelah menerima Surat Peringatan (SP) 1 dan SP2. Pembongkaran tersebut dilakukan setelah petugas melakukan pendekatan secara persuasif kepada para pedagang.

Dengan penataan tersebut, para pelaku UMKM kini dihadapkan pada pilihan untuk berpindah ke lokasi yang disediakan pemerintah, dengan tantangan mempertahankan usaha dan pelanggan yang selama ini telah terbentuk di sekitar Setu Babakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Pemerintah Memuja UMKM, tapi Gagal Menyediakan Pekerjaan yang Layak

Ketika Pemerintah Memuja UMKM, tapi Gagal Menyediakan Pekerjaan yang Layak

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Digelar, Ini Cara UMKM Agar Bisa Ikut Serta

Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Digelar, Ini Cara UMKM Agar Bisa Ikut Serta

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:01 WIB

BRI Dorong Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 bagi Pariwisata dan UMKM

BRI Dorong Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 bagi Pariwisata dan UMKM

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Terkini

Sering Ingin 'Menghilang' dari Dunia? Film One Million Yen Girl Punya Jawaban Menohok buat Kamu

Sering Ingin 'Menghilang' dari Dunia? Film One Million Yen Girl Punya Jawaban Menohok buat Kamu

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'

Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'

Sulsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Yoshihiro Togashi Tolak Proyek dengan Deadline demi Fokus Hunter x Hunter

Yoshihiro Togashi Tolak Proyek dengan Deadline demi Fokus Hunter x Hunter

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Belajar dari Insiden Petasan Pondok Pinang: Tradisi Jangan Korbankan Ketenangan Tetangga

Belajar dari Insiden Petasan Pondok Pinang: Tradisi Jangan Korbankan Ketenangan Tetangga

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Klub Liga Inggris: Selamat Elkan Baggott, Kami Sangat Bangga Padamu

Klub Liga Inggris: Selamat Elkan Baggott, Kami Sangat Bangga Padamu

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:25 WIB

18 Tahun Bersama, Irfan Resmi Hengkang dari Govinda: Kami Memilih Jalan Berbeda

18 Tahun Bersama, Irfan Resmi Hengkang dari Govinda: Kami Memilih Jalan Berbeda

Entertainment | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ibadah Alam GKJ Baturetno ke-9: Memaknai Api, Kematian, dan Daya Hidup dari Balik Area Makam

Ibadah Alam GKJ Baturetno ke-9: Memaknai Api, Kematian, dan Daya Hidup dari Balik Area Makam

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:19 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Punya Sejumlah Terobosan: Larangan Tahan Ijazah hingga Pekerjaan Masa Depan

UU Ketenagakerjaan Baru Punya Sejumlah Terobosan: Larangan Tahan Ijazah hingga Pekerjaan Masa Depan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Kata-kata Justin Hubner Bangga Timnas Indonesia Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun di FIFA ASEAN Cup 2026

Kata-kata Justin Hubner Bangga Timnas Indonesia Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Daftar Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Oktober 2026

Daftar Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Oktober 2026

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:15 WIB

×