Cegah Gagal Panen, 8000 Hektare Sawah Lampung Diselamatkan dari Ancaman Intrusi Air Laut

Galih Prasetyo

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:55 WIB
Cegah Gagal Panen, 8000 Hektare Sawah Lampung Diselamatkan dari Ancaman Intrusi Air Laut
8.000 Hektare Sawah Lampung dari Ancaman Intrusi Air Laut [Istimewa]
baca 10 detik
  • Kementerian PU mempercepat penanganan intrusi air laut di Lampung Selatan guna menyelamatkan delapan ribu hektare sawah.
  • BBWS Mesuji Sekampung melakukan normalisasi saluran sepanjang 4,5 kilometer serta perbaikan pintu air dan gorong-gorong.
  • Pekerjaan teknis mencakup penggunaan pompa bergerak dan pengerukan sedimentasi untuk memperlancar distribusi air pertanian.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan intrusi air laut yang mengancam lahan pertanian di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang, Kabupaten Lampung Selatan.

Upaya tersebut ditujukan untuk menyelamatkan sekitar 8.000 hektare sawah dari gangguan pasokan air yang berpotensi memicu gagal panen.

Penanganan dilakukan dengan memperlancar aliran air sekaligus menjaga ketersediaan air baku untuk kebutuhan pertanian.

Infrastruktur sumber daya air diperkuat agar petani tetap memperoleh pasokan air di tengah ancaman kekeringan dan masuknya air asin ke jaringan irigasi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“Kehadiran infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).

Saluran Air Dinormalisasi hingga 4,5 Kilometer

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Kementerian PU melakukan penanganan pada jaringan saluran yang terhubung dengan Sungai Way Sekampung dan Saluran Pembuang Sekunder (SPS) Sragi.

Pekerjaan meliputi normalisasi saluran suplesi dari Sungai Way Sekampung menuju SPS Sragi sepanjang sekitar 1,3 kilometer.

baca juga

Selain itu, normalisasi juga dilakukan pada SPS Sragi sepanjang 3,2 kilometer.

Dengan demikian, total saluran yang dinormalisasi mencapai sekitar 4,5 kilometer.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas saluran dan memperlancar distribusi air menuju jaringan irigasi pertanian.

Kementerian PU juga telah memperbaiki empat unit pintu Tabat Gayau dan 13 unit pintu pembuang.

Tiga unit gorong-gorong dengan total panjang 30 meter turut dipasang untuk mendukung kelancaran aliran air.

Air Sungai Dipompa Menuju Sawah

Untuk mengatasi gangguan aliran air, Kementerian PU memanfaatkan pompa bergerak atau mobile pump. Air dari Sungai Way Sekampung dipompa menuju saluran sepanjang sekitar 700 meter agar dapat diteruskan ke jaringan pertanian.

Upaya tersebut juga dibarengi dengan pengangkatan sedimentasi yang menghambat aliran air. Pengerukan dilakukan di Saluran Pembuangan Primer (SPP) Sekampung–SPS Sragi sepanjang 5,8 kilometer dan SPP Sekampung–SPP Bali Agung sepanjang 5,6 kilometer.

Sebanyak lima unit Excavator Long Arm dikerahkan untuk mengangkat material sedimen dari saluran. Setelah aliran kembali lancar, air dapat diteruskan menuju saluran SPP dan selanjutnya dipompa ke area persawahan.

Pintu Air Jadi Penahan Intrusi Air Asin

Perbaikan Tabat Gayau juga menjadi bagian penting dalam pengendalian tata air di kawasan tersebut. Pintu air ini berfungsi mengatur aliran sekaligus membantu mencegah air asin masuk ke jaringan pertanian.

Pada musim hujan, pintu dapat dibuka untuk membuang kelebihan aliran menuju Sungai Sekampung.

Sementara pada musim kemarau, pintu ditutup untuk menahan intrusi air laut sekaligus mempertahankan air hasil pompanisasi agar tetap berada di saluran SPP.

Kementerian PU berharap rangkaian pekerjaan tersebut mampu membuat distribusi air menuju jaringan pertanian menjadi lebih lancar dan terkendali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Irigasi, Bagaiaman Tradisi Subak Bali Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam

Bukan Sekadar Irigasi, Bagaiaman Tradisi Subak Bali Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Kemarau Panjang, Waduk Cipancuh di Indramayu Berubah Jadi Hamparan Tanah Kering

Kemarau Panjang, Waduk Cipancuh di Indramayu Berubah Jadi Hamparan Tanah Kering

Foto | Senin, 28 September 2026 | 17:43 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

Kenapa Air Laut Terasa Asin? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Kenapa Air Laut Terasa Asin? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 11:49 WIB

Terkini

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Tiba dari Seoul, Tatang Winata Ditangkap Bareskrim Kasus Dugaan Penyelundupan Rp 253 Miliar

Tiba dari Seoul, Tatang Winata Ditangkap Bareskrim Kasus Dugaan Penyelundupan Rp 253 Miliar

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Aturan Baru Ojol Hingga Kurir Makanan Resmi Dirilis, Apa Saja Untungnya Bagi Mitra?

Aturan Baru Ojol Hingga Kurir Makanan Resmi Dirilis, Apa Saja Untungnya Bagi Mitra?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030

Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Rantai Dugaan Pidana Suket Gibran Bisa Panjang, dari Pembuat hingga Pengguna

Rantai Dugaan Pidana Suket Gibran Bisa Panjang, dari Pembuat hingga Pengguna

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:15 WIB

×