Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:40 WIB
Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi
Bupati Siak Afni Zulkifli dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. [Ist]
baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPRD Sukabumi mencopot foto Wapres Gibran dari ruang kerjanya secara sementara.

  • Aksi merespons pertimbangan MK yang tidak menemukan bukti keabsahan ijazah SMA milik Gibran.

  • Foto resmi tersebut akan dipasang kembali jika terdapat fakta hukum baru yang sah.

Suara.com - Aksi tidak biasa terjadi di gedung dewan usai seorang pejabat daerah mencopot potret resmi Wakil Presiden RI dari dinding kantornya. Langkah mengejutkan tersebut diambil langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sukabumi, Rojab Asy'ari, dengan menurunkan bingkai foto Gibran Rakabuming Raka.

Ia membiarkan potret Presiden Prabowo Subianto tetap menggantung sendirian di dinding ruang fisiknya. Tindakan berani ini berakar dari Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang mengulas sengketa keabsahan kualifikasi pendidikan sang wakil presiden. Majelis hakim mencatat tidak adanya dokumen bukti fisik yang memverifikasi kesetaraan pendidikan menengah atas milik Gibran.

Politisi ini menegaskan bahwa langkah ekstrem yang dilakukannya murni mewakili pendirian pribadinya sebagai wakil rakyat di parlemen daerah. Barang bukti gambar tersebut selanjutnya ia serahkan langsung kepada pihak Sekretariat DPRD Sukabumi.

Gibran Rakabuming Raka (Ist)
Gibran Rakabuming Raka (Ist)

"Ini nanti akan saya serahkan ke sekertariat (DPRD). Nanti kalau misalkan sudah terbukti bahwa Gibran Rakabuming Raka ini punya ijazah atau fakta hukum yang lain yang menerangkan berkaitan dengan ijazah SMAnya Gibran. Nanti akan saya pasang lagi," kata dia.

Langkah drastis pencopotan ini dilakukan untuk merespons terbukanya fakta keabsahan ijazah dalam persidangan perselisihan hasil pemilu. Legislator daerah tersebut menilai fakta hukum di ruang sidang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh publik.

Persidangan lembaga konstitusi tersebut mengonfirmasi kegagalan pembuktian dokumen penyetaraan sekolah menengah atas atau sertifikat luar negeri atas nama Gibran. Kondisi ini yang mendasari penarikan atribut resmi kepemimpinan di ruangan kerjanya.

"Ini sikap politik saya sebagai wakil ketua DPRD. Ini menanggapi fakta persidangan kemarin di Mahkamah Konstitusi berkaitan dengan keputusan MK Nomor 01 yang kemarin baru keluar itu kan dinyatakan fakta persidangan Gibran Rakabuming Raka tidak bisa membuktikan berkaitan dengan ijazah setara SMA," kata dia.

Pencopotan figura foto wakil kepala negara ini dipastikan tidak bersifat permanen atau mengikat seluruh area gedung dewan. Penempelan ulang akan langsung dilakukan begitu keabsahan dokumen hukum terkait pendidikan Gibran terbukti secara sah.

Perasaan malu sebagai fraksi partai oposisi memicu keberanian tindakan politik individual di tingkat daerah ini. Langkah tegas tersebut murni menjadi keputusan personal tanpa melibatkan seluruh jajaran anggota dewan lainnya.

baca juga

"Saya sebagai wakil ketua DPRD dari fraksi PDI Perjuangan merasa malu juga seperti itu. Ya terpaksa dengan sikap politik saya ini untuk sementara foto Gibran Rakabuming Raka di ruangan saya diturunkan sementara. Sampai nanti ada fakta hukum lain yang menyatakan bahwa ijazah Gibran Rakabuming Raka sah secara hukum. Ini sifatnya sementara dan hanya di ruangan saya," kata dia.

Pangkal persoalan ini bermula dari gugatan perselisihan hasil pemilihan umum yang mempermasalahkan syarat administrasi pencalonan wakil presiden pada Pilpres 2024. Pihak pemohon menilai penetapan pasangan calon tersebut cacat hukum dari segi kualifikasi pendidikan.

Lembaga hakim konstitusi sebenarnya memutuskan untuk menolak permohonan sengketa pemilu tersebut karena batasan kedudukan hukum. Para pemohon dinilai tidak memiliki legal standing lantaran bukan merupakan kontestan resmi dalam kontestasi pilpres.

Meskipun gugatan ditolak secara formil, majelis hakim memberikan poin pertimbangan substansial dalam lembar keputusannya. Hakim menyatakan tidak menemukan bukti fisik dokumen sekolah menengah atas yang valid atas nama Gibran selama proses pendaftaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang-orang Ini Jadi Penentu Nasib Gibran Sebagai Wakil Presiden, Buntut Kasus Ijazah SMA

Orang-orang Ini Jadi Penentu Nasib Gibran Sebagai Wakil Presiden, Buntut Kasus Ijazah SMA

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Ijazah Gibran Disorot Media Asing Usai Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan PHPU

Ijazah Gibran Disorot Media Asing Usai Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan PHPU

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Soroti Putusan MK, Denny Indrayana Desak Gibran Segera Lengser!

Soroti Putusan MK, Denny Indrayana Desak Gibran Segera Lengser!

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Terkini

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:29 WIB

5 Rekomendasi Sneakers Putih Terbaik untuk Mix and Match Harian

5 Rekomendasi Sneakers Putih Terbaik untuk Mix and Match Harian

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Daftar 6 Zodiak yang Bakal Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi di Oktober 2026

Daftar 6 Zodiak yang Bakal Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi di Oktober 2026

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Dolar Menguat, Harga Komponen Naik, Pendapatan IOTF Tetap Tumbuh 16%

Dolar Menguat, Harga Komponen Naik, Pendapatan IOTF Tetap Tumbuh 16%

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Apa Itu Pekan Antariksa Dunia 2026? Kenali Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Apa Itu Pekan Antariksa Dunia 2026? Kenali Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

×