Pertumbuhan Data Center di Indonesia Bawa Persoalan Baru, Apa Dampaknya Pada Energi dan Air?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:40 WIB
Pertumbuhan Data Center di Indonesia Bawa Persoalan Baru, Apa Dampaknya Pada Energi dan Air?
Ilustrasi data center. Sumber: Magnific.com

Suara.com - Pertumbuhan pusat data (data center) di Indonesia untuk melayani kebutuhan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan ikut menaikkan emisi karbon dan pemakaian air. Perkiraan itu muncul dalam penelitian Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang terbit di jurnal Etika Teknologi Informasi pada 2026.

Data center adalah gedung berisi ribuan server yang menyimpan dan memproses data, mulai dari media sosial sampai chatbot AI. Server-server itu menyala 24 jam dan harus terus didinginkan.

Menurut penelitian tersebut, konsumsi listrik data center Indonesia diproyeksikan naik dari 6,7 terawatt-jam (TWh) pada 2024 menjadi 26 TWh pada 2030, mengacu pada data lembaga riset energi Ember. Jika dikalikan faktor emisi listrik nasional sebesar 0,85 kilogram CO per kilowatt-jam, emisinya naik dari sekitar 5,7 juta ton menjadi 22,1 juta ton CO. Para penulis menyebut hitungan ini bersifat ilustratif karena faktor emisi dianggap tetap.

Ember sendiri dalam laporannya memperkirakan emisi data center Indonesia bisa naik empat kali lipat pada 2030. Penyebab utamanya adalah sumber listrik. Data Dewan Energi Nasional yang dikutip penelitian itu menunjukkan batu bara menyumbang 40,46 persen bauran energi primer nasional pada 2023, sedangkan energi terbarukan 13,09 persen. Para penulis menilai ada "kesenjangan signifikan antara laju pertumbuhan infrastruktur dan kesiapan keberlanjutan".

Secara global, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan konsumsi listrik data center dunia naik menjadi sekitar 945 TWh pada 2030, dengan porsi masih di bawah 3 persen dari total listrik dunia. Artinya, dampaknya sangat bergantung pada dari mana listriknya berasal.

Pembangunannya juga menumpuk di beberapa titik. Dari 20 proyek dalam RUPTL PLN 2025–2034 yang dihimpun penulis makalah, total kebutuhan daya di Jawa Barat (Bekasi, Karawang, Cikarang) mencapai 2.010 MVA, sedangkan DKI Jakarta 547 MVA. Di Batam, kawasan Nongsa Digital Park seluas 188,04 hektare menjadi pusatnya.

Di Batam, yang paling disorot adalah air. Pulau ini bergantung pada air hujan yang ditampung waduk, sementara data center memakai air untuk pendinginan. Laporan Katadata pada November 2025 menyebut satu fasilitas milik NeutraDC–Nxera di Kabil, berkapasitas 56 megawatt, membutuhkan 3 juta liter air per hari. Jika sepuluh data center beroperasi penuh pada 2032, kebutuhan air diperkirakan sekitar 32 juta liter per hari, atau 8,4 persen pasokan Batam saat ini.

Pada Desember 2024, warga Teluk Mata Ikan, desa nelayan di seberang KEK Nongsa, berunjuk rasa di depan fasilitas data center setelah airnya hanya mengalir beberapa jam sehari selama sekitar tiga bulan. Pejabat menyebut penyebabnya masalah teknis pipa, dan air kembali normal beberapa hari kemudian. BP Batam juga mencatat masih ada 18 wilayah "stressed area" di pulau itu.

Persoalan ini dibahas dalam diskusi Festival Media Selat Malaka di Politeknik Negeri Batam, 20 September 2026. Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam Dendi Gustinandar mengakui Batam tidak punya sumber air besar dan hanya mengandalkan hujan yang ditampung di delapan waduk. Peneliti AI Henke Yunkins mengingatkan bahwa "data center punya jejak fisik, jadi tidak hanya virtual".

baca juga

Pihak NeutraDC–Nxera menyebut fasilitasnya memakai pendingin udara dan pendingin cair langsung ke prosesor untuk mengurangi penguapan. BP Batam berencana membangun pengolahan air berkapasitas 30 juta liter per hari di Nongsa. Air hasil desalinasi menjadi opsi, tetapi harganya Rp28.000–36.000 per meter kubik, jauh di atas air industri sekitar Rp12.000. Dari sisi listrik, Zakki Amali dari Trend Asia menyinggung rencana pembangunan PLTU di Batam yang disebut berkaitan dengan kebutuhan energi proyek data center.

Ember menghitung sekitar sepertiga kebutuhan listrik data center ASEAN pada 2030 bisa dipenuhi tenaga surya dan angin tanpa baterai penyimpan. "Industri data center ASEAN yang sedang booming berisiko menggagalkan target transisi energi tanpa tindakan segera," kata analis energi Ember, Shabrina Nadhila.

Para peneliti ITS merekomendasikan standar green data center nasional yang mengikat, karena saat ini belum ada, serta pelaporan emisi yang transparan. Mereka juga menyarankan penelitian lanjutan berbasis pengukuran langsung efisiensi energi tiap fasilitas.

Sementara itu, aktivis lingkungan Akar Bhumi, Hendrik Hermawan, mempertanyakan prioritas pasokan air saat kemarau panjang. "Jika kemarau melanda Batam lagi, siapa yang akan diprioritaskan? Data center atau warga?" katanya kepada seperti dilansir dari laman Katadata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Dari PLTS Hingga CCS, Pertamina Perkuat Transisi Energi Nasional

Dari PLTS Hingga CCS, Pertamina Perkuat Transisi Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Punya Ide tapi Tak Bisa Bikin Video? AI Bantu Kreator Wujudkan Konten

Punya Ide tapi Tak Bisa Bikin Video? AI Bantu Kreator Wujudkan Konten

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Terkini

Dunia Boleh Terburu-buru, sedangkan Aku Hanya Ingin Membaca Pelan-Pelan

Dunia Boleh Terburu-buru, sedangkan Aku Hanya Ingin Membaca Pelan-Pelan

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

KPK Peringatkan Menteri ATR Nusron Wahid Tak Ulur Waktu di Kasus Korupsi Summarecon

KPK Peringatkan Menteri ATR Nusron Wahid Tak Ulur Waktu di Kasus Korupsi Summarecon

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pebalap Astra Honda Siap Unjuk Gigi di Seri Mandalika

Pebalap Astra Honda Siap Unjuk Gigi di Seri Mandalika

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Ratu Player Tobat! Upaya Asya Mengejar Ketua Kelas di Play with Players

Ratu Player Tobat! Upaya Asya Mengejar Ketua Kelas di Play with Players

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan

Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Rakit Sepeda Kalcer Sendiri Butuh Biaya Berapa? Ini Kisaran dan Rinciannya

Rakit Sepeda Kalcer Sendiri Butuh Biaya Berapa? Ini Kisaran dan Rinciannya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:28 WIB

×