Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda
Gunung Anak Krakatau (NASA)
baca 10 detik
  • Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau setinggi 1,8 kilometer membentang hingga Selat Sunda Pandeglang.

  • Peningkatan status menjadi Level III Siaga memicu larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer.

  • Badan Geologi mencatat 14 kali erupsi susulan sejak awal Oktober sebelum status dinaikkan.

Suara.com - Awan abu vulkanik berjarak 1,8 kilometer di atas permukaan laut mengancam keselamatan pelayaran di wilayah Selat Sunda bagian barat. Pantauan teknologi pemindaian BMKG mengonfirmasi pergerakan material erupsi tersebut kini mulai mendekati daratan Pandeglang.

Lonjakan ancaman keselamatan ini terjadi beriringan dengan naiknya status bahaya Gunung Anak Krakatau menjadi Level III. Pemantauan ketat terus dilakukan karena pola pergerakan angin membawa material halus vulkanik bergerak konsisten ke arah barat.

Ancaman ini berpotensi mengganggu jalur penyeberangan serta kesehatan warga pemukiman pesisir Banten jika intensitas letusan tak kunjung menurun. Langkah mitigasi darurat harus segera diambil sebelum dampak paparan partikel abu memperburuk jarak pandang udara.

"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft (1.8 km) teramati ke arah Barat, mencakup sebagian Selat Sunda Barat Pandeglang," tulis BMKG lewat akun media sosial Instagram resminya.

Masyarakat umum dan seluruh wisatawan dilarang keras melintasi batas aman zona merah sejauh 5 kilometer dari pusat kawah. Otoritas penanggulangan bencana mendesak warga setempat untuk mematuhi panduan evakuasi guna menghindari bahaya erupsi susulan.

Keputusan menaikkan tingkat bahaya menjadi Level III resmi diberlakukan Badan Geologi sejak Jumat malam. Evaluasi menyeluruh menunjukkan peningkatan aktivitas magma internal yang semakin intensif dan membahayakan keselamatan publik.

Ekalasi gejolak vulkanik di dalam perut bumi sebenarnya sudah memperlihatkan tanda-tanda peningkatan sejak pekan pertama Oktober. Rangkaian letusan kecil bertubi-tubi terus terjadi sebelum akhirnya melontarkan material abu ke udara secara masif.

Catatan pengamatan merekam setidaknya telah terjadi 14 kali erupsi sepanjang periode 6 hingga 9 Oktober. Tren peningkatan frekuensi letusan inilah yang memaksa otoritas memperluas radius steril pemukiman dan aktivitas manusia.

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang lahir di Selat Sunda pasca-letusan dahsyat Krakatau pada 1883. Karakteristik dasarnya yang terus tumbuh membuat kawasan di sekitar kawah selalu rentan terhadap ancaman erupsi periodik.

baca juga

Sebelum memasuki Level III (Siaga) pada 9 Oktober pukul 21.00 WIB, gunung api ini cukup lama bertahan di Level II (Waspada). Peningkatan status darurat secara mendadak ini menjadi peringatan penting bagi sistem mitigasi bencana pesisir Jawa dan Sumatra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih

Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

×