- Gubernur Pramono Anung mengoperasikan 37 bus sekolah disabilitas dengan 10 rute.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginstruksikan agar rute LRT Kelapa Gading hingga Manggarai sepenuhnya ramah penyandang disabilitas.
- Pemerintah daerah memasang ubin pemandu di halte utama untuk memudahkan mobilitas pengguna transportasi publik terintegrasi.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan 37 unit bus sekolah khusus penyandang disabilitas yang melayani antar-jemput siswa melalui 10 rute.
Armada ini disiapkan untuk memudahkan mobilitas anak berkebutuhan khusus sekaligus memperluas akses pendidikan yang lebih inklusif.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penyediaan bus khusus tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun transportasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.
"Kami sudah menyiapkan 37 unit bis sekolah ramah disabilitas. Bis yang hanya untuk disabilitas, tidak untuk umum. Ada 10 rute untuk anak-anak keluarga disabilitas," papar Pramono di acara SPEKIX 2026 di JICC Senayan, Sabtu (10/10/2026).
Selain bus sekolah, Pemprov DKI juga terus membenahi aksesibilitas transportasi umum agar dapat digunakan penyandang disabilitas dengan lebih nyaman.
Salah satu fokus pembenahan diarahkan pada layanan LRT rute Kelapa Gading menuju sentra transit Manggarai yang baru diresmikan. Pramono menginstruksikan agar layanan tersebut sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas.
"Saya sudah minta untuk full ramah disabilitas untuk LRT ini," ujarnya.
Pemprov DKI juga memperkuat aksesibilitas melalui penyediaan ubin pemandu atau guiding block di halte-halte utama.
Fasilitas ini diharapkan membantu penyandang disabilitas, termasuk anak berkebutuhan khusus, saat menggunakan transportasi publik yang terintegrasi.
"Pemerintah DKI Jakarta sudah juga menyiapkan di halte-halte utama Jakarta, apa yang disebut dengan guiding block agar anak-anak ini bisa, siapapun atau disabilitas ini bisa memanfaatkan MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek," kata Pramono.
![Petugas Dishub membantu siswa penyandang disabilitas menaiki bus sekolah ramah disabilitas saat peluncuran armada tersebut di Pendopo Balai Kota, Jakarta, Rabu (21/1/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/21/86214-pemprov-dki-jakarta-luncurkan-bus-sekolah-ramah-disabilitas-bus-sekolah-disabilitas.jpg)
Meski demikian, penyediaan fasilitas pendukung seperti lift belum merata di seluruh titik. Pemprov DKI menyatakan pembenahan aksesibilitas di stasiun dan halte terus dilakukan secara bertahap.
Pramono menilai, pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak cukup hanya berorientasi pada gedung tinggi dan fasilitas megah. Kenyamanan warga, termasuk penyandang disabilitas, juga harus menjadi bagian dari pembangunan kota.
"Bagi saya, Jakarta itu bukan semata-mata membangun gedung-gedung yang tinggi, fasilitas yang luar biasa, tetapi sentuhan-sentuhan seperti inilah yang menurut saya membuat Jakarta lebih nyaman, aman, dan kalbu," pungkasnya.