- Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas pada Minggu, 11 Oktober 2026, untuk mengatasi kemacetan Victoria Run.
- Lomba lari tersebut diselenggarakan di ruas jalan utama Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan mulai pukul 04.30 WIB sampai selesai.
- Dishub DKI Jakarta menyediakan berbagai jalur alternatif serta kantong parkir resmi di kawasan GBK untuk kelancaran mobilitas warga.
Suara.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan selama penyelenggaraan Victoria Run 2026 pada Minggu (11/10/2026).
Ajang lomba lari tersebut melintasi sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan mulai pukul 04.30 WIB hingga selesai.
Victoria Run 2026 menghadirkan tiga kategori lomba, yakni 5 kilometer, 10 kilometer, dan 21 kilometer. Titik start dan finis dipusatkan di Jalan APEC, kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan sejumlah ruas jalan yang bersinggungan dengan lintasan peserta meliputi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Gatot Subroto di segmen Simpang Susun Semanggi, Jalan Senopati, Jalan Pattimura, Jalan Sultan Hasanudin, Jalan Iskandarsyah Raya, dan Jalan Sisingamangaraja.
“Ruas jalan utama yang bersinggungan langsung dengan lintasan pelari mencakup Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Gatot Subroto segmen Simpang Susun Semanggi, Jalan Senopati, Jalan Pattimura, Jalan Sultan Hasanudin, Jalan Iskandarsyah Raya, serta Jalan Sisingamangaraja,” kata Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (10/10/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Dishub DKI Jakarta menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi pengendara dari arah barat, timur, selatan, serta kawasan Menteng.
Rekayasa Lalu Lintas dari Arah Barat
Pengendara dari Tanah Abang menuju Manggarai dialihkan melalui Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan R.M. Margono Djojohadikoesoemo, Jalan Galunggung, hingga Jalan Sultan Agung.
Sementara itu, kendaraan dari Tanah Abang menuju Kampung Melayu diarahkan melintasi Jalan K.H. Mas Mansyur dan Jalan Prof. Dr. Satrio.
Pengendara dari Slipi menuju Cawang dapat melalui Jalan Gatot Subroto hingga Jalan M.T. Haryono.
Adapun kendaraan dari Slipi menuju Blok M dialihkan melalui Jalan Gatot Subroto, Jalan Pejompongan Raya, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Bumi, hingga Jalan Kyai Maja.
Bagi pengendara dari kawasan Menteng yang hendak menuju Tanah Abang atau wilayah barat Jakarta, jalur alternatif disiapkan melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan H.O.S. Cokroaminoto, Jalan K.H. Wahid Hasyim, hingga Jalan K.H. Mas Mansyur.
Rekayasa Lalu Lintas dari Arah Timur
Pengendara dari Manggarai menuju Tanah Abang diarahkan melalui Jalan Sultan Agung, Jalan Galunggung, Jalan R.M. Margono Djojohadikoesoemo, dan Jalan K.H. Mas Mansyur.
Sementara itu, kendaraan dari Kampung Melayu menuju Tanah Abang dapat melintasi Jalan Prof. Dr. Satrio sebelum melanjutkan perjalanan ke Jalan K.H. Mas Mansyur.
Adapun kendaraan dari Cawang menuju Tanah Abang dialihkan melalui Jalan M.T. Haryono hingga tersambung ke Jalan Gatot Subroto.
Rekayasa Lalu Lintas dari Arah Selatan
Untuk kendaraan dari Blok M menuju Tanah Abang, pengalihan arus dilakukan melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Hang Tuah VII, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Hang Lekir II, Jalan Hang Lekir I, Jalan Asia Afrika, Jalan Gerbang Pemuda, hingga Jalan Gatot Subroto.
Pengendara dari Jalan Pattimura menuju Gelora Bung Karno diarahkan melalui Jalan Trunojoyo, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Hang Tuah VII, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Hang Lekir II, Jalan Hang Lekir I, dan Jalan Asia Afrika.
Sementara itu, kendaraan dari Jalan Senopati menuju GBK dialihkan melalui Jalan Suryo, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Hang Tuah VII, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Hang Lekir II, Jalan Hang Lekir I, hingga Jalan Asia Afrika.
Transjakarta Tetap Beroperasi Normal
Di tengah pelaksanaan rekayasa lalu lintas, layanan bus Transjakarta dipastikan tetap beroperasi normal dengan pengawasan petugas di lapangan.
Dishub DKI Jakarta juga menyiapkan 10 kantong parkir resmi di kawasan Gelora Bung Karno untuk menunjang kebutuhan parkir peserta dan pengunjung.
Budi mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar lintasan lomba agar memperhatikan pengaturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keamanan serta kelancaran perjalanan.
“Diimbau kepada pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas yang ada dan mengutamakan keselamatan di jalan,” tutupnya.