Dari Pelantang ke Telinga Istana, Ujian Baru Komunikasi Pemerintahan Prabowo

Vania Rossa

Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:18 WIB
Dari Pelantang ke Telinga Istana, Ujian Baru Komunikasi Pemerintahan Prabowo
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) berbincang dengan Seskab Teddy Indra Wijaya (kanan), Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan (kiri) dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono (kedua kiri) di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026). ANTARA/[email protected]/am.
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan baru kepada Badan Komunikasi Pemerintah di Hambalang pada 4 Oktober 2026.
  • Badan Komunikasi Pemerintah diminta untuk tidak hanya menjelaskan kebijakan, tetapi juga menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pusat.
  • Hasil dari kebijakan ini adalah terciptanya komunikasi dua arah untuk memastikan evaluasi dan perbaikan kebijakan pemerintah.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto ingin komunikasi pemerintah tidak hanya menjelaskan kebijakan kepada masyarakat, tetapi juga membawa suara masyarakat kembali ke pusat kekuasaan.

Arahan ini menjadi tantangan baru bagi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), yang selama ini berperan menyelaraskan dan menyampaikan pesan pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memanggil Kepala Bakom Syahganda Nainggolan dan wakilnya, Fadli Tri Hartono, ketika keduanya baru dilantik di Istana Negara.

Mengutip dari ANTARA, Prabowo meminta komunikasi pemerintah menggunakan bahasa sederhana dan menjelaskan pemikiran di balik setiap kebijakan.

Bakom juga diminta mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat, lalu meneruskannya kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk Presiden.

Dalam serah terima jabatan, Syahganda merangkum mandat tersebut sebagai upaya memastikan program pemerintah dipahami masyarakat hingga lapisan terbawah sekaligus membawa persoalan masyarakat sampai ke telinga Presiden.

Dua tugas itu menandai tantangan yang lebih luas daripada sekadar memperbaiki penyampaian informasi.

Bukan sekadar menyampaikan pesan

Perjalanan lembaga komunikasi di lingkar Istana menunjukkan bahwa penyelarasan pesan menjadi salah satu fungsi utamanya.

baca juga

Kantor Komunikasi Kepresidenan atau President Communication Office (PCO) kemudian ditransformasi menjadi Bakom pada 17 September 2025. Fokusnya bergeser pada sinkronisasi komunikasi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah agar pesan yang disampaikan tidak tumpang tindih.

Di bawah kepemimpinan Muhammad Qodari, Bakom juga menyusun narasi utama dua tahun pemerintahan dengan tema transformasi bangsa.

Fungsi tersebut tetap diperlukan. Namun, konsistensi pesan tidak otomatis menjawab persoalan masyarakat. Publik mungkin memahami tujuan suatu program, tetapi tetap menghadapi masalah dalam pelaksanaannya.

Karena itu, arahan Prabowo menambahkan dimensi lain dalam komunikasi pemerintah: mendengarkan dan meneruskan kritik.

Keluhan masyarakat tidak selalu muncul karena kurangnya informasi. Ada pula persoalan yang membutuhkan evaluasi kebijakan, bukan sekadar penjelasan tambahan.

Menguji keterbukaan pemerintah

Pada peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Juli 2026, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak antikritik, meski membedakan kritik dari caci maki dan fitnah.

Kini, keterbukaan terhadap kritik menghadapi ujian yang lebih konkret. Apakah masukan masyarakat benar-benar sampai kepada pejabat yang berwenang? Apakah persoalan yang ditemukan mendapat tanggapan dan tindak lanjut?

Bakom memang bukan lembaga yang menggantikan kewenangan kementerian atau lembaga teknis. Namun, perannya sebagai penghubung komunikasi membuat ketepatan penerusan informasi menjadi penting.

Birokrasi juga menjadi tantangan tersendiri. Informasi yang melewati banyak tahapan berisiko kehilangan konteks atau urgensinya sebelum sampai kepada pengambil keputusan.

Karena itu, tugas mendengarkan tidak cukup dimaknai sebagai mengumpulkan keluhan. Persoalan yang disampaikan masyarakat harus dipahami, diteruskan kepada pihak yang berwenang, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

Keberhasilan Bakom pada akhirnya tidak cukup diukur dari seberapa luas pesan pemerintah menjangkau publik. Ukuran lainnya adalah apakah suara masyarakat mampu memengaruhi evaluasi dan perbaikan kebijakan.

Pelantang tetap dibutuhkan agar pemerintah dapat menjelaskan keputusan secara terbuka. Namun, komunikasi baru menjadi dua arah ketika pemerintah juga bersedia mendengar informasi yang tidak selalu sejalan dengan narasi resminya.

Tantangan pemerintahan Prabowo bukan hanya membuat masyarakat memahami pemerintah, melainkan juga memastikan pemerintah memahami persoalan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Tanjung Puting Jadi Perhatian Khusus, Prabowo Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar

Karhutla Tanjung Puting Jadi Perhatian Khusus, Prabowo Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Pemerintah Kebut Revitalisasi 200 Titik Warisan Budaya, Museum hingga Keraton Disasar

Pemerintah Kebut Revitalisasi 200 Titik Warisan Budaya, Museum hingga Keraton Disasar

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Bencana Nasional, Klaim Masih Mampu Atasi

Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Bencana Nasional, Klaim Masih Mampu Atasi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Terkini

Dari Pelantang ke Telinga Istana, Ujian Baru Komunikasi Pemerintahan Prabowo

Dari Pelantang ke Telinga Istana, Ujian Baru Komunikasi Pemerintahan Prabowo

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Andien Temukan Benjolan di Payudara saat Remaja, Pengalaman Ini Bikin Pola Makannya Berubah

Andien Temukan Benjolan di Payudara saat Remaja, Pengalaman Ini Bikin Pola Makannya Berubah

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Apakah Matcha Mengandung Kafein? Ini Perbandingannya dengan Kopi

Apakah Matcha Mengandung Kafein? Ini Perbandingannya dengan Kopi

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Rudy Mas'ud Viral Lagi, Kali Ini Kedapatan di Singapura saat Kaltim Karhutla

Rudy Mas'ud Viral Lagi, Kali Ini Kedapatan di Singapura saat Kaltim Karhutla

Kaltim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo

Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Ted Lasso Season 4: Menghadirkan Pesan Kehidupan di Balik Taktik Lapangan

Ted Lasso Season 4: Menghadirkan Pesan Kehidupan di Balik Taktik Lapangan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Industri Event Siapkan Kalkulator Ekonomi untuk Hitung Kontribusi ke PDB Indonesia

Industri Event Siapkan Kalkulator Ekonomi untuk Hitung Kontribusi ke PDB Indonesia

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:43 WIB

IHSG Diguncang Isu MSCI dan Politik, Volatilitas Pasar Modal Gejolak Ekstrem

IHSG Diguncang Isu MSCI dan Politik, Volatilitas Pasar Modal Gejolak Ekstrem

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Berapa Harga Parfum Mykonos Ori? Intip Keseluruhan Variannya

Berapa Harga Parfum Mykonos Ori? Intip Keseluruhan Variannya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:38 WIB

4 Shio Paling Beruntung 13 Oktober 2026: Hoki dan Cuan Melimpah

4 Shio Paling Beruntung 13 Oktober 2026: Hoki dan Cuan Melimpah

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:38 WIB

×