ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

Bella

Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB
ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus
Orang tua dari pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menunggu anaknya yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla hingga 12 Oktober 2026.
  • Pemerintah memobilisasi 2.106 tenaga medis dan mendistribusikan lebih dari 2,8 juta masker untuk warga terdampak.
  • Masyarakat diimbau menggunakan masker N95 atau KN95 serta membatasi aktivitas luar rumah saat udara memburuk.

Suara.com - Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara kumulatif di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 12 Oktober 2026. Sebanyak 62.400 kasus atau 22,5 persen di antaranya dialami anak usia 0–5 tahun.

Angka tersebut menjadi perhatian karena bayi dan balita termasuk kelompok rentan terhadap paparan kabut asap. Partikel halus dalam asap karhutla dapat memicu gangguan pernapasan hingga memperburuk penyakit paru yang sudah diderita.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan kasus untuk mendeteksi peningkatan penyakit sekaligus memperkuat respons kesehatan di wilayah terdampak.

Menurut dia, Kemenkes bersama pemerintah daerah telah memperkuat pemantauan penyakit, pelayanan kesehatan, kesiapan fasilitas kesehatan, dan distribusi logistik.

Hingga 12 Oktober 2026, pemerintah melaporkan mobilisasi 2.106 tenaga medis dan tenaga kesehatan. Dukungan logistik juga mencakup lebih dari 2,8 juta masker yang didistribusikan melalui berbagai sumber pemerintah pusat dan daerah.

"Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan zat berbahaya lainnya yang dapat memicu ISPA, batuk, sesak napas, serta memperburuk asma. Bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit paru kronis termasuk kelompok rentan," kata Aji.

Orang Tua Diminta Waspadai Sesak Napas pada Anak

Kemenkes mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan pada anak selama paparan asap karhutla berlangsung.

Anak yang mengalami sesak napas, bernapas lebih cepat, atau kesulitan menyusu dan minum harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Penggunaan nebulizer juga harus berdasarkan indikasi dan petunjuk tenaga medis, bukan dilakukan sembarangan secara mandiri.

Selain gangguan fisik, paparan kabut asap berkepanjangan berpotensi memengaruhi kesehatan jiwa masyarakat. Gangguan aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan dapat memicu stres maupun kecemasan.

baca juga

Karena itu, masyarakat dianjurkan menjaga rutinitas anak dan mengupayakan aktivitas di dalam ruangan dengan kualitas udara lebih bersih. Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan perilaku anak, termasuk gangguan tidur dan pola makan.

"Jika keluhan menetap dan mengganggu keseharian, segera konsultasikan dengan tenaga medis/kesehatan, jangan tunggu memburuk," ujarnya.

N95 dan KN95 Dianjurkan Saat Harus Keluar Rumah

Untuk mengurangi paparan asap, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Jika harus keluar, penggunaan respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat dapat membantu menyaring partikel halus.

Apabila respirator tersebut tidak tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker medis atau masker kain secara berlapis. Namun, bayi dan balita sebaiknya dilindungi dengan mengurangi paparan asap, bukan mengandalkan penggunaan masker.

Kemenkes juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan ruang yang lebih aman dari asap, dilengkapi penyaring udara yang sesuai dan akses pelayanan kesehatan. Fasilitas tersebut terutama ditujukan untuk membantu melindungi bayi, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Sejumlah daerah terdampak dilaporkan telah menyediakan ruang oksigen. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan kebutuhan masyarakat setempat.

"Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan kebutuhan masyarakat setempat, melalui koordinasi OPD seperti dinas kesehatan, BPBD, dan perangkat daerah terkait. Bagi warga yang rumahnya sulit terlindung dari asap, akses ke ruang dengan udara lebih bersih menjadi penting," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Opini | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Sumatera Selatan Berselimut Kabut Asap, 1.324 Titik Panas Terdeteksi

Sumatera Selatan Berselimut Kabut Asap, 1.324 Titik Panas Terdeteksi

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Karhutla Indonesia, Prabowo Usulkan Penambahan 70 Ribu Polisi Hutan

Karhutla Indonesia, Prabowo Usulkan Penambahan 70 Ribu Polisi Hutan

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:30 WIB

DPR Desak Pemerintah Kerahkan Seluruh Kekuatan Atasi Karhutla: Rakyat Sudah Sesak Napas

DPR Desak Pemerintah Kerahkan Seluruh Kekuatan Atasi Karhutla: Rakyat Sudah Sesak Napas

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Terkini

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:30 WIB

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Legenda Kosmetik Indnesia Martha Tilaar Meninggal Dunia

Legenda Kosmetik Indnesia Martha Tilaar Meninggal Dunia

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Bisnis Asal Malang Layani 250 Persen Lebih Banyak Pelanggan Berkat AI WhatsApp

Bisnis Asal Malang Layani 250 Persen Lebih Banyak Pelanggan Berkat AI WhatsApp

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:24 WIB

9 Fakta Film Narnia: The Magician's Nephew Karya Greta Gerwig

9 Fakta Film Narnia: The Magician's Nephew Karya Greta Gerwig

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

×