Komunikasi Pemerintah Prabowo Kena Kritik: Menteri Kerap Blunder, Narasi Tak Sinkron!

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Senin, 19 Oktober 2026 | 10:10 WIB
Komunikasi Pemerintah Prabowo Kena Kritik: Menteri Kerap Blunder, Narasi Tak Sinkron!
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/@prabowo)
baca 10 detik
  • Pengamat Jamiluddin Ritonga menilai komunikasi pemerintahan Prabowo belum efektif akibat ego sektoral menteri.
  • Pidato spontan presiden serta klaim keberhasilan yang tidak sesuai realitas lapangan berisiko memicu polemik publik.
  • Pemerintah disarankan menerapkan pendekatan komunikasi dua arah melalui sistem komunikasi nasional dan Badan Komunikasi Pemerintah.

Suara.com - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, mengkritik komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai belum efektif.

Ego sektoral di lingkungan kabinet disebut membuat pesan antarkementerian tidak selaras, sementara pernyataan sejumlah pejabat justru memicu polemik di ruang publik.

"Di awal pemerintahan, terjadi banyak ketidaksinkronan narasi antar pembantu presiden. Beberapa menteri atau kepala lembaga sering melontarkan pernyataan yang tidak terkoordinasi (blunder) atau salah memilih diksi, yang akhirnya memicu polemik publik," kata Jamiluddin dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Menurut Jamiluddin, persoalan tersebut bukan sekadar soal pernyataan menteri yang saling bertentangan.

Komunikasi pemerintah juga dinilai belum sepenuhnya berangkat dari kebutuhan masyarakat, sehingga pesan yang disampaikan belum tentu menjawab persoalan yang dirasakan publik.

Presiden Prabowo disebut menginginkan komunikasi pemerintah dikelola secara institusional melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Lembaga ini diharapkan dapat menyelaraskan pesan antarkementerian sekaligus menjadi jembatan dialog antara pemerintah dan masyarakat.

Namun, Jamiluddin menilai upaya tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan. Ia menyoroti kebiasaan Prabowo menyampaikan pidato secara spontan, terkadang tanpa naskah, yang berisiko memunculkan penafsiran berbeda.

"Akibat kebiasaan menyampaikan pidato secara spontan atau emosional tanpa skrip, beberapa pernyataan Prabowo terkadang dinilai kurang didukung data statistik yang solid. Pernyataan impulsif ini rentan disalahartikan atau digoreng oleh kelompok pengkritik," ujarnya.

Jamiluddin juga mengingatkan adanya jarak antara narasi optimisme pemerintah dan kondisi yang dialami masyarakat.

baca juga

Klaim keberhasilan, menurutnya, dapat memantik kritik apabila tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan, terutama ketika daya beli masyarakat masih tertekan.

"Jika komunikasi hanya fokus pada klaim keberhasilan sementara daya beli masyarakat tertekan, publik akan merespons secara kritis. Publik bisa saja menilai klaim keberhasilan itu hanya isapan jempol," ujar Jamiluddin.

Ia menilai persoalan komunikasi turut dipengaruhi pendekatan pemerintah yang pada awalnya lebih berfokus pada pekerjaan teknis. Pemerintah dianggap berasumsi bahwa hasil kerja yang baik akan dengan sendirinya membangun kepercayaan publik, tanpa perlu disertai penjelasan yang memadai.

Pendekatan tersebut, menurut Jamiluddin, sempat membuat hubungan komunikasi pemerintah dengan media massa dan jurnalis menjadi renggang.

Dampaknya, informasi mengenai kebijakan pemerintah berisiko tidak tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.

Karena itu, ia menilai perbaikan komunikasi tidak cukup dilakukan dengan menyelaraskan pernyataan antarkementerian dan lembaga. Pemerintah juga perlu mengubah pendekatan agar komunikasi tidak hanya berjalan satu arah dari pusat ke masyarakat.

"Jadi, agar orkestrasi pesan dapat diwujudkan maka Bakom dan badan komunikasi pemerintah lainnya harus sama-sama menggunakan pendekatan bottom up, bukan top down. Pendekatan komunikasi ini harus didukung adanya sistem komunikasi nasional," tuturnya.

Jamiluddin menjelaskan, sistem komunikasi nasional diperlukan untuk menghubungkan pemerintah pusat dan daerah sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dapat diteruskan kepada pengambil kebijakan.

"Sistem komunikasi nasional itu diperlukan untuk mengalirkan pesan dari pusat ke daerah dan sebaliknya. Kalau sistem komunikasi ditata dengan baik, barulah Bakom dapat mengorkestasi pesan sehingga komunikasi publik dapat berjalan dua arah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Nginap di Hambalang, Sekjen PBB dan Prabowo Diskusi Soal Palestina hingga Iklim

Nginap di Hambalang, Sekjen PBB dan Prabowo Diskusi Soal Palestina hingga Iklim

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Terkini

Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni

Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Gong Yoo Cerita ke Fans Jakarta, Bahagia Main LEGO Berjam-jam Sambil Dengar Musik

Gong Yoo Cerita ke Fans Jakarta, Bahagia Main LEGO Berjam-jam Sambil Dengar Musik

Entertainment | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Mengenal Operasi Modifikasi Cuaca Bobby Nasution Demi Usir Asap Karhutla di Sumut

Mengenal Operasi Modifikasi Cuaca Bobby Nasution Demi Usir Asap Karhutla di Sumut

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Meski Terkena Skandal Pasar Modal, BREN-CUAN Gelar Buyback Saham

Meski Terkena Skandal Pasar Modal, BREN-CUAN Gelar Buyback Saham

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Apakah Lip Crayon Make Over Tahan Lama? Ini Keunggulan dan Pilihan Warnanya

Apakah Lip Crayon Make Over Tahan Lama? Ini Keunggulan dan Pilihan Warnanya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Skin Food Viva Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Tepat Biar Hasilnya Maksimal

Skin Food Viva Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Tepat Biar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:35 WIB

×