WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

Pebriansyah Ariefana

Senin, 19 Oktober 2026 | 12:09 WIB
WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
baca 10 detik
  • Kebakaran hutan Indonesia dan fenomena El Nino menyebabkan krisis kabut asap parah di Asia Tenggara.

  • Singapura mengalami 13 hari berturut-turut kualitas udara tidak sehat akibat sebaran asap kebakaran lahan.

  • WMO mendorong kerja sama pemadaman kebakaran ASEAN serta pengetatan aturan pembukaan lahan secara kolektif.

Suara.com - Krisis kabut asap lintas batas terburuk kini mengepung kawasan Asia Tenggara akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Fenomena cuaca El Nino yang memicu kemarau panjang menjadi penyebab utama api terus membesar dan meluas.

Direktur Kantor Regional Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) untuk Asia Pasifik, Ben Churchill, menegaskan krisis ini tidak akan selesai dalam waktu singkat.

"Krisis ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, sampai arah angin berubah dan hujan membasahi kebakaran di sana," ujar Ben Churchill saat ditemui di kantor WMO Tai Seng, dikutip dari ST Singapura.

Ilustrasi Kebakaran Hutan (Pexels/K)
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Pexels/K)

Kombinasi metode pembukaan lahan tradisional dan fenomena El Nino terkuat sepanjang sejarah menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran kebakaran hutan. Tercatat sekitar separuh kabut asap dunia bersumber dari wilayah Indonesia berdasarkan pemantauan satelit Copernicus milik Uni Eropa.

Singapura mencatat rekor buruk dengan 13 hari berturut-turut mengalami kualitas udara tidak sehat.

Dampak pencemaran udara ini memaksa sejumlah fasilitas olahraga air di kawasan Kallang menghentikan aktivitas operasionalnya.

Menteri Berkelanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi bahaya polusi yang berkepanjangan.

"Saat ini kita memang sedang mencermati situasi di Indonesia, tetapi hal ini bisa saja terjadi di mana pun, kepada siapa pun, dan kapan pun—mengingat kondisi awal yang kita amati terkait pemanasan global, ditambah dengan dampak yang diperparah oleh fenomena El Niño," ujar Churchill menanggapi situasi tersebut.

WMO mendorong seluruh negara anggota ASEAN untuk membentuk kesatuan sumber daya pemadam kebakaran bersama secara terintegrasi.

baca juga

Langkah ini mencakup investasi peralatan bersama hingga pembaruan regulasi land-clearing bagi perusahaan dan petani lokal.

"Menurut saya, jika kita menuntaskan masalah ini sejak dini—dengan mengubah praktik-praktik kita dan berupaya semaksimal mungkin secara kolektif untuk memperbaiki pengelolaan lahan, memperketat regulasi, serta mengedukasi para petani dan perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut—kita dapat melangkah jauh dalam menjamin serta menjaga keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan bagi komunitas ASEAN," ungkap Churchill.

Singapura sendiri telah menawarkan bantuan personel sipil serta teknologi pembenihan awan kepada Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Jumhur Hidayat.

Sistem peringatan dini cuaca juga harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat agar penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat.

"Setiap orang dapat mengambil tindakan di tingkat mana pun—baik itu di tingkat politik, tingkat komunitas, oleh para petani secara perorangan, maupun oleh individu itu sendiri," lanjut Churchill.

"Setiap orang memiliki suara, dan setiap orang memiliki kekuatan untuk melakukan berbagai hal dengan cara yang berbeda di masa depan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tambahnya.

Perubahan arah angin dan turunnya hujan monsun timur laut menjadi satu-satunya harapan alami untuk memadamkan titik api secara total.

Idealnya, kami terus berharap agar Indonesia dan dengan bantuan dukungan internasional lainnya terus melakukan yang terbaik, ucap Churchill.

“Tetapi yang terbaik tidak selalu cukup. Jadi, ya, inilah yang kami harapkan dengan adanya musim hujan, dan musim hujan memang membawa hujan,” tuturnya menambahkan.

Namun, kedatangan musim hujan diprediksi akan mengalami keterlambatan akibat intervensi gelombang panas El Nino yang sangat kuat pada tahun ini.

“Mungkin sedikit bervariasi, tapi itu akan terjadi,” kata Churchill optimistis mengenai datangnya hujan monsun.

Krisis polusi udara lintas batas di Asia Tenggara merupakan masalah tahunan yang dipicu oleh praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Kondisi tahun ini memburuk drastis karena bertepatan dengan datangnya El Nino ekstrem yang telah diwanti-wanti WMO sejak pertengahan tahun.

Pemanasan global akibat aktivitas manusia turut memperparah durasi kekeringan sehingga memicu rentetan hari dengan kualitas udara berbahaya di negara tetangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singapura Tuntut Ini ke 7 Perusahaan yang Dituduh Biang Kerok Kebakaran Hutan Indonesia

Singapura Tuntut Ini ke 7 Perusahaan yang Dituduh Biang Kerok Kebakaran Hutan Indonesia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Anggota Parlemen Lim Guan Eng: Rakyat Malaysia Tidak Bisa Diam Lagi Hadapi Kabut Asap dari Indonesia

Anggota Parlemen Lim Guan Eng: Rakyat Malaysia Tidak Bisa Diam Lagi Hadapi Kabut Asap dari Indonesia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Terkini

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Apa Perbedaan Tas Longchamp Asli dan Palsu? Begini Cara Cek Keasliannya

Apa Perbedaan Tas Longchamp Asli dan Palsu? Begini Cara Cek Keasliannya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bagaimana Cara Penguasa Memutarbalikkan Fakta Lewat Bahasa di Animal Farm?

Bagaimana Cara Penguasa Memutarbalikkan Fakta Lewat Bahasa di Animal Farm?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Sebut Kesalahan Data Bansos Bikin Orang Miskin Kehilangan Hak, Gus Ipul: Negara Tak Boleh Absen!

Sebut Kesalahan Data Bansos Bikin Orang Miskin Kehilangan Hak, Gus Ipul: Negara Tak Boleh Absen!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Subsidi BBM dan LPG Dipangkas Rp11,44 Triliun: Bijak atau Sembrono?

Subsidi BBM dan LPG Dipangkas Rp11,44 Triliun: Bijak atau Sembrono?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Tayang 2027, Kim Ji Woong dan Kang Ki Young ZEROBASEONE Bintangi Film Siren

Tayang 2027, Kim Ji Woong dan Kang Ki Young ZEROBASEONE Bintangi Film Siren

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Sav Motor Sport Rebut Gelar Best Team BMW Cup 2026 di Mandalika

Sav Motor Sport Rebut Gelar Best Team BMW Cup 2026 di Mandalika

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Akui Arif Aiman Lawan Tersulit, Kevin Diks: Layak Main di Eropa

Akui Arif Aiman Lawan Tersulit, Kevin Diks: Layak Main di Eropa

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:58 WIB

6 Rekomendasi Vacuum Cleaner Terbaik untuk Rumah, Bersih-Bersih Jadi Makin Praktis

6 Rekomendasi Vacuum Cleaner Terbaik untuk Rumah, Bersih-Bersih Jadi Makin Praktis

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Geger Dugaan Aksi Bejat Oknum Gus, Ponpes di Probolinggo Mendadak Lengang Ditinggal Santriwati

Geger Dugaan Aksi Bejat Oknum Gus, Ponpes di Probolinggo Mendadak Lengang Ditinggal Santriwati

Jatim | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:55 WIB

×