Apa Penyebab Demo Besar-besaran di Prancis? Ini Kronologi Kerusuhan Prancis

Ruth Meliana

Senin, 19 Oktober 2026 | 12:20 WIB
Apa Penyebab Demo Besar-besaran di Prancis? Ini Kronologi Kerusuhan Prancis
kerusuhan di Prancis (X.com)
baca 10 detik
  • Pelajar SMA di Creteil memicu protes nasional pada September dan Oktober 2026 akibat fasilitas rusak serta krisis pendidikan.
  • Demonstrasi meluas melibatkan ratusan ribu orang karena lonjakan biaya hidup, inflasi, serta kebijakan penghematan anggaran pemerintah Prancis.
  • Ketidakpuasan politik terhadap Presiden Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Sébastien Lecornu memicu kerusuhan serta bentrokan di berbagai kota.

Suara.com - Gelombang demonstrasi besar-besaran yang mengguncang Prancis pada Oktober 2026 bermula dari aksi lokal pelajar SMA di Creteil, pinggiran Paris, sejak September.

Awalnya, siswa memprotes kekurangan staf pengajar, fasilitas sekolah yang rusak parah—mulai dari kebocoran, langit-langit runtuh, mebel rusak, hingga infestasi tikus—serta ruang kelas yang terlalu padat, jam belajar panjang, suhu ekstrem, dan sistem seleksi kampus Parcoursup yang dianggap tidak adil.

Demo di Prancis cepat menyebar ke Paris, Marseille, Lille, Nantes, dan kota-kota lain, melibatkan ratusan ribu orang. Pada puncaknya sekitar 17 Oktober, sekitar 550.000 hingga 800.000 demonstran turun ke jalan yang memicu kerusuhan di Prancis.

Apa yang dimulai sebagai tuntutan reformasi pendidikan berubah menjadi gerakan nasional yang lebih luas, menyatukan pelajar, guru, serikat pekerja, gerakan Rompi Kuning (Yellow Vests), pekerja, dan warga kelas menengah-bawah yang merasa tercekik.

Penyebab utama pertama adalah krisis pendidikan yang menahun. Pemerintah telah memangkas anggaran secara riil selama bertahun-tahun meski jumlah siswa meningkat. Banyak sekolah kekurangan guru pengganti sehingga siswa kehilangan ratusan jam pelajaran, sementara bangunan bobrok dan overcrowded menjadi normal.

Siswa dan guru menuntut penambahan tenaga pengajar, perbaikan fasilitas, pengurangan jumlah siswa per kelas, serta reformasi sistem penerimaan perguruan tinggi.

Ketika tuntutan ini diabaikan dan respons pemerintah dinilai lamban—meski ada janji tambahan ribuan guru pengganti—kemarahan meluas. Media lokal menampilkan kondisi memprihatinkan ini, yang kemudian menjadi simbol kegagalan layanan publik secara keseluruhan.

Penyebab kedua yang lebih dominan adalah lonjakan biaya hidup yang memberatkan rakyat. Inflasi, kenaikan harga bahan bakar sebagian dipicu konflik di Timur Tengah, sewa rumah yang terus naik, serta upah yang stagnan membuat kelas menengah dan bawah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Demonstran, termasuk guru dan pekerja, mengeluhkan bahwa mereka bekerja keras namun tetap hidup dalam kondisi hampir miskin. Gerakan Rompi Kuning yang pernah heboh pada 2018 kembali aktif, menyerukan aksi bersama pemuda.

baca juga

Serikat pekerja seperti CGT menuntut kenaikan upah, pensiun yang lebih baik, dan pajak kekayaan bagi orang super kaya.

Kebijakan penghematan anggaran pemerintah sebesar puluhan miliar euro untuk menekan defisit (yang sudah tinggi, utang publik mencapai sekitar 119 persen PDB) semakin memperburuk persepsi bahwa negara lebih memprioritaskan penghematan ketimbang kesejahteraan warga.

Akhirnya, faktor politik dan ketimpangan sosial memperbesar skala aksi. Dengan pemilihan presiden 2027 yang semakin dekat untuk menggantikan Emmanuel Macron, ketidakpuasan terhadap pemerintahan termasuk PM Sébastien Lecornu memuncak.

Banyak yang merasa politisi tidak mendengar, kekayaan terkonsentrasi pada segelintir orang, dan masa depan generasi muda suram. Kombinasi isu pendidikan, ekonomi, dan politik ini menciptakan “payung” besar yang menyatukan berbagai kelompok.

Meski sebagian besar aksi damai, eskalasi menjadi kerusuhan, penjarahan, dan bentrok dengan polisi di beberapa kota menunjukkan kedalaman frustrasi yang terpendam. Demo di Prancis ini bukan sekadar protes sesaat, melainkan ekspresi akumulasi masalah struktural yang menuntut perubahan nyata dari pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Polda Metro Jaya Tak Hadir, Sidang Praperadilan Aktivis Ube Ditunda Sepekan

Polda Metro Jaya Tak Hadir, Sidang Praperadilan Aktivis Ube Ditunda Sepekan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Terkini

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Apa Perbedaan Tas Longchamp Asli dan Palsu? Begini Cara Cek Keasliannya

Apa Perbedaan Tas Longchamp Asli dan Palsu? Begini Cara Cek Keasliannya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bagaimana Cara Penguasa Memutarbalikkan Fakta Lewat Bahasa di Animal Farm?

Bagaimana Cara Penguasa Memutarbalikkan Fakta Lewat Bahasa di Animal Farm?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Sebut Kesalahan Data Bansos Bikin Orang Miskin Kehilangan Hak, Gus Ipul: Negara Tak Boleh Absen!

Sebut Kesalahan Data Bansos Bikin Orang Miskin Kehilangan Hak, Gus Ipul: Negara Tak Boleh Absen!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Subsidi BBM dan LPG Dipangkas Rp11,44 Triliun: Bijak atau Sembrono?

Subsidi BBM dan LPG Dipangkas Rp11,44 Triliun: Bijak atau Sembrono?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Tayang 2027, Kim Ji Woong dan Kang Ki Young ZEROBASEONE Bintangi Film Siren

Tayang 2027, Kim Ji Woong dan Kang Ki Young ZEROBASEONE Bintangi Film Siren

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:58 WIB

×