Asap Karhutla Mulai Menjauh, Jakarta Tetap Waspada Hadapi Ancaman Polusi Udara

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Senin, 19 Oktober 2026 | 12:44 WIB
Asap Karhutla Mulai Menjauh, Jakarta Tetap Waspada Hadapi Ancaman Polusi Udara
Ilustrasi polusi Jakarta (Freepik.com/diana.grygrytsku)
baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah antisipasi sebaran asap karhutla pada Senin, 19 Oktober 2026.
  • Gubernur DKI Jakarta menyiagakan 367 fasilitas kesehatan guna menangani potensi gangguan pernapasan warga secara sigap.
  • Pemerintah mengaktifkan penyemprotan water mist serta memantau kualitas udara secara real-time demi melindungi kesehatan masyarakat.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat langkah antisipasi dampak sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin (19/10/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau lewat citra satelit Himawari bahwa asap dari Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di atas Jabodetabek pada Jumat (16/10/2026).

Asap itu berada di lapisan atmosfer tinggi, sehingga tidak serta-merta memengaruhi kualitas udara yang dihirup warga.

Pemantauan terkini bahkan menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh dari Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, seiring berubahnya pola angin.

Meski begitu, Pemprov DKI tetap waspada karena kualitas udara Jakarta juga dipengaruhi emisi transportasi, emisi industri, dan musim kemarau.

Beberapa titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih berada pada kategori sedang hingga tidak sehat, dengan partikulat halus PM2.5 sebagai parameter kritis.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan kesiapsiagaan penuh fasilitas kesehatan untuk menangani potensi gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Fasilitas yang disiagakan terdiri atas 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu, sehingga totalnya 367 fasilitas.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkoordinasi intensif dengan seluruh fasilitas itu agar warga yang membutuhkan dapat dilayani dengan sigap.

baca juga

Untuk menekan polutan, Pemprov DKI mengaktifkan penyemprotan water mist (kabut air) yang terpasang pada 179 perangkat di 145 gedung.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disiapkan sebagai opsi dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

Pemprov DKI pun memantau kualitas udara secara real-time melalui stasiun pemantau, sensor emisi, dan koordinasi dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Jika kualitas udara memburuk signifikan berdasarkan data resmi, Pemprov DKI akan menerapkan opsi lanjutan sesuai kebutuhan.

Opsi itu meliputi rekomendasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, dan imbauan penggunaan masker.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyampaikan pesan kepada warga di tengah kekhawatiran soal kualitas udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IDAI Minta Sekolah Terapkan 6 Langkah Lindungi Anak dari Asap Karhutla

IDAI Minta Sekolah Terapkan 6 Langkah Lindungi Anak dari Asap Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, BNPB Coba Cara Baru Pakai Dry Ice

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, BNPB Coba Cara Baru Pakai Dry Ice

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Terkini

PLN Klaim Blackout Batam-Bintan Sudah Dipulihkan 100 Persen

PLN Klaim Blackout Batam-Bintan Sudah Dipulihkan 100 Persen

Batam | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Paris Rusuh, WNI Diminta Jauhi Titik Keramaian dan Hubungi Nomor Ini Jika Darurat

Paris Rusuh, WNI Diminta Jauhi Titik Keramaian dan Hubungi Nomor Ini Jika Darurat

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Manfaat Bedak Marcks Ditambah Air Mawar Viva untuk Bruntusan, Benar Ampuh?

Manfaat Bedak Marcks Ditambah Air Mawar Viva untuk Bruntusan, Benar Ampuh?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Horor Indonesia Makin Naik Kelas, Film The Doll Ghawiah Bakal Tayang di 18 Layar IMAX

Horor Indonesia Makin Naik Kelas, Film The Doll Ghawiah Bakal Tayang di 18 Layar IMAX

Entertainment | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Fadli Zon Ingin Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia, Ini Strateginya

Fadli Zon Ingin Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia, Ini Strateginya

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Tak Hanya Perbaiki SD Tripleks Viral, Polisi Kampar Sumbang Perlengkapan Sekolah

Tak Hanya Perbaiki SD Tripleks Viral, Polisi Kampar Sumbang Perlengkapan Sekolah

Riau | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:33 WIB

Fakta-fakta Pertemuan 'Darurat' BEI dengan MSCI Sore Ini, Siapa Wakil Indonesia?

Fakta-fakta Pertemuan 'Darurat' BEI dengan MSCI Sore Ini, Siapa Wakil Indonesia?

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:33 WIB

Drama Our Sticky Love, Misteri Kecelakaan yang Berakhir Hubungan Pura-Pura

Drama Our Sticky Love, Misteri Kecelakaan yang Berakhir Hubungan Pura-Pura

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Tergeser oleh Gibran, Selisih Capai 7 Persen

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Tergeser oleh Gibran, Selisih Capai 7 Persen

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Jabat Wamentan, Alim Ditugaskan Urus Produktivitas Kedelai Hingga Bawang

Jabat Wamentan, Alim Ditugaskan Urus Produktivitas Kedelai Hingga Bawang

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:26 WIB

×