IDAI Minta Sekolah Terapkan 6 Langkah Lindungi Anak dari Asap Karhutla

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 19 Oktober 2026 | 11:32 WIB
IDAI Minta Sekolah Terapkan 6 Langkah Lindungi Anak dari Asap Karhutla
Ilustrasi dampak asap karhutla. (Antara)
baca 10 detik
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia mendorong sekolah menerapkan enam langkah mitigasi untuk melindungi anak dari asap karhutla.
  • Keluarga diminta menyiapkan mitigasi di rumah dan memantau Indeks Standar Pencemaran Udara guna menentukan evakuasi anak.
  • Orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas berat akibat asap.

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendorong penerapan konsep Sekolah Aman Asap untuk melindungi anak dari paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut mencakup enam langkah, mulai dari pengaturan ventilasi hingga penggunaan exhaust fan untuk membantu mengurangi masuknya polutan ke lingkungan sekolah.

Rekomendasi tersebut merujuk pada Surat Edaran Nomor 90623/MPK/LL/2015 tentang Penanganan Pendidikan pada Daerah Terdampak Bencana Asap.

Dalam keterangan IDAI, enam langkah yang didorong untuk penerapan Sekolah Aman Asap meliputi pemasangan kipas angin untuk sirkulasi, penggunaan dakron pada ventilasi, pemasangan tirai kain basah, penyediaan akuarium, penanaman tanaman penyerap karbon dioksida (CO2), serta pemasangan exhaust fan yang menghadap berlawanan arah polutan.

Tanaman yang disebutkan dalam rekomendasi tersebut antara lain lidah mertua, lili paris, sirih gading, dan suplir.

Selain penyiapan lingkungan sekolah, IDAI menekankan pentingnya kesiapsiagaan guru dan tenaga kependidikan dalam menghadapi bencana asap. Sekolah diminta memiliki kemampuan untuk mengenali tanda bahaya dan menyiapkan rencana evakuasi bagi anak.

Sekretaris Satgas Siaga Bencana IDAI, Dr. Dimas Dwi Saputro, SpA, Subsp Respi(K), mengatakan perlindungan anak di tengah bencana asap membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

"Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga garda terdepan perlindungan anak. Guru dan tenaga kependidikan harus mampu mengenali tanda bahaya, memiliki rencana evakuasi, dan memastikan tidak ada anak yang terpapar asap tanpa perlindungan," kata Dimas, Senin (19/10/2026).

IDAI juga mendorong keluarga untuk menyiapkan langkah mitigasi di rumah. Upaya tersebut antara lain mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela dan pintu untuk menciptakan ruang dengan udara lebih bersih, menggunakan exhaust fan, memasang tirai basah, serta menyiapkan kebutuhan keluarga untuk menghadapi situasi darurat.

Keluarga juga diminta menyiapkan tas siaga bencana, memahami jalur evakuasi dan titik kumpul, serta memiliki rencana kesiapsiagaan keluarga.

baca juga

Selain kesiapan lingkungan, pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah perlindungan anak. Rekomendasi IDAI membagi respons berdasarkan kelompok usia, yakni neonatus berusia 0–28 hari, bayi 28 hari–12 bulan, balita 12–60 bulan, anak usia 5–12 tahun, dan remaja usia 12–18 tahun.

Pada ISPU 0–50 atau kategori baik hingga ISPU 51–100 atau kategori sedang, kelompok rentan dianjurkan mengurangi paparan asap dan menggunakan masker.

Sementara itu, pada ISPU 101–199 atau kategori tidak sehat dan ISPU 200–299 atau kategori sangat tidak sehat, kelompok rentan, terutama neonatus serta bayi dan balita dengan penyakit dasar, direkomendasikan untuk dievakuasi ke penampungan berudara bersih atau lokasi aman atas indikasi medis.

Pada kondisi tersebut, pemberian obat esensial dan suplementasi oksigen dilakukan sesuai indikasi. Adapun pada ISPU di atas 300 atau kategori berbahaya, evakuasi diberlakukan bagi seluruh kelompok.

IDAI mengingatkan orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami sesak napas berat, tarikan dinding dada, bibir membiru, penurunan kesadaran, atau tidak mampu minum.

Dalam situasi karhutla, IDAI menekankan bahwa perlindungan anak perlu dilakukan bersama oleh keluarga, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pemerintah, termasuk melalui kesiapan menghadapi kondisi darurat dan evakuasi ketika lingkungan tidak lagi aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuci Tangan hingga Pilah Sampah, Kebiasaan Kecil yang Perlu Diajarkan Sejak Sekolah

Cuci Tangan hingga Pilah Sampah, Kebiasaan Kecil yang Perlu Diajarkan Sejak Sekolah

Health | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:09 WIB

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

Health | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Ketika Anak Takut Berangkat Sekolah, Siapa Bertanggung Jawab?

Ketika Anak Takut Berangkat Sekolah, Siapa Bertanggung Jawab?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Keluar dari Xbox, Undead Labs Tetap Targetkan State of Decay 3 pada 2027

Keluar dari Xbox, Undead Labs Tetap Targetkan State of Decay 3 pada 2027

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:31 WIB

PLN Batam Klaim Blackout Tak Berkaitan dengan Pengujian Data Center

PLN Batam Klaim Blackout Tak Berkaitan dengan Pengujian Data Center

Batam | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Eksplorasi Teror Doppelganger dalam Film Other Mommy

Eksplorasi Teror Doppelganger dalam Film Other Mommy

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Wujudkan Gaya Hidup Aktif dan Finansial Terencana, bank bjb Hadirkan Promo Semarang 10K

Wujudkan Gaya Hidup Aktif dan Finansial Terencana, bank bjb Hadirkan Promo Semarang 10K

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Real or Cake Versi Berita: Saat Artificial Intelligence Mengaburkan Batas Asli dan Palsu

Real or Cake Versi Berita: Saat Artificial Intelligence Mengaburkan Batas Asli dan Palsu

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Terbiasa Menghirup Asap Karhutla Bukan Berarti Paru-Paru Kita Kebal

Terbiasa Menghirup Asap Karhutla Bukan Berarti Paru-Paru Kita Kebal

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone

Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Penurunan Serangga Penyerbuk Ancam Ketahanan Pangan Global: Kok Bisa?

Penurunan Serangga Penyerbuk Ancam Ketahanan Pangan Global: Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Timnas Malaysia Harus Gigit Jari, Hajime Moriyasu Pilih ke Eropa Bukan ASEAN

Timnas Malaysia Harus Gigit Jari, Hajime Moriyasu Pilih ke Eropa Bukan ASEAN

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Perbedaan Bedak Tabur Sariayu Warna Kuning Langsat vs Pengantin, Ini Detailnya

Perbedaan Bedak Tabur Sariayu Warna Kuning Langsat vs Pengantin, Ini Detailnya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×