- Pramono menyatakan tawuran antarwarga di Manggarai terjadi karena provokasi pemuda pada Minggu (18/10/2026).
- Aparat keamanan menangkap enam orang terduga pelaku provokasi dan tindakan berlebihan setelah bentrokan berhasil diredam petugas gabungan.
- Pemda bersama TNI dan kepolisian menyepakati pendirian posko bersama guna mengantisipasi tawuran susulan di lokasi tersebut.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyoroti tawuran antarwarga yang kembali pecah di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, tawuran bermula dari aksi saling memprovokasi dua kelompok pemuda.
"Kebetulan begitu tawuran terjadi, memang ini saling memprovokasi dua kelompok pemuda, kemudian bakar-bakar petasan dan sebagainya sehingga kemudian terjadi tawuran," ujar Pramono saat memberikan keterangan pers di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).
Begitu bentrokan pecah, sejumlah pejabat langsung turun ke lapangan.
![Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Adiyoga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/16/44414-gubernur-dki-jakarta-pramono-anung.jpg)
"Ketika tawuran, baik Kapolres, Dandim, Wali Kota langsung turun ke lapangan dan saya berkoordinasi dengan Wali Kota," lanjut Pramono.
Aparat gabungan kemudian mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat.
"Sampai dengan tadi malam, ada enam orang yang kemudian ditangkap karena dianggap memprovokasi dan melakukan tindakan tawuran yang berlebihan," kata Pramono.
Eks Sekretaris Kabinet (Seskab) itu menyayangkan kejadian ini karena permintaan warga setempat terkait pembangunan fasilitas untuk menekan tawuran sebenarnya sudah dipenuhi.
"Padahal di tempat itu sesuai dengan pada waktu kunjungan saya ke sana, mereka minta untuk dibangunkan fasilitas publik untuk olahraga dan sudah kami lakukan itu dari CSR yang ada. Tetapi sampai hari ini tawuran itu masih ada," kata dia.
Sebagai langkah lanjutan, kepolisian, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta menggelar kesepakatan bersama para pemuda setempat.
Hasilnya, mereka bersepakat mendirikan posko bersama di lokasi rawan tawuran.
"Untuk itu, kemarin baik dari kepolisian, dari TNI, dari pemerintah daerah DKI Jakarta akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama, dan saya menyetujui untuk itu. Mudah-mudahan ini sebagai antisipasi untuk menahan tawuran yang ada di tempat itu," tandas Pramono.