- Sebuah video JPO di kawasan Kota Bambu, Jakarta Barat, viral karena dinilai tidak ramah disabilitas.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan segera memeriksa kondisi fasilitas tersebut pada Jumat, 16 Oktober 2026.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan perbaikan jika JPO tersebut terbukti belum memenuhi standar aksesibilitas.
Suara.com - Kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat, viral di media sosial karena dinilai belum ramah bagi penyandang disabilitas.
JPO tersebut menjadi akses menuju sejumlah rumah sakit rujukan nasional, seperti RS Harapan Kita dan RS Dharmais.
Pengunggah video menyebut fasilitas itu belum ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, maupun penumpang prioritas.
Dalam video yang ramai disorot warganet tersebut, pengunggah juga menandai akun media sosial resmi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan meminta revitalisasi segera dilakukan.
Ia menilai akses menuju fasilitas kesehatan seharusnya dipermudah, terutama bagi penyandang disabilitas dan penumpang prioritas.
Video tersebut telah disukai lebih dari 20 ribu kali dan mendapat ratusan komentar.
Menanggapi keluhan warga itu, Pramono menegaskan pihaknya tidak akan menutup mata. Ia berjanji memeriksa langsung kondisi JPO tersebut.
"Saya akan segera cek," janji Pramono saat memberikan keterangan pers di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).
Pramono mengatakan perbaikan akan dilakukan jika hasil pengecekan menunjukkan fasilitas tersebut belum memenuhi standar aksesibilitas.
"Kalau memang belum memenuhi standar untuk disabilitas dan sebagainya, dan memudahkan untuk aktivitas bagi orang untuk berobat ke rumah sakit dan sebagainya, nanti akan kami lakukan perbaikan," tegas mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) itu.
Sebelumnya, Pramono juga sempat mengakui bahwa belum semua halte maupun JPO Transjakarta ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas.
"Belum semuanya mempunyai lift untuk naik dan turun," kata politikus senior tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono berjanji pemenuhan fasilitas yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas akan dilakukan secara bertahap di setiap halte maupun JPO.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan rinci mengenai jadwal pengecekan maupun bentuk perbaikan yang akan dilakukan terhadap JPO tersebut.