PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 19 Oktober 2026 | 16:33 WIB
PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso]
baca 10 detik
  • Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyebut pertimbangan MK soal ijazah Gibran sebagai atraksi politik.
  • Ali menilai MK tetap memeriksa permohonan tanpa legal standing demi menciptakan kegaduhan untuk mendegradasi Wakil Presiden.
  • Presiden ketujuh RI Joko Widodo menyatakan gelombang isu tersebut merupakan bagian dari skenario operasi politik yang sistematis.

Suara.com - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, memberikan tanggapan keras terkait pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai syarat ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menilai langkah MK dalam menagani perkara tersebut sebagai bentuk atraksi politik.

"Kalau saya bilang itu atraksi politik Mahkamah Konstitusi," tegas Ahmad Ali di Kantor DPP PSI, Jakarta, Senin (19/20/2026).

Ali menyetujui pandangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menilai polemik ini memicu kegaduhan yang sengaja diciptakan untuk menyudutkan posisi Wakil Presiden.

Kolase foto Gibran Rakabuming Raka (kiri), Jokowi dan Kaesang Pangarep (kanan). [Suara.com]
Kolase foto Gibran Rakabuming Raka (kiri), Jokowi dan Kaesang Pangarep (kanan). [Suara.com]

"Pada akhirnya kita juga tidak bisa menyalahkan apa yang disampaikan Pak Jokowi bahwa itu adalah operasi politik. Memang sengaja membuat kegaduhan untuk mendegradasi Mas Wapres," ujarnya.

Ia mempertanyakan langkah MK yang tetap mendalami pokok pertimbangan padahal sejak awal permohonan tersebut tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing).

"Sesuatu hal yang sejak awal diketahui bahwa yang bersangkutan tidak punya legal standing, tapi masih kegenitan untuk masuk melakukan pemeriksaan hal-hal yang pada akhirnya membuat kegaduhan," kritik Ali.

Ali menegaskan, bahwa pertimbangan hakim dalam putusan yang amarnya dinyatakan tidak dapat diterima tidak bersifat mengikat dan hanya sebatas drama.

"Pertimbangan-pertimbangan itu kan bukan putusan yang mengikat. Itu hanya drama politik yang diciptakan oleh Mahkamah Konstitusi menurut saya," tambahnya.

baca juga

Secara khusus, Ali juga menyoroti keterlibatan Hakim MK Arsul Sani dan memintanya untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

"Kita minta Arsul Sani untuk bicara. Menurut keterangan Ketua KPU kemarin, dia menjadi bagian dari panja penyusunan PKPU itu. Jangan bersembunyi di balik jubahnya, seakan-akan menjadi orang suci di Mahkamah Konstitusi," kata dia.

Ia pun menyayangkan prosedur pemeriksaan di MK yang dinilainya melompati tahapan lazim demi motif tertentu.

"Jadi atraksi politik yang memang sengaja dipertontonkan oleh Mahkamah Konstitusi dengan tujuan politik," pungkasnya.

Respons Jokowi

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi meyakini gelombang isu ijazah serta wacana pemakzulan anaknya yang juga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan hasil dari skenario operasi politik.

Langkah sistematis ini dinilai sengaja dirancang guna menggerogoti kredibilitas figur publik tertentu di tengah dinamika politik nasional.

"Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," terangnya saat ditemui, Jumat (16/10/2026).

Meski demikian, Jokowi tidak mempermasalahkan itu. Jokowi pun bersikap santai adanya tudingan ijazah palsu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Suryo Tak Kaget Eksepsi Ditolak, Tapi Tetap Minta Jokowi Hadir di Sidang Lanjutan

Roy Suryo Tak Kaget Eksepsi Ditolak, Tapi Tetap Minta Jokowi Hadir di Sidang Lanjutan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Puji Jokowi Setinggi Langit, Eks Ketua NasDem Papua Barat Daya Petrus Kasihiw Resmi Loncat ke PSI

Puji Jokowi Setinggi Langit, Eks Ketua NasDem Papua Barat Daya Petrus Kasihiw Resmi Loncat ke PSI

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:19 WIB

Hadiri Sidang Bawa Wayang Petruk dan Gajah, Roy Suryo Sindir Hubungan Jokowi-PSI?

Hadiri Sidang Bawa Wayang Petruk dan Gajah, Roy Suryo Sindir Hubungan Jokowi-PSI?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:01 WIB

'Minggu Depan Kita Buka-bukaan', Kubu Roy Suryo Minta Jaksa Bawa Ijazah Jokowi ke Sidang

'Minggu Depan Kita Buka-bukaan', Kubu Roy Suryo Minta Jaksa Bawa Ijazah Jokowi ke Sidang

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Ngakak Semua! Viral Relawan Karhutla Limunjan Hibur Tim Pakai Suara Jokowi di Tengah Kebakaran Hutan

Ngakak Semua! Viral Relawan Karhutla Limunjan Hibur Tim Pakai Suara Jokowi di Tengah Kebakaran Hutan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Terkini

PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!

PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Zulhas Akui Pembangunan 80 Ribu Kopdes Merah Putih Tidak Mudah, Ada yang Bisa Gagal

Zulhas Akui Pembangunan 80 Ribu Kopdes Merah Putih Tidak Mudah, Ada yang Bisa Gagal

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Sumbang Royalti untuk Palestina, Novelis Sally Rooney Dicekal Inggris

Sumbang Royalti untuk Palestina, Novelis Sally Rooney Dicekal Inggris

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Deretan Motor Baru Seharga iPhone 18 Pro di Indonesia, Ada Yamaha, Honda, Suzuki

Deretan Motor Baru Seharga iPhone 18 Pro di Indonesia, Ada Yamaha, Honda, Suzuki

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Babat Habis Hutan Demi Lahan Pertanian, Warga Bojonegoro Bersiap Hadapi Bencana?

Babat Habis Hutan Demi Lahan Pertanian, Warga Bojonegoro Bersiap Hadapi Bencana?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Konferensi Republik Beri Rapor Merah: Pemerintah Inkompeten!

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Konferensi Republik Beri Rapor Merah: Pemerintah Inkompeten!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Motor Listrik MBG Mangkrak di Sebelah Tumpukan Sampah di Bekasi, Netizen: Itu Sih Diumpetin Dulu

Motor Listrik MBG Mangkrak di Sebelah Tumpukan Sampah di Bekasi, Netizen: Itu Sih Diumpetin Dulu

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Duka Mendalam Marsha Aruan: Sang Ibunda Berpulang, Kini Jadi Yatim Piatu

Duka Mendalam Marsha Aruan: Sang Ibunda Berpulang, Kini Jadi Yatim Piatu

Entertainment | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Dari Karhutla hingga Keresahan Publik, Suara Kritik di Tengah Riuh Synchronize Fest 2026

Dari Karhutla hingga Keresahan Publik, Suara Kritik di Tengah Riuh Synchronize Fest 2026

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:22 WIB

9 Fitur Penting yang Harus Ada di Air Fryer, Cek Sebelum Membeli

9 Fitur Penting yang Harus Ada di Air Fryer, Cek Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:21 WIB

×