Kasus Teror BEM UI: Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Uji Forensik Barang Pelaku yang Tertinggal

Muhamad Yasir

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:01 WIB
Kasus Teror BEM UI: Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Uji Forensik Barang Pelaku yang Tertinggal
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. [Dok. Polda Metro Jaya]
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menganalisis rekaman CCTV dan menunggu hasil uji laboratorium forensik terkait kasus pemukulan aktivis BEM UI.
  • Korban diserang orang tak dikenal pada Minggu, 4 Oktober 2026, di Jalan Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan.
  • Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami cedera kepala, luka lebam, serta luka robek di bagian bibir.

Suara.com - Polda Metro Jaya masih menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap barang yang diduga milik pelaku pemukulan Koordinator Bidang Sosial Politik BEM Universitas Indonesia (UI) 2024, Hafidz Hernanda.

Hingga kini, polisi belum mengungkap identitas pelaku maupun menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyidik menambah sejumlah rekaman CCTV untuk ditelaah. Analisis dilakukan secara digital forensik guna menyusun urutan kejadian dan mencocokkan waktu dalam rekaman.

“Semoga menemukan hasil yang signifikan dan segera mengungkap pelaku serta peristiwa kejadian-kejadian ini. Kita sangat tidak mentolerir kejadian yang menimpa aktivis ataupun salah satu BEM UI ini,” kata Budi di Monas, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Budi mengatakan sejauh ini penyelidikan belum menemui kendala. Namun, pengolahan rekaman membutuhkan waktu karena penyidik harus memeriksa urutan waktu, memastikan kesesuaian waktu rekaman, serta mencocokkannya dengan keterangan saksi dan barang bukti.

Menurut Budi, penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap barang yang diduga ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan tersebut akan disampaikan setelah prosesnya selesai.

“Kami juga masih menunggu hasil dari Labfor terkait tentang barang terduga pelaku yang tertinggal. Kita akan sampaikan hasilnya nanti,” katanya.

Lokasi dugaan penyerangan terhadap Kepala Bidang Sosial Politik BEM Universitas Indonesia, Muhammad Hafidz Hernanda, dikenal sebagai lintasan yang amat lengang saat larut malam. (Suara.com/Yoga)
Lokasi dugaan penyerangan terhadap Kepala Bidang Sosial Politik BEM Universitas Indonesia, Muhammad Hafidz Hernanda, dikenal sebagai lintasan yang amat lengang saat larut malam. (Suara.com/Yoga)

Sarung Tangan Lateks dan Lakban

Kasus pemukulan Hafidz sebelumnya disorot BEM UI karena dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.

baca juga

Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengatakan Hafidz, yang akrab disapa Bapis, diserang orang tak dikenal (OTK) saat pulang setelah mengikuti konsolidasi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 23.50 WIB.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Tebet Barat Dalam IX Nomor 21, Tebet, Jakarta Selatan. Hafidz mengalami cedera kepala, luka lebam, dan luka robek di bagian bibir.

Legal Consultant BEM UI, Adi, menilai sejumlah fakta dalam peristiwa tersebut perlu didalami. Salah satunya, fitur FindMy milik Hafidz disebut telah dimatikan pada pukul 23.39 WIB, sekitar 11 menit sebelum penyerangan.

"Pertama, bahwa ketika diperiksa, FindMy milik Bapis dimatikan pada pukul 23.39 WIB. Sebuah hal yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan dan terlihat tidak mungkin ketika serangan baru terjadi pada pukul 23.50 WIB," ungkapnya.

BEM UI juga menyoroti tindakan pelaku setelah menendang sepeda motor Hafidz.

Menurut Adi, pelaku justru memukuli korban dan tidak langsung mengambil sepeda motor atau barang berharga. Telepon seluler korban baru diambil setelah pertikaian selesai.

Selain itu, BEM UI menyebut ada sejumlah barang yang ditemukan terkait pelaku, yakni sepasang sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan korek api.

"Bahwa di antara barang bawaan pelaku, kami juga menemukan sepasang sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan juga korek api," tuturnya.

BEM UI turut menyebut sedikitnya ada dua orang lain di lokasi yang kemudian pergi bersama pelaku. Mereka meminta polisi mengungkap rangkaian kejanggalan tersebut untuk mengetahui motif penyerangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9.505 Personel Amankan Demo 2 Tahun Prabowo, Kapolda Ingatkan Anggota Jaga Emosi

9.505 Personel Amankan Demo 2 Tahun Prabowo, Kapolda Ingatkan Anggota Jaga Emosi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Cegah Pelajar Ikut Demo ke Jakarta, Polisi Jaga Ketat Stasiun dan Gerbang Tol

Cegah Pelajar Ikut Demo ke Jakarta, Polisi Jaga Ketat Stasiun dan Gerbang Tol

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Terkini

Kasus Teror BEM UI: Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Uji Forensik Barang Pelaku yang Tertinggal

Kasus Teror BEM UI: Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Uji Forensik Barang Pelaku yang Tertinggal

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Apa Arti Nama Thayaka, Anak Adopsi Ruben Onsu? Begini Asal-usulnya yang Bikin Haru

Apa Arti Nama Thayaka, Anak Adopsi Ruben Onsu? Begini Asal-usulnya yang Bikin Haru

Entertainment | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59 WIB

4 Rekomendasi Sariayu Face Serum untuk Berbagai Kebutuhan Kulit

4 Rekomendasi Sariayu Face Serum untuk Berbagai Kebutuhan Kulit

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Meski Didenda Rp100 M, Emiten CUAN Klaim Kondisi Keuangan Tak Terganggu

Meski Didenda Rp100 M, Emiten CUAN Klaim Kondisi Keuangan Tak Terganggu

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Wanita di Samarinda Bakar Ruko Gara-gara Gaji Tak Naik, Kerugian Capai Rp1,5 M

Wanita di Samarinda Bakar Ruko Gara-gara Gaji Tak Naik, Kerugian Capai Rp1,5 M

Kaltim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Sport | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Kenapa Bibir Kering dan Pecah-Pecah Padahal Sudah Banyak Minum?

Kenapa Bibir Kering dan Pecah-Pecah Padahal Sudah Banyak Minum?

Health | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Dear Math, We're Not Friends: Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan

Dear Math, We're Not Friends: Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Bukan Cuma Cantik, Ini Perubahan Tren Material yang Mulai Dipertimbangkan Pemilik Rumah

Bukan Cuma Cantik, Ini Perubahan Tren Material yang Mulai Dipertimbangkan Pemilik Rumah

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:46 WIB

×