Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:29 WIB
Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia
Pelari di Singapura memilih jogging di dalam mal guna menghindari polusi udara akibat karhutla. (IG)
baca 10 detik
  • Komunitas pelari Singapura mengalihkan aktivitas lari ke dalam mal akibat polusi udara.

  • Asap pembakaran hutan dan lahan di Asia Tenggara memperburuk kualitas udara regional.

  • Olahraga indoor menjadi solusi aman warga untuk menghindari paparan bahaya kabut asap.

Suara.com - Kelompok pelari di Singapura mengalihkan rute latihan harian mereka ke dalam area pusat perbelanjaan akibat memburuknya kualitas udara luar ruangan. Langkah tersebut diambil guna menjaga kondisi tubuh tetap fit tanpa harus terpapar polusi udara yang membahayakan kesehatan.

Video yang diunggah @Indonesian.core memperlihatkan aksi belasan pelari yang memadati lorong-lorong mal yang belum buka tersebut memicu perbincangan hangat di media sosial. Fenomena unik ini menandai tingginya adaptasi warga perkotaan dalam menyiasati ancaman pencemaran udara regional.

Ancaman kabut asap lintas batas ini memaksa masyarakat mengubah gaya hidup outdoor menjadi serba indoor. Tren berolahraga di ruang tertutup kini menjadi jalan keluar paling masuk akal bagi para penggiat kebugaran.

Aksi tidak biasa para pelari tersebut pertama kali mencuri perhatian publik setelah diunggah oleh akun Instagram @Indonesian.core. Tayangan itu memperlihatkan rombongan pelari melintasi deretan toko yang pintunya masih tertutup rapat.

Sorotan publik terhadap video tersebut mengemuka di tengah meningkatnya kecemasan warga atas penurunan kualitas udara secara drastis. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Asia Tenggara diyakini menjadi pemicu utama munculnya kabut asap tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Singapura segera melayangkan surat peringatan resmi kepada 7 korporasi yang beroperasi di wilayah Indonesia akibat dugaan keterlibatan dalam kebakaran hutan penyebab kabut asap lintas batas. Langkah tegas ini diambil langsung oleh Badan Lingkungan Nasional Singapura demi menekan dampak polusi udara parah yang meresahkan warga setempat.

Kebijakan hukum tersebut didasarkan sepenuhnya pada regulasi Transboundary Haze Pollution Act setelah otoritas terkait merampungkan investigasi mendalam. Keputusan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah singapura dalam meminta pertanggungjawaban entitas bisnis yang memicu krisis ekologis regional.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu membeberkan rencana pengiriman surat teguran itu dalam konferensi pers resmi. Pengungkapan dokumen hukum ini menandai babak baru penegakan regulasi lingkungan lintas negara yang menyasar korporasi perkebunan.

Deretan perusahaan yang masuk dalam daftar penerbitan surat meliputi PT Bumi Andalas Permai dan PT Bumi Mekar Hijau. Korporasi lain yang turut disorot adalah PT Paramitra Mulia Langgeng serta PT Sumatera Alam Anugerah.

baca juga

Badan Lingkungan Nasional Singapura juga mengincar PT SBA Wood Industries bersama PT Hutan Lestari Raya. Satu nama terakhir yang melengkapi daftar tersebut ialah PT Bangkanesia.

Setiap korporasi penerima surat wajib mengerahkan personel pemadam kebakaran secara mandiri ke lokasi konsesi masing-masing. Mereka harus segera menjinakkan api sekaligus mencegah potensi penyebaran bara di lahan yang dikuasai.

Perusahaan dilarang keras memulai aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Aturan ketat ini bertujuan menghentikan sumber utama pencemaran udara di kawasan Asia Tenggara.

Manajemen perusahaan diwajibkan menyusun rencana aksi penanggulangan kebakaran secara komprehensif. Dokumen mitigasi tersebut harus segera diserahkan kepada Badan Lingkungan Nasional Singapura tanpa pengecualian.

Otoritas Singapura membuka peluang besar untuk menerbitkan surat serupa kepada pihak lain jika ditemukan bukti tambahan. Penilaian ulang terhadap potensi pelanggaran hukum terus digodok secara berkala oleh kementerian terkait.

"Kami akan terus memantau situasi dan tanggapan perusahaan terhadap surat-surat tersebut, jika memang diperlukan," ujarnya, dikutip dari CNA.

Pengalaman menangani kasus serupa di masa lalu menjadi bekal berharga bagi pemerintah Singapura dalam merumuskan strategi hukum. Evaluasi menyeluruh membantu aparat memahami berbagai hambatan teknis di lapangan.

Pemerintah setempat masih mempertimbangkan opsi penjatuhan denda berat hingga proses peradilan pidana bagi pelanggar. Langkah yudisial tersebut akan disesuaikan dengan tingkat kepatuhan korporasi.

Proses penegakan hukum lintas negara diakui bukan perkara mudah oleh pucuk pimpinan kementerian lingkungan hidup tersebut. Kendati demikian, negara tetangga tetap bertekad memberikan perlindungan maksimal bagi warganya.

Kalangan korporasi disarankan segera mengambil tindakan korektif demi menyelamatkan reputasi serta kelangsungan bisnis jangka panjang. Kepatuhan hukum menjadi pertaruhan utama citra perusahaan di tingkat internasional.

Di luar jalur penegakan hukum, Singapura kembali menawarkan uluran tangan untuk membantu proses pemadaman api di Indonesia. Komunikasi intensif telah dijalin antar-kedua negara selama beberapa bulan terakhir.

Masalah kabut asap lintas batas merupakan isu lingkungan berulang yang kerap memicu ketegangan diplomatik antara Indonesia dan negara tetangga setiap musim kemarau tiba. Perbedaan yurisdiksi sering kali menjadi kendala utama dalam menyeret korporasi pemrakarsa pembakaran lahan ke meja hijau. Singapura sendiri mengesahkan undang-undang khusus untuk menjerat perusahaan asing yang beroperasi di luar negeri namun berdampak langsung pada kualitas udara domestik mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Terkini

Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia

Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Harga Tembus 154 Dolar AS per Ton, Bahlil akan Tambah Produksi Batu Bara

Harga Tembus 154 Dolar AS per Ton, Bahlil akan Tambah Produksi Batu Bara

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Sudah 13.850 Warga Pekanbaru Terserang ISPA selama Kabut Asap Karhutla

Sudah 13.850 Warga Pekanbaru Terserang ISPA selama Kabut Asap Karhutla

Riau | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Tembak Mati Senior di Markas Polisi, Kondisi Kejiwaan Bharada Andika Didalami Psikiater

Tembak Mati Senior di Markas Polisi, Kondisi Kejiwaan Bharada Andika Didalami Psikiater

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Membangun Bangsa vs Bank: Kritik atas Pembangunan yang Terobsesi Angka

Membangun Bangsa vs Bank: Kritik atas Pembangunan yang Terobsesi Angka

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Imbas IHSG Juga Menghijau

Rupiah Dibuka Menguat Imbas IHSG Juga Menghijau

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Daftar Rute Alternatif Imbas Demo di Monas hingga DPR Hari Ini

Daftar Rute Alternatif Imbas Demo di Monas hingga DPR Hari Ini

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Kasus Teror BEM UI: Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Uji Forensik Barang Pelaku yang Tertinggal

Kasus Teror BEM UI: Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Uji Forensik Barang Pelaku yang Tertinggal

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Apa Arti Nama Thayaka, Anak Adopsi Ruben Onsu? Begini Asal-usulnya yang Bikin Haru

Apa Arti Nama Thayaka, Anak Adopsi Ruben Onsu? Begini Asal-usulnya yang Bikin Haru

Entertainment | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59 WIB

4 Rekomendasi Sariayu Face Serum untuk Berbagai Kebutuhan Kulit

4 Rekomendasi Sariayu Face Serum untuk Berbagai Kebutuhan Kulit

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59 WIB

×