YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

Bella

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB
YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla
Foto udara asap membumbung di lahan yang terbakar di Tanjung Pauh Hilir, Kerinci, Jambi, Selasa (15/9/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/tom]
baca 10 detik
  • Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Zainal Arifin, mendesak Presiden Prabowo Subianto mundur jika gagal mengatasi karhutla di Jakarta pada Senin (19/10/2026).
  • YLBHI menilai kebakaran hutan disebabkan oleh eksploitasi lahan korporasi serta salah arah anggaran pemerintah pada program militerisasi dan makan bergizi.
  • Organisasi tersebut menuntut DPR mengevaluasi anggaran dan meminta pemerintah segera memberlakukan moratorium izin pembukaan lahan industri kelapa sawit.

Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta Presiden Prabowo Subianto mengundurkan diri dari jabatannya jika tidak mampu membenahi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa bulan terakhir.

Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Zainal Arifin, berpendapat fenomena karhutla tidak semata-mata dapat dilihat dari perspektif kebencanaan.

Menurut Zainal, terdapat persoalan yang lebih mendalam dan serius terkait praktik pemanfaatan lahan dan tanah secara ugal-ugalan demi kepentingan korporasi.

"Kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar bencana ekologis, tetapi juga harus dilihat sebagai bagian dari persoalan struktural penguasaan tanah dan sumber daya alam," kata Zainal di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Bahkan, dia menyamakan pola eksploitasi alam saat ini dengan praktik penjajahan pada zaman kolonial yang bengis.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta Presiden Prabowo Subianto mengundurkan diri dari jabatannya jika tidak mampu membenahi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [Suara.com/Alif]
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta Presiden Prabowo Subianto mengundurkan diri dari jabatannya jika tidak mampu membenahi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [Suara.com/Alif]

"Praktik kolonial yang menyingkirkan rakyat demi kepentingan perkebunan dan eksploitasi sumber daya alam," jelas Zainal.

Menurut dia, semrawutnya penanganan karhutla diduga berkaitan dengan kebijakan anggaran yang salah arah karena memprioritaskan program-program yang tidak mendesak dan berpotensi menimbulkan pemborosan.

"Prioritas anggaran justru dipersoalkan karena besarnya pembiayaan program-program berlabel militerisasi dan makan bergizi gratis," kata dia.

Karena itu, YLBHI meminta Presiden Prabowo bertanggung jawab secara politik apabila kinerjanya dalam menangani karhutla dinilai semakin tidak becus.

baca juga

"Termasuk dengan mengundurkan diri dari jabatannya," tegas Zainal.

Selain itu, dia mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengevaluasi kebijakan pemerintah yang dinilai memboroskan anggaran.

YLBHI juga meminta pemerintah segera menetapkan moratorium izin pembukaan lahan untuk industri kelapa sawit.

"Keselamatan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan oligarki dan kekuasaan," tutupnya.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Golkar Konsisten Dukung Prabowo-Gibran, Wihaji: Tanpa Mengurangi Sikap Kritis

Golkar Konsisten Dukung Prabowo-Gibran, Wihaji: Tanpa Mengurangi Sikap Kritis

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:50 WIB

Karhutla Ancam Satu Generasi Satwa Liar, Orang Utan hingga Bekantan Kehilangan Habitat

Karhutla Ancam Satu Generasi Satwa Liar, Orang Utan hingga Bekantan Kehilangan Habitat

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Keresahan Feast soal Karhutla dan MBG di Synchronize Fest 2026

Keresahan Feast soal Karhutla dan MBG di Synchronize Fest 2026

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Lapor ke Prabowo, Airlangga dan Suahasil Kompak Klaim Ekonomi RI Masih Stabil

Lapor ke Prabowo, Airlangga dan Suahasil Kompak Klaim Ekonomi RI Masih Stabil

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Mendagri: Meski Hadapi Berbagai Tantangan, Penanganan Karhutla Terus Dioptimalkan

Mendagri: Meski Hadapi Berbagai Tantangan, Penanganan Karhutla Terus Dioptimalkan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Buku Prabowo Dibagikan Gratis di CFD Thamrin, Warga Titip Pesan Tak Terduga

Buku Prabowo Dibagikan Gratis di CFD Thamrin, Warga Titip Pesan Tak Terduga

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Kapolri Sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dan Negara Tetangga di Kasus Karhutla

Kapolri Sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dan Negara Tetangga di Kasus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Terkini

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:00 WIB

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

AKBP Febriyani Aer Pimpin Polres Tegal, Perkuat Komitmen Pelayanan Masyarakat

AKBP Febriyani Aer Pimpin Polres Tegal, Perkuat Komitmen Pelayanan Masyarakat

Jawa Tengah | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:52 WIB

Golkar Konsisten Dukung Prabowo-Gibran, Wihaji: Tanpa Mengurangi Sikap Kritis

Golkar Konsisten Dukung Prabowo-Gibran, Wihaji: Tanpa Mengurangi Sikap Kritis

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:50 WIB

Untuk Kedua Kalinya, SMPN 3 Panggang Jadi Lokasi Program Beasiswa dan Bantuan Pendidikan

Untuk Kedua Kalinya, SMPN 3 Panggang Jadi Lokasi Program Beasiswa dan Bantuan Pendidikan

Jogja | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:50 WIB

Sinergi Pemerintah dan Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi BBM di Bali

Sinergi Pemerintah dan Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi BBM di Bali

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:49 WIB

×