Usman Hamid: Pemenjaraan Demonstran Bisa Membungkam Suara Kritis Anak Muda

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:57 WIB
Usman Hamid: Pemenjaraan Demonstran Bisa Membungkam Suara Kritis Anak Muda
Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid. [Suara.com/Faqih]
baca 10 detik
  • Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid mengkritik pemenjaraan demonstran.
  • Proses hukum tersebut dinilai menciptakan efek gentar yang membuat mahasiswa dan pemuda takut mengkritik pemerintah.
  • Pemerintah didesak mengevaluasi kebijakan dan menepati janji ketimbang menekan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

Suara.com - irektur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengkritik penangkapan, pemenjaraan, dan vonis bersalah terhadap peserta demonstrasi.
Menurutnya, langkah hukum tersebut berpotensi menimbulkan efek gentar dan membuat mahasiswa serta kelompok pemuda takut menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Usman menilai, proses hukum terhadap demonstran dapat mengirimkan pesan bahwa orang yang terus menyuarakan protes berisiko berakhir di balik jeruji besi.

“Jelas sekali pesan dari pemenjaraan, penangkapan, dan vonis bersalah kepada mereka yang hanya sekadar menyuarakan protes adalah pesan bahwa kalau Anda melanjutkan demonstrasi, kalau Anda terus bersuara kritis, Anda akan berujung di balik jeruji,” kata Usman kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dampaknya, kata dia, bukan hanya dirasakan oleh mereka yang berhadapan dengan proses hukum. Tekanan tersebut juga dapat memengaruhi keberanian mahasiswa dan pemuda lain untuk menyampaikan aspirasi.

Usman mempertanyakan apakah kalangan muda akan memilih diam atau tetap menyuarakan kritik meski menghadapi risiko kekerasan dan tekanan.

“Apakah semua unsur pemuda mahasiswa akan menyerah begitu saja? Apakah mereka mau menyerah atau justru mereka memilih untuk melawan meskipun berhadapan dengan kekerasan ketimbang diam, tunduk dalam situasi penindasan?” tuturnya.

Menurut Usman, pemerintah perlu mempertimbangkan risiko tersebut, terlebih ketika masyarakat menghadapi persoalan ekonomi yang semakin berat. Ia menyinggung pemberian skor standalone market bagi Indonesia sebagai salah satu indikator yang perlu diperhatikan.

Ia memperingatkan, kondisi fiskal yang memburuk berpotensi berkembang menjadi krisis moneter dan menekan nilai tukar rupiah. Situasi tersebut, menurutnya, dapat berimbas pada stabilitas politik.

“Dan kalau itu terjadi, besar kemungkinan krisis politik akan menyusul,” tuturnya.

baca juga

Di tengah situasi itu, Usman mendesak pemerintah mengevaluasi kebijakan yang dinilainya terlalu berpihak kepada kelompok elite. Ia meminta pemerintah menepati janji penyediaan lapangan kerja dan akses perumahan bagi masyarakat.

Petugas menarik selang saat memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman warga di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]
Petugas menarik selang saat memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman warga di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]

Usman juga menyoroti pentingnya mencegah konflik lahan serta menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, pemerintah perlu menjawab berbagai persoalan yang menjadi sumber keresahan masyarakat melalui perubahan kebijakan, bukan justru memperbesar tekanan terhadap pihak yang menyampaikan kritik.

Pernyataan Usman disampaikan di tengah sorotan terhadap penanganan hukum peserta demonstrasi Agustus 2025.

Salah satu perkara yang menjadi perhatian ialah vonis lima bulan penjara terhadap mahasiswa Universitas Riau, Khariq Anhar, dalam perkara perubahan informasi elektronik terkait demonstrasi pada 8 Oktober 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa Ditekan hingga Diteror Jelang Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran

Mahasiswa Ditekan hingga Diteror Jelang Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Ada Demo 2 Tahun Prabowo! Pengguna Jalan Diimbau Hindari Monas, Sudirman, dan DPR

Ada Demo 2 Tahun Prabowo! Pengguna Jalan Diimbau Hindari Monas, Sudirman, dan DPR

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Perempuan di Aceh dan Papua Makin Rentan Akibat TNI

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Perempuan di Aceh dan Papua Makin Rentan Akibat TNI

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Terkini

Usman Hamid: Pemenjaraan Demonstran Bisa Membungkam Suara Kritis Anak Muda

Usman Hamid: Pemenjaraan Demonstran Bisa Membungkam Suara Kritis Anak Muda

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Blackout Batam Bikin Curiga, Bos PLN Tak Tahu Penyebabnya

Blackout Batam Bikin Curiga, Bos PLN Tak Tahu Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Kepemimpinan Prabowo-Gibran Dinilai Hancurkan Hak Difabel

Kepemimpinan Prabowo-Gibran Dinilai Hancurkan Hak Difabel

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Urutan Skincare Sariayu untuk Kulit Berjerawat, Ini 4 Produknya

Urutan Skincare Sariayu untuk Kulit Berjerawat, Ini 4 Produknya

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Upaya Sensor Konten Karhutla Demi Citra, Guru Besar UII Sebut Tindakan Bodoh dan Kontraproduktif

Upaya Sensor Konten Karhutla Demi Citra, Guru Besar UII Sebut Tindakan Bodoh dan Kontraproduktif

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Greenpeace Bentangkan Spanduk di Monumen Selamat Datang: Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?

Greenpeace Bentangkan Spanduk di Monumen Selamat Datang: Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:50 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Kuasai Kembali 6,2 Juta Hektare Hutan dan Setor Rp52 Triliun

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Kuasai Kembali 6,2 Juta Hektare Hutan dan Setor Rp52 Triliun

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:47 WIB

5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal

5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Anak di Indonesia? Cek Syarat dan Tahapannya

Bagaimana Cara Adopsi Anak di Indonesia? Cek Syarat dan Tahapannya

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Kenichi Suzumura Alami Adjustment Disorder, Agensi Putuskan Bubar pada 2027

Kenichi Suzumura Alami Adjustment Disorder, Agensi Putuskan Bubar pada 2027

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:45 WIB

×