Gubernur Jakarta Tak Marah Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik Prabowo-Gibran di Bundaran HI

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:21 WIB
Gubernur Jakarta Tak Marah Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik Prabowo-Gibran di Bundaran HI
Sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia nekat memanjat dan bertahan di puncak Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Pramono Anung hargai aksi Greenpeace di Bundaran HI.

  • Gubernur minta demonstran jaga ketertiban pengguna jalan.

  • Greenpeace protes lambannya penanganan bencana ekologis pemerintah.

Suara.com - Gubernur Pramono Anung hargai aksi Greenpeace di Bundaran HI namun ingatkan soal ketertiban umum. Politisi PDI Perjuangan itu memberikan respons terbuka terhadap aksi unjuk rasa aktivis Greenpeace di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Ia menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi di negara demokrasi.

“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi,” ujar Pramono, Selasa (20/10/2026).

Greenpeace Indonesia kritik dua tahun pemerintahan Prabowo Gibran lewat aksi spanduk iklim di Bundaran HI. (threads)
Greenpeace Indonesia kritik dua tahun pemerintahan Prabowo Gibran lewat aksi spanduk iklim di Bundaran HI. (threads)

Meski demikian, ia meminta para demonstran agar segera mengakhiri kegiatan tersebut demi menghindari potensi kemacetan. Keamanan para pengguna jalan di pusat ibu kota harus tetap menjadi prioritas utama.

“Sekarang ini saya dengar mereka mudah-mudahan segera untuk turun karena kalau tidak kan kalau ada apa-apa nanti apa, jangan sampai ketertiban kita terganggu,” pungkasnya.

Pramono mengingatkan bahwa ruang publik harus tetap terjaga dari segala bentuk gangguan ketertiban umum. Setiap aksi penyampaian pendapat wajib mematuhi aturan keamanan yang berlaku.

Aktivis Greenpeace Indonesia sebelumnya membentangkan spanduk raksasa di atas monumen ikonis Patung Selamat Datang pada Selasa pagi. Kain protes berwarna kuning tersebut menjuntai dari puncak hingga ke bagian bawah monumen.

Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh kekecewaan mendalam terhadap penanganan bencana ekologis yang dinilai lamban. Kebakaran hutan dan krisis lingkungan yang terus berulang menjadi pemicu utama kritik keras ini.

Tulisan menohok terpampang jelas pada spanduk membentang untuk mempertanyakan kinerja pemerintah. Kritik tajam itu menyoroti penderitaan warga akibat dampak krisis lingkungan yang kian memburuk.

baca juga

"Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?" demikian bunyi pesan yang tertulis jelas pada spanduk protes tersebut.

Aksi unjuk rasa lingkungan ini menyoroti lemahnya mitigasi krisis ekologis di berbagai wilayah Indonesia. Isu penanganan bencana dan kebakaran hutan kerap menjadi sorotan tajam kelompok masyarakat sipil terhadap kebijakan pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Tahun Prabowo-Gibran, 328 BUMN Disuntik Mati Demi Hemat Rp70 Triliun

2 Tahun Prabowo-Gibran, 328 BUMN Disuntik Mati Demi Hemat Rp70 Triliun

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Dari Puncak Monumen HI, Greenpeace Kibarkan Bendera 'Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup'

Dari Puncak Monumen HI, Greenpeace Kibarkan Bendera 'Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup'

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Greenpeace Bentangkan Spanduk di Monumen Selamat Datang: Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?

Greenpeace Bentangkan Spanduk di Monumen Selamat Datang: Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Terkini

5 Cara Aman Membuang Bangkai Tikus di Rumah

5 Cara Aman Membuang Bangkai Tikus di Rumah

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 Persen, 920 Ribu Orang Keluar dari Kemiskinan

Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 Persen, 920 Ribu Orang Keluar dari Kemiskinan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:38 WIB

6.472 PPPK Paruh Waktu di Kota Makassar Kantongi SK Baru

6.472 PPPK Paruh Waktu di Kota Makassar Kantongi SK Baru

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Cakupan 4G Tembus 98 Persen, Komdigi Dorong Perluasan Jaringan 5G

Cakupan 4G Tembus 98 Persen, Komdigi Dorong Perluasan Jaringan 5G

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Dibantu Damkar, Aktivis Greenpeace Turun dari Tugu Selamat Datang dengan Flying Fox

Dibantu Damkar, Aktivis Greenpeace Turun dari Tugu Selamat Datang dengan Flying Fox

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Kronologi Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Tangsel

Kronologi Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Tangsel

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Baku Tembak Warnai Penangkapan Pembakar Warung Babi di Sukoharjo, Pelaku Ternyata Eks Napiter

Baku Tembak Warnai Penangkapan Pembakar Warung Babi di Sukoharjo, Pelaku Ternyata Eks Napiter

Surakarta | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:27 WIB

ReSkate Viral, Developer skate. Janjikan Tools Kreatif Baru!

ReSkate Viral, Developer skate. Janjikan Tools Kreatif Baru!

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Suahasil Akan Jor-joran di Akhir Tahun, APBN Dipakai Belanja Rp 1.300 Triliun

Suahasil Akan Jor-joran di Akhir Tahun, APBN Dipakai Belanja Rp 1.300 Triliun

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Diduga Pajaki Kasus Sabu hingga Rp100 Juta, Oknum Polisi di Sumenep Diseret ke Propam

Diduga Pajaki Kasus Sabu hingga Rp100 Juta, Oknum Polisi di Sumenep Diseret ke Propam

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:22 WIB

×