Kronologi Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Tangsel

Ruth Meliana

Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:31 WIB
Kronologi Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Tangsel
ilustrasi polisi tembak polisi (magnific/senivpetro)
baca 10 detik
  • Bharatu Valdo tewas ditembak dan dianiaya juniornya, Bharada Andika, di Pondok Cabe pada 16 Oktober 2026.
  • Tersangka Andika telah ditahan di Polda Metro Jaya sementara motif dugaan perundungan masih didalami penyidik.
  • Kasus ini memicu desakan DPR dan Kompolnas agar Polri mengusut tuntas secara transparan dan mengevaluasi kepemilikan senjata.

Suara.com - Insiden tragis polisi tembak polisi terjadi di Markas Komando Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan pada Jumat dini hari, 16 Oktober 2026. Korban bernama Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai atau yang sering dipanggil Valdo.

Korban sendiri merupakan anggota Polri asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang bertugas sebagai tenaga administrasi di bagian Pamperslog. Ia tewas setelah diduga ditembak dan dilukai oleh juniornya, Bharada Andika Rahmadani (AR).

Peristiwa polisi tembak polisi ini menimbulkan guncangan di tubuh Polri sekaligus memunculkan desakan kuat dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR dan Komisi Kepolisian Nasional. Mereka mendesak kasus diusut secara transparan, tuntas, dan tanpa menutup-nutupi fakta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto telah mengonfirmasi kejadian tersebut, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, serta memastikan tersangka AR segera diamankan dan ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum.

Kronologi Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Tangsel

Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri yang disampaikan melalui kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 04.40 WIB di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara.

Andika, yang juga bertugas di unit yang sama, diduga telah membawa senjata tajam jenis golok sejak Senin, 12 Oktober 2026, karena merasa takut secara berlebihan akibat persoalan pribadi.

Pada dini hari kejadian, ia berangkat dari tempat tinggalnya menuju markas dengan membawa senjata tajam tersebut. Setiba di lokasi, Andika menaruh tas di loker ruang staf Pamperslog, kemudian menuju pos penjagaan untuk mengambil senjata api.

Setelah itu, ia mendatangi ruang pemadam kebakaran yang menjadi tempat Valdo beristirahat. Dalam pengakuan awal, Andika menembakkan senjata api sebanyak empat kali ke arah tubuh korban.

Saat Valdo terjatuh, ia kembali menembak beberapa kali ke arah kepala, lalu melukai leher korban dengan pisau atau sangkur yang dibawanya dari rumah.

baca juga

Informasi tidak resmi dari hasil pemeriksaan menyebutkan terdapat empat proyektil peluru di kepala korban, serta luka sayatan di leher, yang memperkuat dugaan kekerasan berlebih.

Motif di balik kejadian masih terus digali oleh penyidik. Laporan awal menyebut peristiwa dipicu persoalan pribadi antara korban dan tersangka, di mana Andika mengaku kerap merasa disalahkan dan mengalami perundungan.

Namun, keterangan terbaru dari kuasa hukum keluarga setelah bertemu penyidik menyebutkan bahwa dugaan bullying justru dilakukan oleh teman-teman seangkatan korban terhadap tersangka, sehingga Andika melampiaskan kemarahannya kepada Valdo.

Polda Metro Jaya menegaskan penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa, termasuk asal-usul senjata laras panjang yang digunakan, rekaman CCTV, serta kondisi psikologis tersangka.

Hingga Selasa, 20 Oktober 2026, motif belum dapat disampaikan secara komprehensif karena pertimbangan kondisi pelaku.

Barang bukti yang diamankan antara lain selongsong peluru, senjata tajam, dan barang milik pribadi.

Selain proses pidana, penanganan pelanggaran etik juga akan berjalan melalui Bidpropam, meskipun sidang etik belum dilaksanakan menunggu perkembangan penyidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembak Mati Senior di Markas Polisi, Kondisi Kejiwaan Bharada Andika Didalami Psikiater

Tembak Mati Senior di Markas Polisi, Kondisi Kejiwaan Bharada Andika Didalami Psikiater

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Kasus Polisi Tembak Polisi, Kuasa Hukum Ungkap 4 Proyektil Peluru Bersarang di Kepala Korban

Kasus Polisi Tembak Polisi, Kuasa Hukum Ungkap 4 Proyektil Peluru Bersarang di Kepala Korban

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Berawal dari Bullying, Kuasa Hukum Beberkan Penyebab Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Berawal dari Bullying, Kuasa Hukum Beberkan Penyebab Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Terkini

Baku Tembak Warnai Penangkapan Pembakar Warung Babi di Sukoharjo, Pelaku Ternyata Eks Napiter

Baku Tembak Warnai Penangkapan Pembakar Warung Babi di Sukoharjo, Pelaku Ternyata Eks Napiter

Surakarta | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:27 WIB

ReSkate Viral, Developer skate. Janjikan Tools Kreatif Baru!

ReSkate Viral, Developer skate. Janjikan Tools Kreatif Baru!

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Suahasil Akan Jor-joran di Akhir Tahun, APBN Dipakai Belanja Rp 1.300 Triliun

Suahasil Akan Jor-joran di Akhir Tahun, APBN Dipakai Belanja Rp 1.300 Triliun

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Diduga Pajaki Kasus Sabu hingga Rp100 Juta, Oknum Polisi di Sumenep Diseret ke Propam

Diduga Pajaki Kasus Sabu hingga Rp100 Juta, Oknum Polisi di Sumenep Diseret ke Propam

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Gubernur Jakarta Tak Marah Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik Prabowo-Gibran di Bundaran HI

Gubernur Jakarta Tak Marah Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik Prabowo-Gibran di Bundaran HI

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:21 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Program 3 Juta Rumah Sudah Terealisasi 324.213 Unit

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Program 3 Juta Rumah Sudah Terealisasi 324.213 Unit

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:21 WIB

Beli Sepatu Lari Harus Longgar atau Pas? Ini Panduan Pilih Ukuran yang Nyaman

Beli Sepatu Lari Harus Longgar atau Pas? Ini Panduan Pilih Ukuran yang Nyaman

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:18 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran, 328 BUMN Disuntik Mati Demi Hemat Rp70 Triliun

2 Tahun Prabowo-Gibran, 328 BUMN Disuntik Mati Demi Hemat Rp70 Triliun

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Rp2,7 Miliar KIP Kuliah Salah Salur ke Mahasiswa Meninggal, Kok Bisa Lolos?

Rp2,7 Miliar KIP Kuliah Salah Salur ke Mahasiswa Meninggal, Kok Bisa Lolos?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:17 WIB

×