- Kemenpora mencatat berbagai prestasi olahraga nasional, termasuk posisi kedua SEA Games Thailand 2025 dan juara FIFA ASEAN Cup 2026.
- Kemenpora memangkas 191 regulasi menjadi empat aturan guna mempercepat koordinasi pengembangan dan pembinaan olahraga nasional.
- Kemenpora menyiapkan cetak biru kepemudaan nasional demi membentuk generasi muda yang tangguh menghadapi persaingan global.
Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat sejumlah capaian olahraga Indonesia selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Prestasi itu antara lain posisi kedua SEA Games Thailand 2025, gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026, hingga raihan lima medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari transformasi olahraga nasional.
Pemerintah, kata dia, berupaya memperkuat pembinaan atlet agar lebih terukur dan mampu menghasilkan prestasi berkelanjutan.
Di SEA Games Thailand 2025, Indonesia menempati peringkat kedua dengan koleksi 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Hasil itu menjadi kali pertama sejak SEA Games Thailand 1995 Indonesia kembali menduduki posisi kedua ketika tidak berstatus sebagai tuan rumah.
Sejumlah atlet juga mencatatkan prestasi individual. Lifter Rizki Juniansyah membukukan dua rekor dunia di kelas 79 kilogram, yakni angkatan clean and jerk seberat 205 kilogram dan total angkatan 365 kilogram.
Sementara itu, atlet lompat galah Diva Renata Jayadi mencetak rekor SEA Games sekaligus rekor nasional melalui lompatan setinggi 4,35 meter.
Prestasi Indonesia berlanjut pada ASEAN Para Games Thailand 2025 yang berlangsung pada Januari 2026. Kontingen Merah Putih menempati peringkat kedua dengan raihan 135 medali emas dari total 393 medali.
Di cabang sepak bola, tim nasional Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Oktober 2026.
Indonesia juga untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah turnamen tersebut.
![Presiden Prabowo Subianto (kiri depan) berfoto bersama pemain Timnas Indonesia saat perayaan juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Lmo/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/06/44669-fifa-asean-cup-2026-timnas-indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026-prabowo-subianto-dan-timnas.jpg)
Capaian lain datang dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kontingen Indonesia melampaui target empat medali emas dengan membawa pulang lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Indonesia juga mencatatkan sembilan rekor dunia, Asia, dan Asian Games. Dari cabang panahan, Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan medali emas pertama Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Erick menilai sederet hasil tersebut perlu menjadi pijakan untuk memperkuat sistem pembinaan atlet, mulai dari tahap pembibitan hingga persaingan di tingkat internasional.
"Prestasi itu menunjukkan bahwa ketika pembinaan dilakukan dengan fokus, target yang terukur, dan kolaborasi yang kuat, atlet kita mampu bersaing dan menciptakan sejarah," ujar Menpora.
Pangkas 191 Regulasi Menjadi Empat
Selain mengejar prestasi di arena pertandingan, Kemenpora melakukan penyederhanaan regulasi untuk mendukung pengembangan olahraga nasional.
Sebanyak 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) dipangkas menjadi empat regulasi. Jumlah pasal juga berkurang sekitar 60 persen, dari 1.500 menjadi sekitar 600 pasal.
Empat regulasi tersebut mengatur pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, pembinaan olahraga prestasi, dan industri olahraga.
Penyederhanaan ini ditujukan untuk mengurangi tumpang tindih aturan, mempercepat koordinasi pemerintah pusat dan daerah, serta membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan sektor swasta.
"Dari 191 peraturan menjadi empat, itu bukan sekadar memangkas aturan, tetapi mengubah cara pemerintah bekerja. Kami ingin pemerintah pusat, daerah, federasi olahraga, dan sektor industri bergerak dalam satu ekosistem yang saling mendukung," kata Erick.
Siapkan Cetak Biru Kepemudaan
Di sektor kepemudaan, Kemenpora menyiapkan cetak biru kepemudaan nasional dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia menjelang peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.
Program tersebut bertumpu pada tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan empatik. Ketiganya ditujukan untuk membentuk generasi muda yang mencintai bangsa, tangguh menghadapi persaingan global, dan memiliki kepedulian sosial.
Erick menegaskan transformasi olahraga dan kepemudaan merupakan bagian dari upaya mendukung visi Presiden Prabowo dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat daya saing bangsa.
"Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa medali yang kita menangkan hari ini, melainkan seberapa kuat sistem yang kita bangun agar Indonesia terus melahirkan juara dan generasi muda yang mampu membawa bangsa ini maju," pungkasnya. (Antara)