- Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala BRIN Arif Satria secara mendadak ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.
- Presiden Prabowo mengadakan rapat terbatas bersama sejumlah menteri bidang ekonomi dan Dewan Ekonomi Nasional di Istana Kepresidenan.
- Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir melaporkan hasil kunjungan Sekjen PBB Antonio Guterres kepada Presiden Prabowo.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto secara mendadak memanggil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria ke Istana Kepresidenan Jakarta, malam ini.
Pemanggilan mendadak itu disampaikan langsung oleh Arif saat tiba di kompleks Istana pukul 18.23 WIB.
"Dadakan. Baru beberapa menit yang lalu dipanggil pak Presiden," kata Arif, Selasa (20/10/2026).
Arif mengaku belum mengetahui maksud Kepala Negara meminta dirinya menghadap ke Istana. Ia berujar akan menyampaikannya usai pertemuan.
"Nanti. Sekarang sudah ditunggu pak Presiden. Setelah pertemuan nanti kita sampaikan," kata Arif.
Sebelumnya pada Selasa sore, Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa menteri dan pejabat bidang ekonomi di antaranya Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI.
Jajaran pejabat itu tiba di Istana Kepresidenan RI sekitar pukul 15.30 WIB. Sebagian besar dari mereka menyampaikan hasil rapat akan disampaikan setelah pertemuan.
Beberapa dari mereka yang tiba di Istana dan melewati sejumlah wartawan sebelum masuk ruangan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
“(Rapat) bersama menteri ekonomi dan DEN,” kata Airlangga menjawab pertanyaan wartawan.
Di Istana Kepresidenan, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas terkait isu-isu ekonomi, kemudian menerima laporan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Christiawan Nasir mengenai kegiatan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (19/10).
“Saya tadi hanya sekadar melapor kemarin ada kunjungan Sekjen PBB. Ada kegiatan di Kemlu. Itu aja, tidak ada hal-hal yang ini, hanya rutin lah tadi melapor perkembangan apa, hasil kunjungan Sekjen PBB itu,” kata Menlu Arrmanatha, yang juga akrab disapa Tata, saat ditemui setelah menghadap Presiden Prabowo.
Guterres berpidato mengenai “Delapan Dekade Perserikatan Bangsa-Bangsa: Apa Selanjutnya?” di Kementerian Luar Negeri, Senin.
Sekjen PBB António Guterres melawat ke Indonesia pada 17–19 Oktober 2026.