Aktivis Greenpeace Pakai Teknik SRT untuk Panjat Patung Bundaran HI? Polisi Masih Kebingungan

Galih Prasetyo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:22 WIB
Aktivis Greenpeace Pakai Teknik SRT untuk Panjat Patung Bundaran HI? Polisi Masih Kebingungan
Sejumlah ktivis Greenpeace Indonesia membentangkan dua spanduk raksasa dari puncak Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Spanduk itu berisi tulisan protes terhadap pemerintahan Prabowo-Subianto yang membiarkan krisis ekologi serta krisis ekonomi. [Dhemas Reviyanto/Greenpeace]
baca 10 detik
  • Enam aktivis Greenpeace memanjat Patung Selamat Datang Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026, untuk mengkritik penanganan krisis iklim.
  • Petugas gabungan berhasil mengevakuasi seluruh aktivis dari puncak monumen dengan selamat menggunakan teknik flying fox dari pemadam kebakaran.
  • Kepolisian Jakarta Pusat menyatakan akan menyelidiki metode yang digunakan para aktivis untuk mencapai puncak patung melalui rekaman CCTV.

Suara.com - Aksi enam aktivis Greenpeace Indonesia yang memanjat Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), menyita perhatian publik.

Mereka berhasil mencapai bagian atas monumen dan membentangkan spanduk berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Namun, belum ada keterangan resmi mengenai metode yang digunakan para aktivis untuk mencapai puncak patung.

Polisi menyatakan akan mendalami kejadian tersebut, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Aktivis Turun Menggunakan Teknik Flying Fox

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan, aksi pembentangan spanduk berlangsung sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB.

Polisi bersama petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta kemudian mengevakuasi keenam aktivis tersebut.

"Keenam orang itu dapat kita evakuasi dan tidak satu pun yang tertinggal di atas," kata Reynold, dikutip dari Antara.

Ia menegaskan bahwa petugas mengutamakan keselamatan para aktivis selama proses evakuasi.

baca juga
Sejumlah ktivis Greenpeace Indonesia membentangkan dua spanduk raksasa dari puncak Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Spanduk itu berisi tulisan protes terhadap pemerintahan Prabowo-Subianto yang membiarkan krisis ekologi serta krisis ekonomi. [Odi Putera/Greenpeace]
Sejumlah ktivis Greenpeace Indonesia membentangkan dua spanduk raksasa dari puncak Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Spanduk itu berisi tulisan protes terhadap pemerintahan Prabowo-Subianto yang membiarkan krisis ekologi serta krisis ekonomi. [Odi Putera/Greenpeace]

Polisi juga menyiagakan enam ambulans untuk mendukung penanganan di lokasi.

Greenpeace Indonesia turut mengunggah informasi mengenai proses penurunan para aktivis melalui akun Threads.

Dalam unggahan tersebut, organisasi lingkungan itu menyebut petugas menggunakan teknik flying fox yang disiapkan oleh petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta.

"Aktivis Greenpeace satu per satu mulai turun dari Tugu Selamat Datang menggunakan teknik flying fox yang disiapkan dengan sangat aman oleh Pemadam Kebakaran DKI Jakarta," tulis Greenpeace Indonesia.

Meski teknik evakuasi telah disebutkan, cara para aktivis mencapai bagian atas monumen masih belum diketahui secara pasti.

Single Rope Technique, Metode Akses Vertikal dengan Tali

Salah satu metode yang dikenal dalam kegiatan akses vertikal adalah Single Rope Technique (SRT).

Teknik ini digunakan dalam penelusuran gua vertikal dan sejumlah kegiatan penyelamatan untuk membantu seseorang bergerak naik atau turun menggunakan sistem tali.

Dalam penerapannya, SRT mengandalkan tali, perlengkapan penopang tubuh, serta perangkat mekanis yang dirancang untuk membantu pergerakan dan mengendalikan beban.

Metode ini berbeda dari panjat tebing konvensional yang mengandalkan pegangan dan pijakan pada permukaan.

Peralatan yang digunakan dalam sistem akses tali dapat mencakup harness atau sabuk pengaman tubuh, ascender untuk membantu pergerakan naik, serta descender untuk mengendalikan penurunan.

Karabiner dan komponen penghubung lainnya juga digunakan sesuai rancangan sistem pengaman.

Namun, SRT hanya merupakan salah satu contoh metode akses vertikal.

Belum ada bukti yang memastikan bahwa enam aktivis Greenpeace menggunakan teknik tersebut untuk memanjat Patung Selamat Datang.

Penggunaan sistem tali juga membutuhkan keterampilan khusus dan pemeriksaan menyeluruh terhadap peralatan serta titik penambatan.

Kesalahan dalam pemasangan atau pengoperasian dapat menimbulkan risiko jatuh dan cedera serius.

Polisi Selidiki Cara Aktivis Mencapai Puncak Patung

Setelah proses evakuasi, polisi menyatakan akan menelusuri bagaimana keenam aktivis dapat mencapai bagian atas monumen.

Pemeriksaan rekaman CCTV menjadi salah satu langkah untuk mengungkap kronologi aksi tersebut.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Namun, ia mengingatkan agar aksi demonstrasi tetap memperhatikan ketertiban umum.

"Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum," kata Pramono, seperti diberitakan Antara.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan juga menyatakan pemerintah menghormati aksi Greenpeace sebagai bagian dari kebebasan berpendapat. Ia mengatakan persoalan krisis iklim dan kenaikan biaya hidup turut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Greenpeace sendiri menggelar aksi tersebut untuk mendesak pemerintah mengambil langkah lebih serius dalam menangani krisis iklim dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

Organisasi itu juga merilis riset bertajuk Besok Harga Naik! yang menyoroti pengaruh krisis iklim terhadap biaya pangan, produktivitas dan pendapatan, serta akses tempat tinggal dan transportasi.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menilai dampak krisis iklim semakin membebani kelompok pekerja rentan.

"Pemerintah tidak bisa hanya membanggakan angka pertumbuhan ekonomi, ketika masyarakat masih harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar dan menanggung sendiri dampak krisis iklim," ujar Jeanny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buka Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Soroti Perang hingga Krisis Lingkungan

Buka Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Soroti Perang hingga Krisis Lingkungan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Rusia Siapkan 2 Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi

Rusia Siapkan 2 Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Rocky Gerung Beri Dua Finger Heart untuk Nilai Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Rocky Gerung Beri Dua Finger Heart untuk Nilai Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Netizen Mau Patungan Pasang Poster Kebakaran Hutan Viral Greenpeace di Times Square New York

Netizen Mau Patungan Pasang Poster Kebakaran Hutan Viral Greenpeace di Times Square New York

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Gandeng Kemlu, BRI Dorong Investasi Global dan Perluas Akses UMKM ke Pasar Internasional

Gandeng Kemlu, BRI Dorong Investasi Global dan Perluas Akses UMKM ke Pasar Internasional

Batam | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Arti Bau Melati Tiba-Tiba di Dalam Rumah Malam Hari Menurut Primbon dan Medis

Arti Bau Melati Tiba-Tiba di Dalam Rumah Malam Hari Menurut Primbon dan Medis

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340.334 Tenaga Kerja

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340.334 Tenaga Kerja

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Polres Jakbar Ungkap 43 Kasus Kejahatan, dari Curanmor Bersenpi hingga Intimidasi Debt Collector

Polres Jakbar Ungkap 43 Kasus Kejahatan, dari Curanmor Bersenpi hingga Intimidasi Debt Collector

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Buka Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Soroti Perang hingga Krisis Lingkungan

Buka Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Soroti Perang hingga Krisis Lingkungan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Arti Jam Dinding Mati Mendadak Menurut Primbon Jawa dan Angkanya, Tanda Apa?

Arti Jam Dinding Mati Mendadak Menurut Primbon Jawa dan Angkanya, Tanda Apa?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Pigai Bantah Dino Patti Djalal Soal Presiden Dewan HAM PBB: Mana Ada Kerja Kemlu!

Pigai Bantah Dino Patti Djalal Soal Presiden Dewan HAM PBB: Mana Ada Kerja Kemlu!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Apakah Tablet Android Bisa Pakai Microsoft Office? Ini Cara Mudah Install

Apakah Tablet Android Bisa Pakai Microsoft Office? Ini Cara Mudah Install

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Jihyo TWICE Keluar dari JYP Entertainment Usai 21 Tahun, Dirikan EMITHAUS

Jihyo TWICE Keluar dari JYP Entertainment Usai 21 Tahun, Dirikan EMITHAUS

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya

Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:08 WIB

×