Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

Galih Prasetyo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:08 WIB
Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap
Momen Presiden Prabowo Subianto berjoget sambil mengepalkan tinju ikut mewarnai euforia kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan meminta Presiden Prabowo Subianto memadamkan kebakaran hutan dalam sidang parlemen tanggal 21 Oktober 2026.
  • Kabut asap lintas batas dari Indonesia berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, kegiatan pendidikan, sektor pariwisata, serta perekonomian Malaysia.
  • Kalam Salan mengusulkan pemanfaatan jalur diplomatik ASEAN, pembentukan dana regional, dan penguatan implementasi perjanjian pencemaran asap lintas batas.

Suara.com - Anggota Parlemen Malaysia dari Sabak Bernam, Kalam Salan, mencuri perhatian saat menyampaikan pesan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait persoalan kabut asap lintas batas.

Menariknya, politikus tersebut menggunakan Bahasa Jawa untuk meminta Prabowo segera mengambil tindakan guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang berulang di Indonesia.

Pesan itu disampaikan Kalam saat membahas Rancangan Undang-Undang Perbekalan (Anggaran Belanja) 2027 dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia, Selasa (21/10/2026).

“Pak Prabowo, tolonglah ambil tindakan segera, padamkan api, hentikan kebakaran dan pastikan masalah ini tidak berulang setiap tahun. Kita ingin langit yang cerah, udara bersih, dan rakyat kedua negara dapat hidup sehat dengan aman,” kata Kalam dikutip dari Sinar Harian.

Situasi kabut asap di Samarinda. [ANTARA/Angga Palguna]
Situasi kabut asap di Samarinda. [ANTARA/Angga Palguna]

Ia kemudian menerjemahkan pesannya ke dalam Bahasa Jawa sebagai bentuk permohonan langsung kepada Prabowo agar persoalan kabut asap yang berdampak pada masyarakat kedua negara segera diselesaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Kalam juga mengkritik anggapan yang menjadikan hutan Indonesia sebagai pemasok oksigen bagi Malaysia, seolah-olah kabut asap yang melintasi perbatasan tidak perlu dipersoalkan.

“Janganlah masalah ini dijadikan bahan lelucon, kononnya hutan Indonesia selama ini memberikan oksigen kepada Malaysia. Apakah hutan di Malaysia ini pohon plastik sehingga tidak bisa menghasilkan oksigen?” ujarnya.

Menurut Kalam, kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga ancaman terhadap kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Malaysia.

Dampaknya mencakup gangguan pernapasan, batuk, asma, hingga terganggunya kegiatan sekolah dan sektor pariwisata.

baca juga

Aktivitas ekonomi lainnya, termasuk pekerjaan di perkebunan dan kegiatan nelayan, juga berpotensi terdampak akibat memburuknya kualitas udara.

Kalam mengusulkan agar pemerintah Malaysia memanfaatkan jalur diplomatik untuk mendorong Filipina, selaku Ketua ASEAN 2026, mengambil langkah regional yang lebih tegas dalam menangani kabut asap lintas batas.

Ia mengusulkan penguatan penegakan hukum bersama, pembentukan sistem peringatan dini berbasis pemantauan satelit, serta pembentukan tim tanggap darurat regional untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, Kalam mendorong penguatan implementasi Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas melalui mekanisme pertanggungjawaban yang lebih efektif.

Ia juga mengusulkan pembentukan dana regional untuk mendukung pencegahan kebakaran, pemulihan lahan gambut, serta pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Sementara itu, anggota parlemen dari Batang Lupar, Mohamad Shafizan Kepli, menilai Malaysia perlu konsisten memberikan tekanan diplomatik melalui mekanisme regional.

Ia juga meminta pertanggungjawaban yang lebih jelas dari pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pembakaran hutan yang menyebabkan kabut asap lintas negara.

Shafizan mencontohkan Singapura yang telah mengeluarkan pemberitahuan berdasarkan undang-undang pencemaran asap lintas batas kepada sejumlah perusahaan di Indonesia yang diduga terlibat dalam aktivitas pembakaran penyebab kabut asap.

“Pertanyaan saya, apakah Malaysia memiliki ketentuan hukum yang sama? Apakah pemerintah akan mengambil tindakan hukum seperti Singapura?” katanya.

Ia menegaskan, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Malaysia tidak boleh dikompromikan akibat persoalan kabut asap yang terus berulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangga Capaian 2 Tahun Memimpin, Prabowo Sindir Kebiasaan Puji Bangsa Lain

Bangga Capaian 2 Tahun Memimpin, Prabowo Sindir Kebiasaan Puji Bangsa Lain

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Aktivis Desak ASEAN Bertindak

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Aktivis Desak ASEAN Bertindak

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Prabowo Sebut Kebangkitan Indonesia Kerap Diganggu Asing: Kita Harus Selamatkan Kekayaan Negara

Prabowo Sebut Kebangkitan Indonesia Kerap Diganggu Asing: Kita Harus Selamatkan Kekayaan Negara

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Soal 2 Tahun Pemerintahan, Hasto PDIP Sebut Gibran Jadi Beban Prabowo

Soal 2 Tahun Pemerintahan, Hasto PDIP Sebut Gibran Jadi Beban Prabowo

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Prabowo Sentil Pejabat yang Gelisah Belum Dapat Peran: Jangan Frustrasi, Nanti Dimainkan

Prabowo Sentil Pejabat yang Gelisah Belum Dapat Peran: Jangan Frustrasi, Nanti Dimainkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Terkini

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Harga Gas Industri Sempat Tembus US$23, PGN Amankan 20 Kargo LNG

Harga Gas Industri Sempat Tembus US$23, PGN Amankan 20 Kargo LNG

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Yadea GT80 Tembus 182 Kilometer Bromo Hingga Madura Sekali Charge

Yadea GT80 Tembus 182 Kilometer Bromo Hingga Madura Sekali Charge

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:51 WIB

×