- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara di Museum Rudana, Bali, pada Senin, 19 Oktober 2026.
- Asosiasi Museum Indonesia memberikan penghargaan tersebut sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan komitmen Fadli Zon dalam memajukan kebudayaan nasional.
- Profesor Soemitro Djojohadikoesoemo dan maestro seni rupa Nyoman Nuarta turut menerima penghargaan dalam acara peringatan tersebut.
Suara.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara dari Asosiasi Museum Indonesia (AMI) atas pengabdian, dedikasi, dan komitmennya dalam membangun kehidupan museum serta kebudayaan Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam puncak peringatan Hari Museum Indonesia ke-11 dan Hari Kebudayaan Nasional 2026 di Museum Rudana, Bali, Senin (19/10/2026).
Ketua Umum AMI Putu Supadma Rudana mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi Fadli Zon dalam pengembangan permuseuman dan kebudayaan nasional.
Penganugerahan ini menjadi bagian dari perayaan bertajuk Setanggi Puspa Budaya yang mempertemukan tokoh bangsa, budayawan, seniman, dan penggiat museum.
“Hari ini, Asosiasi Museum Indonesia menganugerahkan Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian, dedikasi dan komitmennya dalam membangun kehidupan museum dan kebudayaan Indonesia,” ujar Putu dalam keterangan pers, Rabu (21/10/2026).
![Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara dari Asosiasi Museum Indonesia (AMI) atas pengabdian, dedikasi, dan komitmennya dalam membangun kehidupan museum serta kebudayaan Indonesia. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/21/10174-putu-supadma-rudana.jpg)
Putu yang juga memimpin The Rudana Art Institution menilai penghargaan kepada para tokoh bangsa merupakan upaya menghormati pemikiran, gagasan, dan pengabdian yang memberikan inspirasi bagi generasi penerus.
“Pengabdian di bidang kebudayaan, bukan hanya tentang pencapaian personal, melainkan sumbangsih bagi kemajuan peradaban bangsa,” katanya.
Fadli Zon dan Upaya Memajukan Kebudayaan Nasional
Penganugerahan kepada Fadli Zon berlangsung dalam momentum yang dinilai penting bagi perkembangan kebudayaan Indonesia.
Oktober menjadi bulan yang memiliki sejumlah peringatan nasional, mulai dari Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober, Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober, hingga Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya, memperkuat identitas bangsa, dan memberikan ruang bagi perkembangan seni serta pengetahuan.
Dalam konteks ini, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang pendidikan dan pewarisan nilai kebudayaan kepada masyarakat.
Mengusung tema Museum Soko Guru Bangsa, Rumah Kebudayaan Kita, peringatan Hari Museum Indonesia ke-11 di Museum Rudana menegaskan peran museum dalam merawat ingatan kolektif dan memperkuat jati diri bangsa.
Tokoh Ekonomi dan Maestro Seni Juga Menerima Penghargaan
Selain Fadli Zon, Museum Rudana memberikan penghargaan Ksatria Mahottama Nagara Award kepada Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas pemikiran dan pengabdiannya dalam perkembangan ekonomi serta pembangunan nasional, termasuk gagasan ekonomi kerakyatan dan ekonomi budaya.
Penghargaan Ksatria Mahottama Budaya Award juga diberikan kepada maestro seni rupa Nyoman Nuarta.
Ia dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperkaya seni rupa Indonesia dan membawa karya seni Indonesia ke panggung internasional, antara lain melalui Garuda Wisnu Kencana dan Garuda di kawasan ibu kota negara.
Rangkaian peringatan turut diisi pagelaran Huni-Jnana-Hana oleh Institut Seni Indonesia Bali serta pameran tunggal perupa Wayan Kun Adnyana bertajuk Guwung Suwung.
Putu juga menyampaikan apresiasi kepada pendiri Museum Rudana, Nyoman Rudana dan Olastini Rudana, yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa dan keluarga besar ISI Bali untuk menampilkan pertunjukan seni budaya.