Festival Budaya Nasional 2026: Merayakan Keberagaman, Menjaga Budaya Indonesia Terus Hidup

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:30 WIB
Festival Budaya Nasional 2026: Merayakan Keberagaman, Menjaga Budaya Indonesia Terus Hidup
Festival Budaya Nasional 2026 diselenggarakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor. (Dok. Yayasan Mawar Budaya)

Suara.com - Keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dari tradisi, bahasa, adat istiadat, seni, hingga pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi, kebudayaan tidak hanya mencerminkan identitas bangsa, tetapi juga menjadi sumber kreativitas dan kebersamaan.

Berangkat dari semangat tersebut, Yayasan Mawar Budaya menghadirkan Festival Budaya Nasional 2026 dengan tema “Budaya yang Terus Hidup”, sekaligus turut memperingati Hari Kebudayaan Nasional sebagai momentum untuk mengajak masyarakat merayakan keberagaman serta menjaga warisan budaya Nusantara agar tetap hidup dan berkembang.

Kegiatan diinisiasi Yayasan Mawar Budaya dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. (Dok. Yayasan Mawar Budaya)
Kegiatan diinisiasi Yayasan Mawar Budaya dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, tampak Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Dok. Yayasan Mawar Budaya)

Festival Budaya Nasional 2026 diselenggarakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor, serta menghadirkan Dialog Budaya Nasional yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Universitas Pakuan, Bogor.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Mawar Budaya dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menjadi ruang perjumpaan bagi komunitas budaya, seniman, akademisi, generasi muda, dan masyarakat untuk bersama-sama mengenal, merayakan, dan menjaga kekayaan budaya Indonesia.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon hadir dalam Festival Budaya Nasional 2026. Rangkaian festival menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan pertunjukan seni, pengenalan tradisi, kreativitas, serta interaksi langsung dengan para pelaku budaya. Dengan melibatkan komunitas dari berbagai daerah, festival mengajak pengunjung untuk tidak hanya menyaksikan kebudayaan sebagai pertunjukan, tetapi juga mengenal nilai dan pengetahuan yang hidup di baliknya.

Sebagai puncak festival, Pagelaran Budaya Nusantara bertajuk “Mari Bersama merawat akar budaya” melibatkan 200 seniman dalam perjalanan artistik yang merangkai ragam budaya dari Sabang sampai Merauke. Perpaduan koreografi tradisional dan kontemporer dengan teknologi digital membawa penonton menyusuri empat babak: “Jejak Peradaban”, “Budaya Nusantara”, “Budaya Berkembang”, dan “Budaya yang Terus Hidup”.

Pagelaran ini turut menghadirkan Novia Bachmid dan perwakilan Putra Putri Kebudayaan Indonesia, menghadirkan pertemuan lintas generasi dalam satu panggung.

Pagelaran Budaya Nusantara ini melibatkan 200 seniman, dari Sabang sampai Merauke. (Dok. Yayasan Mawar Budaya)
Pagelaran Budaya Nusantara ini melibatkan 200 seniman, dari Sabang sampai Merauke. (Dok. Yayasan Mawar Budaya)

Selain pagelaran seni, festival menghadirkan Pameran dan Kegiatan Interaktif 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) bersama komunitas budaya. Pengunjung dapat mengenal manuskrip dan tradisi menulis lontar, ritus daur hidup Jawa, permainan rakyat, Hikayat Aceh, dongeng Nusantara, membatik, musik Sape Dayak, pencak silat, teknologi tempa tradisional, hingga adat Malam Bainai dari Sumatera Barat. Berbagai kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dan belajar langsung bersama para pelaku budaya.

Pengalaman tersebut dilengkapi dengan pengenalan Warisan Budaya Takbenda melalui wayang dan angklung interaktif, serta Instalasi Ketahanan Pangan Nusantara yang memperkenalkan kekayaan pangan lokal dan pengetahuan tradisional masyarakat Indonesia. Lomba menggambar, kompetisi video pendek, dan Pasar Budaya UMKM turut menjadi ruang kreativitas, edukasi, serta apresiasi terhadap karya dan produk budaya Nusantara.

baca juga

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Dialog Budaya Nasional yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Universitas Pakuan, Bogor, mengangkat tema “Budaya untuk Masa Depan: Antara Warisan, Inovasi, dan Perubahan”. Bertempat di Graha Pakuan Siliwangi, Universitas Pakuan, forum ini dijadwalkan diawali dengan paparan pembuka oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh Dr. Luh Gede Saraswati Putri, S.S., M.Hum.

Dialog menghadirkan empat narasumber, yaitu Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan; Prof. Dr. rer. pol. Ir. H. Didik Notosudjono, M.Sc., Rektor Universitas Pakuan; Dr. Nungki Kusumastuti, S.S., M.Sos., pelaku dan akademisi seni; serta Asep Kambali, S.Pd., M.I.K., sejarawan dan pendiri Komunitas Historia Indonesia. Forum ini menjadi ruang berbagi pandangan mengenai pewarisan budaya, peran pendidikan dan generasi muda, kreativitas, serta inovasi agar kebudayaan Indonesia terus hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Festival menghadirkan Pameran dan Kegiatan Interaktif 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) bersama komunitas budaya.(Dok. Yayasan Mawar Budaya)
Festival menghadirkan Pameran dan Kegiatan Interaktif 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) bersama komunitas budaya.(Dok. Yayasan Mawar Budaya)

Melalui pagelaran, kegiatan interaktif, dan Dialog Budaya Nasional, festival membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung dengan tradisi serta gagasan baru tentang masa depan kebudayaan. Semangat yang dibawa ialah berakar pada tradisi, bersatu dalam keberagaman, dan terus berkembang menghadapi perubahan.

Dengan semangat “Budaya yang Terus Hidup”, Yayasan Mawar Budaya mengajak seluruh masyarakat: “Mari bersama merawat akar budaya, merayakan keberagaman, dan memastikan warisan budaya Indonesia tetap hidup.” ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadirkan Pangan Lokal Berkualitas, UMKM Mitra Binaan Pertamina Raih UKM Pangan Award 2026

Hadirkan Pangan Lokal Berkualitas, UMKM Mitra Binaan Pertamina Raih UKM Pangan Award 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Kinaryosih Ungkap Penyesalan Mak Eli Dalam "Putri Jangan Gentayangan Lagi"

Kinaryosih Ungkap Penyesalan Mak Eli Dalam "Putri Jangan Gentayangan Lagi"

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 15:59 WIB

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

Film "Istimewa" Segera Tayang, Mathias Muchus Sampaikan Pesan Menyentuh dan Berbagi Kisah Syuting

Film "Istimewa" Segera Tayang, Mathias Muchus Sampaikan Pesan Menyentuh dan Berbagi Kisah Syuting

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat

Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat

Bali | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Apa Penyebab Demo Besar-besaran di Prancis? Ini Kronologi Kerusuhan Prancis

Apa Penyebab Demo Besar-besaran di Prancis? Ini Kronologi Kerusuhan Prancis

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Bebas Kusam dan Kemerahan, 5 Tone Up Cream Korea Cica yang Nyaman di Kulit

Bebas Kusam dan Kemerahan, 5 Tone Up Cream Korea Cica yang Nyaman di Kulit

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Apa Perbedaan Tas Longchamp Asli dan Palsu? Begini Cara Cek Keasliannya

Apa Perbedaan Tas Longchamp Asli dan Palsu? Begini Cara Cek Keasliannya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bagaimana Cara Penguasa Memutarbalikkan Fakta Lewat Bahasa di Animal Farm?

Bagaimana Cara Penguasa Memutarbalikkan Fakta Lewat Bahasa di Animal Farm?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×