Media Singapura: Prabowo Tuduh MSCI Mencoba Intimidasi Indonesia Setelah Pasar Saham Anjlok

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:23 WIB
Media Singapura: Prabowo Tuduh MSCI Mencoba Intimidasi Indonesia Setelah Pasar Saham Anjlok
Presiden Prabowo Subianto membuka Sidang Kabinet Paripurna "2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri" di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto secara tegas menolak intimidasi MSCI terkait wacana penurunan status pasar saham.

  • MSCI mempertimbangkan pemangkasan predikat Indonesia dari emerging market menjadi standalone market karena isu transparansi.

  • Media Singapura CNA menyoroti perlawanan terbuka pemerintah Indonesia setelah pengumuman MSCI memicu penurunan bursa.

Suara.com - Media Singapura CNA menyoriti aksi Presiden Indonesia Prabowo Subianto tidak takut menghadapi MSCI.

Dalam pidatonya kemarin, Prabowo merespons keras manuver lembaga pemeringkat global MSCI yang mencoba menekan pasar modal dalam negeri. Menurut Prabowo, Indonesia dipastikan tidak akan melunak menghadapi gertakan pendorong rekapitalisasi indeks investasi.

"MSCI, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto di sidang kabinet paripurna. (Antara)
Presiden Prabowo Subianto di sidang kabinet paripurna. (Antara)

Merespon pernyataan Prabowo itu, CNA langsung membuat judul bombastis.

"Prabowo menuduh MSCI mencoba mengintimidasi Indonesia setelah pasar saham anjlok," tulis CNA, Kamis (22/10/2026).

"MSCI pekan lalu memperingatkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi pasar "mandiri", yang memicu penurunan pasar yang memecahkan rekor," begitu sub judul CNA.

Sikap keras Prabowo muncul setelah lembaga Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis rencana revaluasi status pasar modal Indonesia pada 16 Oktober 2026.

Lembaga tersebut mengusulkan pemindahan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Usulan penurunan kelas tersebut dipicu oleh kekhawatiran investor asing terkait transparansi kepemilikan saham serta indikasi perdagangan terkoordinasi.

baca juga

Pihak MSCI menilai langkah reformasi otoritas pasar modal domestik belum membawa dampak signifikan, sebelum keputusan akhir diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syahganda Nainggolan Luruskan Pesan Prabowo ke MSCI: Bukan Menantang, tapi Tak Mau Ditekan

Syahganda Nainggolan Luruskan Pesan Prabowo ke MSCI: Bukan Menantang, tapi Tak Mau Ditekan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Ketika Bos OJK 'Jadi Tukang Sapu' Pidato Prabowo Soal Menantang MSCI

Ketika Bos OJK 'Jadi Tukang Sapu' Pidato Prabowo Soal Menantang MSCI

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Tenggat Oktober 2026, Prabowo Diminta Segera Bentuk Timsel KPU 20272032

Tenggat Oktober 2026, Prabowo Diminta Segera Bentuk Timsel KPU 20272032

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Terkini

Syahganda Nainggolan Luruskan Pesan Prabowo ke MSCI: Bukan Menantang, tapi Tak Mau Ditekan

Syahganda Nainggolan Luruskan Pesan Prabowo ke MSCI: Bukan Menantang, tapi Tak Mau Ditekan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:21 WIB

9 Rekomendasi Film Tragic Romance tentang Belajar Melepaskan dan Mengikhlaskan

9 Rekomendasi Film Tragic Romance tentang Belajar Melepaskan dan Mengikhlaskan

Entertainment | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Apakah Sepatu Lari Carbon Plate Cocok untuk Jalan Kaki? Ini Penjelasan Ahli

Apakah Sepatu Lari Carbon Plate Cocok untuk Jalan Kaki? Ini Penjelasan Ahli

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Bagaimana Urutan Pakai Bedak Tabur dan Bedak Padat yang Benar untuk Menghasilkan Makeup Tahan Lama?

Bagaimana Urutan Pakai Bedak Tabur dan Bedak Padat yang Benar untuk Menghasilkan Makeup Tahan Lama?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Depan, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Diskriminasi Murid

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Depan, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Diskriminasi Murid

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kasus Pembacokan Berdarah Polisi dan Warga, Ini Penjelasan Kapolres Ciamis

Kasus Pembacokan Berdarah Polisi dan Warga, Ini Penjelasan Kapolres Ciamis

Jabar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Review Film Ditto (2022): Panggilan dari Masa Lalu dan Spoiler Masa Depan

Review Film Ditto (2022): Panggilan dari Masa Lalu dan Spoiler Masa Depan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Meski Gempuran AI Makin Masif, Jurnalisme Tetap Tak Tergantikan

Meski Gempuran AI Makin Masif, Jurnalisme Tetap Tak Tergantikan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Kulit Cerah dan Terawat, Kenali Potensi Ekstrak Biji Anggur sebagai Antioksidan

Kulit Cerah dan Terawat, Kenali Potensi Ekstrak Biji Anggur sebagai Antioksidan

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Local Media Summit 2026 Resmi Dibuka, Suwarjono: Pentingnya Kolaborasi Hadapi Gempuran AI

Local Media Summit 2026 Resmi Dibuka, Suwarjono: Pentingnya Kolaborasi Hadapi Gempuran AI

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:03 WIB

×