- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan enam program bantuan pada Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Kamis, 22 Oktober 2026.
- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan enam program tersebut mencakup insentif, beasiswa, renovasi, hingga pencegahan kekerasan di pesantren.
- Enam program ini bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia pesantren guna melahirkan santri mandiri dan berakhlak mulia.
Luthfi berharap regulasi tersebut menjadi pedoman bersama bagi pemerintah daerah, Kementerian Agama, aparat penegak hukum, pengelola pesantren, dan masyarakat dalam menjalankan peran masing-masing.
“Jelas siapa berbuat apa dan tidak saling lempar tanggung jawab,” tegasnya.
Selain memberikan dukungan pendidikan dan sarana prasarana, Pemprov Jateng juga menaruh perhatian pada perlindungan santri. Komitmen bersama itu untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, perundungan, maupun pelecehan seksual.
Luthfi mengingatkan para santri agar berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan dan perundungan. Para santri juga diminta mengenali hak-haknya serta saling menjaga satu sama lain.
“Kepada para santri, jangan takut, jangan diam, dan jangan malu untuk melapor apabila mengalami atau melihat kekerasan maupun perundungan. Kenali hak kalian, saling menjaga, dan berani menjadi pelapor. Budaya diam harus kita putus bersama,” pesannya.
Ia juga meminta orang tua dan pengasuh pesantren menjadi pendamping sekaligus teladan bagi para santri, sehingga pesantren benar-benar menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Dalam amanatnya, Luthfi turut menyampaikan tiga pesan kepada para santri untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pertama, memperkuat ilmu dengan mendalami kitab kuning sekaligus menguasai sains, teknologi, dan literasi digital. Santri diharapkan mampu memahami tradisi keilmuan Islam sekaligus mengikuti perkembangan zaman.
Kedua, memperkuat akhlak dan persatuan. Santri diminta menjadi pembawa kedamaian, menjauhi paham yang memecah belah, serta merawat toleransi di tengah keberagaman bangsa.
Ketiga, memperkuat kemandirian dan kepedulian. Santri didorong membangun kemampuan berwirausaha, peduli terhadap lingkungan dan kesehatan, serta hadir memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
“Saya berharap santri Jawa Tengah tumbuh menjadi generasi yang kuat ilmu agamanya, luas wawasannya, mulia akhlaknya, mandiri, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat perjuangan santri yang dahulu diwujudkan melalui perlawanan terhadap penjajahan harus terus dilanjutkan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Mari kita teguhkan tekad: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Luthfi.