Dampak Kekeringan di Karawang Kian Parah, 47 Ribu Warga di 33 Desa Krisis Air

Muhamad Yasir

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:03 WIB
Dampak Kekeringan di Karawang Kian Parah, 47 Ribu Warga di 33 Desa Krisis Air
Ilustrasi distribusi bantuan air bersih di daerah terdampak kekeringan [ANTARA]
baca 10 detik
  • BPBD Karawang melaporkan 47.707 warga terdampak kekeringan di 33 desa sejak Juni 2026.
  • Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru menjadi wilayah yang mengalami dampak kekeringan paling parah.
  • Berbagai instansi menyalurkan total 2.314.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

Suara.com - Sebanyak 47.707 warga di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terdampak kekeringan yang masih melanda 33 desa di delapan kecamatan pada musim kemarau tahun ini.

Dari jumlah tersebut, tercatat 14.491 kepala keluarga (KK) mengalami dampak kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ari Maulana, mengatakan kekeringan yang terjadi sejak Juni 2026 itu hingga kini belum berakhir.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Karawang bersama sejumlah instansi dan organisasi terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Hingga saat ini, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 2.314.000 liter.

Penyaluran air bersih tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Perumdam, TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PMI, Baznas, Tagana, Pramuka, pihak industri, hingga sejumlah organisasi relawan.

Berdasarkan catatan BPBD Karawang, Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, masing-masing tujuh desa.

Di Kecamatan Pangkalan, kekeringan melanda Desa Mulangsari, Kertasari, Jatilaksana, Ciptasari, Medalsari, Cintaasih, dan Tamanmekar.

Sementara itu, di Kecamatan Tegalwaru, tujuh desa yang terdampak meliputi Kutalanggeng, Cintalanggeng, Cintalaksana, Cigunungsari, Cipurwasari, Kutamaneuh, dan Cintawargi.

baca juga

Distribusi air bersih masih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kekeringan berlangsung. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPBD Peringatkan Ancaman Rob di Jakarta, Puncak Pasang Laut Siang Hari

BPBD Peringatkan Ancaman Rob di Jakarta, Puncak Pasang Laut Siang Hari

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:34 WIB

PDIP Ingatkan Kekeringan dan Karhutla Bukan Sekadar Bencana Tahunan

PDIP Ingatkan Kekeringan dan Karhutla Bukan Sekadar Bencana Tahunan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:03 WIB

DIY Catat Rekor 161 Hari Tanpa Hujan, Pakar UGM Dorong Gerakan Panen Air

DIY Catat Rekor 161 Hari Tanpa Hujan, Pakar UGM Dorong Gerakan Panen Air

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Dampak Kekeringan di Karawang Kian Parah, 47 Ribu Warga di 33 Desa Krisis Air

Dampak Kekeringan di Karawang Kian Parah, 47 Ribu Warga di 33 Desa Krisis Air

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Investasi Hulu Migas Capai Rp179,2 Triliun, Produksi Jadi Tantangan Berikutnya

Investasi Hulu Migas Capai Rp179,2 Triliun, Produksi Jadi Tantangan Berikutnya

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Pendapatan Adhi Karya Turun, Tapi Laba Bersih Melonjak 247%

Pendapatan Adhi Karya Turun, Tapi Laba Bersih Melonjak 247%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:56 WIB

Pemerintah Siapkan Kaltim Jadi Pusat Petrokimia, Manfaatkan Pasokan Gas Lokal

Pemerintah Siapkan Kaltim Jadi Pusat Petrokimia, Manfaatkan Pasokan Gas Lokal

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Belantara Way Kambas Membara: 350 Personel Terjang Sungai dan Hutan Lebat Jinakkan Titik Api

Belantara Way Kambas Membara: 350 Personel Terjang Sungai dan Hutan Lebat Jinakkan Titik Api

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Eks Kadis Kominfo Sulut Steven Liow Ditahan Polisi Terkait Korupsi Dana Publikasi Media

Eks Kadis Kominfo Sulut Steven Liow Ditahan Polisi Terkait Korupsi Dana Publikasi Media

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Inflasi Jepang Tembus Target, Sinyal Kenaikan Suku Bunga BOJ Makin Kuat

Inflasi Jepang Tembus Target, Sinyal Kenaikan Suku Bunga BOJ Makin Kuat

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti

Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun, Buyback Saham Jadi Strategi Jangka Panjang

Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun, Buyback Saham Jadi Strategi Jangka Panjang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Trump Aktifkan UU Perang Dingin, Harga Minyak Dunia Terkoreksi Tipis

Trump Aktifkan UU Perang Dingin, Harga Minyak Dunia Terkoreksi Tipis

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:23 WIB

×