Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:07 WIB
Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyapa mahasiswa setibanya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Rabu (28/5/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]
baca 10 detik
  • Prancis melarang total agenda demonstrasi dan menghentikan layanan transportasi umum di Marseille.

  • Pemerintah memperketat aturan jam malam bagi seluruh warga untuk mencegah kerusuhan susulan.

  • Gelombang protes besar dipicu oleh tuntutan perbaikan sekolah serta lonjakan harga kebutuhan.

Suara.com - Pemerintah Prancis mengambil langkah ekstrem dengan melarang seluruh agenda unjuk rasa di Marseille dan kawasan Bouches-du-Rhone pada Sabtu mendatang. Kebijakan ketat ini diambil usai kelompok Rompi Kuning menyerukan aksi nasional lanjutan demi merespons lonjakan harga kebutuhan pokok.

Pembatasan ketat ini langsung mengubah peta mobilisasi warga yang sebelumnya berencana memenuhi jalanan kota. Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa pembekuan izin ruang publik ini berlaku tanpa terkecuali, di luar agenda resmi serikat pekerja.

Otoritas setempat juga langsung menghentikan operasional seluruh angkutan umum metropolitan Marseille selama 24 jam mulai Sabtu pagi. Langkah sweeping ini dilakukan demi mempersempit ruang gerak massa aksi yang berpotensi memicu kerusuhan berulang.

Massa demonstran membakar gedung kantor pemerintah di Prancis selama demo anarkis akhir pekan. Massa juga menjarah toko-toko mewah. (Foto/EU Today)
Massa demonstran membakar gedung kantor pemerintah di Prancis selama demo anarkis akhir pekan. Massa juga menjarah toko-toko mewah. (Foto/EU Today)

"Seluruh demonstrasi, baik yang telah diberitahukan secara resmi maupun tidak, akan dilarang di seluruh departemen, termasuk aksi yang tidak berkaitan dengan daya beli masyarakat," kata Witkowski dalam pernyataan yang dikutip penyiar Prancis BFMTV.

Kepala Prefektur Jacques Witkowski menegaskan pertimbangan penyiapan personel keamanan menjadi alasan utama pembatasan ketat ini. Keterbatasan aparat di lapangan dinilai berisiko tinggi jika aksi dibiarkan berjalan tanpa kendali.

Selain pembatasan aksi, aturan jam malam kini menyasar seluruh lapisan masyarakat dari pukul 23.00 hingga 05.00 waktu setempat. Skema baru ini memperketat regulasi lama yang sebelumnya hanya berlaku khusus bagi anak di bawah umur.

Kebijakan pembatasan aktivitas malam hari tersebut rencananya akan terus dikawal ketat hingga Senin pagi. Langkah drastis ini menjadi puncak ketegangan dari rangkaian protes warga yang terus membesar sejak pertengahan September.

Gelombang keresahan sosial ini sebenarnya dipicu oleh aksi pelajar di pinggiran Paris yang menuntut pembenahan fasilitas sekolah. Isu tersebut kemudian membesar menjadi sentimen nasional saat masyarakat luas mulai mengeluhkan himpitan lonjakan harga.

Puncak amarah publik sebelumnya pecah pada 17 Oktober saat sekitar 550 ribu orang turun ke jalan secara serentak. Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat pergerakan massa tersebut sebagai salah satu aksi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

baca juga

Bentrokan fisik tidak terhindarkan ketika aparat keamanan merespons massa dengan tembakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air. Eskalasi kekerasan itulah yang akhirnya memicu pemerintah memberlakukan aturan darurat dan pembatasan ketat saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Kata "Bismillah" Populer di Demo Prancis Hingga ke Belgia dan Italia, Apa Artinya?

Kata "Bismillah" Populer di Demo Prancis Hingga ke Belgia dan Italia, Apa Artinya?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Terkini

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Lebih Mahal dari Amerika

Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Lebih Mahal dari Amerika

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Harta Kekayaan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin yang Dibui Kasus Korupsi Rp18,7 Miliar

Harta Kekayaan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin yang Dibui Kasus Korupsi Rp18,7 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Terlilit Utang Rp80 Juta, Otak Aksi Berdarah Toko Emas Jember Disergap di SPBU Banyuwangi

Terlilit Utang Rp80 Juta, Otak Aksi Berdarah Toko Emas Jember Disergap di SPBU Banyuwangi

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Igor Tolic Ungkap Penyebab Kekalahan Persib Bandung Atas Madura United

Igor Tolic Ungkap Penyebab Kekalahan Persib Bandung Atas Madura United

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Joki Baca Buku dan Komodifikasi Literasi, Solusi atau Sekadar Ilusi?

Joki Baca Buku dan Komodifikasi Literasi, Solusi atau Sekadar Ilusi?

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Progres Sudah 83 Persen

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Progres Sudah 83 Persen

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Komisi I DPR Sebut Revisi UU Peradilan Militer Harus Segera Dibahas, Tak Perlu Tunggu 2 Tahun

Komisi I DPR Sebut Revisi UU Peradilan Militer Harus Segera Dibahas, Tak Perlu Tunggu 2 Tahun

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Bikin Persib Bandung Frustrasi, Angga Saputro Cs Dapat Acungan Jempol Pelatih MU

Bikin Persib Bandung Frustrasi, Angga Saputro Cs Dapat Acungan Jempol Pelatih MU

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Karhutla Picu 333 Ribu Kasus ISPA! 75 Ribu di Antaranya Serang Anak di Bawah 5 Tahun

Karhutla Picu 333 Ribu Kasus ISPA! 75 Ribu di Antaranya Serang Anak di Bawah 5 Tahun

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:26 WIB

×