-
Pengangkatan dua anak Menteri Haji Gus Irfan sebagai tenaga ahli memicu kemarahan publik.
-
Netizen dan pengamat menilai keputusan tersebut mencerminkan kebangkitan praktik KKN di birokrasi.
-
Pihak Kementerian Haji dan Umrah belum memberikan klarifikasi resmi terkait dokumen keputusan tersebut.
Gus Irfan sendiri mengantongi rekam jejak akademis hingga tingkat doktor di bidang Manajemen Pendidikan Islam yang diselesaikannya pada Februari 2025 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Selain berbekal latar pendidikan tinggi dari Universitas Brawijaya, ia juga tumbuh dari trah keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng.
Ia adalah putra dari tokoh NU KH Muhammad Yusuf Hasyim sekaligus cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari.
Namun, besarnya nama besar keluarga dan latar akademik tersebut kini berhadapan langsung dengan tuntutan akuntabilitas publik atas tata kelola kementerian yang dipimpinnya.