- Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menolak membuka hutan primer demi mengejar target produksi pangan nasional.
- Kementan berencana mengembangkan lahan rawa mineral seluas dua juta hektare yang diawali kolaborasi bersama TNI.
- Alokasi lahan rawa mineral tersebut difokuskan khusus untuk komoditas pangan pokok seperti beras, jagung, dan kedelai.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan membuka hutan primer untuk mengejar target produksi pangan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima laporan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan, Rabu (21/10/2026). Sidang tersebut ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (23/10/2026).
Dalam sidang tersebut, Amran melaporkan rencana pengembangan lahan rawa mineral seluas 2 juta hektare yang berpotensi menyediakan pangan bagi hingga 500 juta penduduk.
Untuk tahap awal, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan TNI dan Kementerian Pertahanan untuk menggarap 500.000 hektare lahan.
"Kemudian ada lahan yang akan digarap 2 juta hektar ke depan lahan mineral. Kalau ini kita garap, kita mampu menyediakan pangan untuk penduduk kita 500 juta orang ke depan," kata Amran.
"Tahap pertama, kami rapat tadi dengan TNI dan Pak Menhan untuk menggarap seluas 500.000 hektar, lahannya ini 2 juta hektar. Kembali yang tadi. 2 juta hektar kami sudah siapkan petanya untuk mencukupi pangan kita untuk penduduk 500 juta orang ke depan," sambungnya.
Mendengar laporan tersebut, Prabowo kemudian bertanya kepada Amran apakah lahan itu merupakan tambahan atau bukan. Amran menjawab bahwa lahan tersebut merupakan tambahan berupa rawa mineral yang akan dimanfaatkan.
Setelah mendengar paparan mengenai pemanfaatan lahan rawa mineral, bukan gambut, Prabowo memastikan kelestarian hutan primer tetap terjaga.
"Jadi kita tidak akan buka hutan primer? Untuk produksi pangan kita selanjutnya, kita tidak perlu buka hutan primer?" tanya Presiden Prabowo.
"Siap, tidak, Bapak Presiden," jawab Mentan Amran.
"Bagus," tegas Presiden Prabowo menanggapi.
Selain menekankan komitmen perlindungan hutan primer, Prabowo juga memastikan bahwa alokasi lahan rawa mineral tersebut difokuskan untuk komoditas pangan pokok, seperti beras, jagung, dan kedelai, bukan tanaman bahan baku etanol.