Lapor ke Prabowo, Kapolri Ungkap Belasan Korporasi Jadi Tersangka Karhutla hingga Asing Disinggung

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:15 WIB
Lapor ke Prabowo, Kapolri Ungkap Belasan Korporasi Jadi Tersangka Karhutla hingga Asing Disinggung
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Kapolri melaporkan penegakan hukum kasus kebakaran hutan kepada Presiden Prabowo di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
  • Polri menangani 286 laporan perorangan dengan 243 tersangka serta mencatat 100 laporan terhadap korporasi yang melibatkan belasan tersangka di berbagai daerah.
  • Dampak kebakaran mencapai 5.856 hektare dari pelaku perorangan dan hampir 30.000 hektare lahan yang melibatkan entitas korporasi.

Suara.com - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membeberkan laporan perkembangan penegakan hukum terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) lalu.

Suyudi menyampaikan, bahwa penindakan hukum dilakukan baik terhadap pelaku perorangan maupun pihak korporasi di berbagai daerah.

Untuk kategori perorangan, Polri mencatat ratusan laporan polisi yang ditangani oleh puluhan kepolisian daerah. Luas area yang terbakar akibat perbuatan individu tersebut mencapai lebih dari 5.000 hektare.

“Terkait dengan penegakan hukum Karhutla yang kami laksanakan. Yang pertama terkait dengan perorangan. Ada 13 Polda yang melakukan penegakan hukum,” ujar Kapolri dalam Sidang Kabinet Paripurna yang siarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).

Ilustrasi Kebakaran Hutan (pexels.com/Petr Wolf)
Ilustrasi Kebakaran Hutan (pexels.com/Petr Wolf)

"286 LP, luas yang terbakar adalah 5.856 hektare, jumlah tersangka 243. Dalam lidik 32, henti lidik 9, proses sidik lanjut 189, selesai 56 perkara. Ini untuk kasus perorangan," katanya menambahkan.

Selain individu, fokus penegakan hukum juga diarahkan kepada entitas korporasi yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran di area konsesi milik mereka.

Laporan per 20 Oktober 2026 menunjukkan puluhan ribu hektare lahan terbakar yang melibatkan belasan korporasi tersangka.

“Kemudian untuk korporasi, berdasarkan laporan terakhir tanggal 20 Oktober kemarin, pukul 18, penegakan hukum yang kami lakukan, 10 Polda dan 1 Direktorat Tipiter Bareskrim, itu ada 100 LP, luas yang terbakar itu 29.534,99. Jumlah tersangka 13, henti lidik 6, proses penyidikan 94 kasus,” katanya.

Atas pelanggaran tersebut, Polri merekomendasikan tindakan tegas berupa pencabutan izin usaha bagi puluhan kasus yang telah naik ke tahap penyidikan.

baca juga

Suyudi juga menyoroti adanya belasan perusahaan modal asing (PMA) yang turut masuk dalam radar penyidikan.

“Untuk 71 laporan polisi, proses penyidikan belum direkomendasikan untuk cabut izin. Namun, 2 di antaranya sudah naik tersangka, 69 belum naik. Ini adalah korporasi yang terafiliasi PMA atau asing, ada 22 korporasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Suyudi membeberkan perincian mengenai total luas konsesi dan area yang terbakar dari perusahaan-perusahaan yang tengah diproses secara hukum.

Untuk 11 korporasi yang sudah berstatus tersangka, total luas konsesi mencapai 209.933 hektare dengan area yang hangus terbakar seluas 11.105,39 hektare.

Sementara itu, 12 korporasi lainnya yang masih berstatus belum tersangka memiliki total konsesi 166.756 hektare dengan area terbakar seluas 8.849 hektare.

Mayoritas korporasi yang telah berstatus tersangka ini terkonsentrasi di wilayah Pulau Kalimantan.

“Dari 11 korporasi ini, 8 korporasi itu di Kalimantan Barat, Bapak. 2 korporasi di wilayah Kalimantan Tengah, 1 korporasi di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Tembus 35 Ribu Hektar

243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Tembus 35 Ribu Hektar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:12 WIB

Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Balik Karhutla: Masyarakat Sangat Menderita

Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Balik Karhutla: Masyarakat Sangat Menderita

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:46 WIB

8 Korporasi di Kalbar Terseret Kasus Karhutla, Kapolri Ungkap Luas Lahan Terbakar

8 Korporasi di Kalbar Terseret Kasus Karhutla, Kapolri Ungkap Luas Lahan Terbakar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:46 WIB

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Health | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Kemensos Belum Terima Pengajuan Bantuan untuk Korban Karhutla, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

Kemensos Belum Terima Pengajuan Bantuan untuk Korban Karhutla, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Terkini

243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Tembus 35 Ribu Hektar

243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Tembus 35 Ribu Hektar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:12 WIB

Rekomendasi HP 5G Terbaik untuk Pemakaian Jangka Panjang: Awet Performa dan Baterai Badak

Rekomendasi HP 5G Terbaik untuk Pemakaian Jangka Panjang: Awet Performa dan Baterai Badak

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sekolah di Rumpin Dibobol Maling, Sejumlah Laptop dan Peralatan Elektronik Raib

Sekolah di Rumpin Dibobol Maling, Sejumlah Laptop dan Peralatan Elektronik Raib

Bogor | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Mulut Kotor Donald Trump Serang Rival Demokrat di Pilpres Senat AS

Mulut Kotor Donald Trump Serang Rival Demokrat di Pilpres Senat AS

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Kinerja Positif, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun

Kinerja Positif, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Italia Siaga! Anak Muda Dikoordinir via Telegram Siapkan Penjarahan dan Serangan Bom Molotov

Italia Siaga! Anak Muda Dikoordinir via Telegram Siapkan Penjarahan dan Serangan Bom Molotov

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember, Gus Ipul Pastikan Pendampingan Unhan Berlanjut

Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember, Gus Ipul Pastikan Pendampingan Unhan Berlanjut

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Tenaga Ahli Diekspor, Teknologi Diimpor: Paradoks Pembangunan Indonesia

Tenaga Ahli Diekspor, Teknologi Diimpor: Paradoks Pembangunan Indonesia

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:50 WIB

GoFood Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bawa Kuliner Bandung Tembus Pasar Jakarta

GoFood Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bawa Kuliner Bandung Tembus Pasar Jakarta

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Pontianak Infomedia Garap Pasar Komunitas lewat Kanal Berbahasa Mandarin

Pontianak Infomedia Garap Pasar Komunitas lewat Kanal Berbahasa Mandarin

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:48 WIB

×