-
Thomas Markle terseret kasus dugaan materi pelecehan anak di Filipina.
-
Meghan Markle buka suara dan akui prihatin atas kasus Thomas Markle.
-
Meghan Markle tegaskan keputusan jaga jarak diambil demi melindungi anak.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari keluarga kerajaan Inggris. Ayah kandung Meghan Markle, Thomas Markle, dilaporkan tengah berurusan dengan kepolisian karena terseret dugaan kasus kepemilikan materi pelecehan seksual terhadap anak di Filipina.
Penyelidikan tersebut bermula setelah kepolisian setempat menerima laporan terkait adanya dugaan gambar-gambar terlarang yang disimpan di kediaman ayah Meghan Markle, Thomas Markle tahun itu di Filipina.
Ironisnya, kasus tersebut eledak setelah putra kandungnya sendiri, Thomas Markle Jr. (60), melaporkan sang ayah ke pihak berwenang.

Meghan Markle Buka Suara, Akui Hatinya Hancur
Menanggapi kasus hukum yang menjerat ayah kandungnya, Duchess of Sussex akhirnya merilis pernyataan resmi yang dilansir dari melalui Sky News.
Meghan Markle akui tak mampu menyembunyikan rasa sedih dan prihatin yang mendalam.
"Saya sangat sedih mendengar berita yang terungkap dalam 24 jam terakhir ini, dan hati saya sangat tertuju kepada anak-anak yang mungkin telah menjadi korban," ungkap Meghan.
Meghan juga membongkar fakta mengejutkan dari masa lalunya. Ia mengungkapkan bahwa kabar mengenai dugaan kelakuan sang ayah sebenarnya sudah pernah ia dengar tak lama setelah pernikahannya dengan Pangeran Harry pada musim panas 2018 silam.
Saat itu, sebuah surat berisi tuduhan mengkhawatirkan tentang ayahnya sempat masuk ke Kepolisian Metropolitan London dan unit perlindungan kerajaan (Royalty and Specialist Protection), sebelum akhirnya diteruskan kepada Meghan.
Kala itu, Meghan sempat diyakinkan bahwa pihak kepolisian tengah menindaklanjuti laporan tersebut.
Namun, belakangan diketahui Kepolisian Metropolitan tidak pernah membuka penyelidikan resmi terhadap Thomas Markle.
Kini, otoritas Inggris justru sedang menggelar investigasi internal untuk mencari tahu mengapa surat laporan rahasia tahun 2018 itu bisa sampai ke tangan Meghan.
Alasan Menjauhkan Anak-anak dari Sang Kakek Terungkap
Selama bertahun-tahun, keputusan Meghan untuk memutus kontak dengan sang ayah kerap menuai kontroversi dan kritik tajam dari publik.
Melalui peristiwa ini, istri Pangeran Harry tersebut akhirnya buka-bukaan mengenai alasannya bersikap dingin.
Meghan menegaskan, keputusannya menjaga jarak dan melarang Thomas Markle bertemu cucu-cucunya, Archie dan Lilibet semata-mata diambil demi keselamatan sang buah hati.
"Saya berharap sekarang publik bisa paham. Di balik semua narasi media selama bertahun-tahun, jarak yang saya jaga dari ayah saya dan pilihan untuk tidak membiarkannya bertemu anak-anak kami cuma punya satu alasan: untuk melindungi mereka," tegas Meghan.
Ia pun menambahkan bahwa apa yang kini terungkap jauh lebih mengerikan dari bayangannya.
"Harapan tulus saya adalah keadilan bisa ditegakkan sepenuhnya, dan prioritas utama tetaplah keselamatan serta perlindungan anak-anak yang tidak bersalah," imbuhnya.
Sebelumnya, hubungan Meghan Markle dan sang ayah memang sudah lama membeku, tepatnya sejak Mei 2018.
Menjelang royal wedding, Thomas Markle ketahuan bersekongkol merekayasa foto bersama paparazzi demi bayaran uang dan memiliki mangkir dari hari bahagia putrinya.

Bantahan Thomas Markle
Menghadapi tudingan berat dari putra kandungnya sendiri dilansir dari Daily Mail, Thomas Markle Sr. dengan tegas menepis kabar tersebut.
Melalui wawancaranya dengan media, mantan penata cahaya Hollywood ini menyebut seluruh tuduhan tersebut sebagai kebohongan dan fitnah keji yang sengaja dibuat untuk menghancurkan sisa hidupnya di usia senja.
Begitu pula dengan tanggapan putri sulung Thomas Maskle, yang meradang mendengar tuduhan adik laki-lakinya.
Samantha yang selama ini merawat sang ayah menyebut Thomas Jr. sebagai pembohong besar yang sengaja mengarang cerita demi uang dan balas dendam.
"Tuduhan menjijikkan ini sama sekali tidak berdasar. Saudara laki-laki saya mengarangnya karena uang dari ayah sudah disetop. Dia ingin menghancurkan ayah," tegas Samantha.
Samantha juga menjelaskan bahwa komputer-komputer tersebut sudah tidak disentuh ayahnya selama dua tahun terakhir.
Perangkat itu sempat dikirim dari Meksiko dan disimpan di ruang bawah tanah sebelum akhirnya berada di bawah penguasaan Thomas Jr.
"Tidak ada bukti ayah saya yang mengunduh gambar-gambar itu. Siapa pun bisa saja mengakses komputer tersebut dan menjebak ayah," imbuhnya.