- Gubernur Pramono menyetujui penyelenggaraan kompetisi Liga Aspal memperebutkan Piala Wali Kota Jakarta Timur di Kampung Melayu.
- Pemanfaatan ruang publik untuk fasilitas olahraga terbukti berhasil menurunkan angka tawuran warga dari 132 kasus menjadi sekitar 20 kasus hingga Oktober.
- Pemprov DKI Jakarta berencana memperluas izin kompetisi olahraga serupa ke seluruh wilayah kota administratif dengan syarat tetap merawat taman.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyetujui perhelatan sepak bola jalanan bertajuk Liga Aspal di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Ajang adu ketangkasan mengolah si kulit bundar di atas permukaan aspal tersebut bakal memperebutkan piala bergengsi dari Wali Kota Jakarta Timur.
Keputusan membuka kran kompetisi tersebut disampaikan langsung oleh Pramono saat meninjau langsung pemanfaatan ruang publik di kolong jembatan layang.
“Saya menyetujui untuk di Jakarta Timur ini digulirkan pertandingan Liga Aspal, karena kemarin marak tidak semua tempat bisa digunakan untuk Liga Aspal. Tetapi di Jakarta Timur, termasuk di Kampung Melayu ini, saya yakin bisa digunakan untuk Liga Aspal dan untuk itu menyetujui kalau kemudian Liga Aspal memperebutkan Piala Wali Kota Jakarta Timur,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
![[Esai Foto] Liga Aspal dan Mimpi Anak-anak di Tengah Kota Jakarta](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/26/88029-esai-foto-liga-aspal-dan-mimpi-anak-anak-di-tengah-kota-jakarta.jpg)
Keberadaan sarana bermain bola bersama sarana olahraga lainnya diyakini ampuh mengikis angka bentrokan fisik antarwarga di kawasan rawan tawuran.
“Yang seperti dilaporkan oleh Pak Wali Kota tadi, dulu di tahun 2025, tawuran di tempat ini lebih dari 130 kali dalam satu tahun," kata Pramono.
"Tadi dilaporkan sampai dengan akhir Oktober, karena fasilitas ini sudah digunakan untuk pertandingan bola, sarana berlatih tinju, termasuk di yang sebelumnya Pasar Rebo, di Jakarta Timur ini terjadi penurunan. Dari 132 menjadi kurang lebih 20-an,” Pramono menambahkan.
Antusiasme anak muda terhadap sepak bola mendorong rencana perluasan kompetisi serupa ke pelbagai penjuru kota administratif di Jakarta.
“Tadi saya menanyakan kepada para pemuda yang ada di sini, mereka menyampaikan bahwa sekarang ini satu, energinya dialokasikan dengan berlatih tinju, main bola bersama. Akhirnya mereka kenal satu sama lain, yang dulu menjadi lawan tawuran sekarang menjadi temannya. Sehingga dengan cara-cara pola seperti ini akan kami lakukan di Jakarta,” terang Pramono lagi.
Ia menegaskan kesiapannya mengizinkan pemanfaatan fasilitas publik terbuka, termasuk Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), asalkan sarana taman tetap terawat dengan baik.
“Intinya, apa yang dimulai di Jakarta Timur, nanti saya akan izinkan semua daerah untuk mempunyai Liga Aspal kalau memang ada. Atau liga apa, RPTRA juga nggak apa-apa. Yang penting jangan kemudian merusak taman dan sebagainya,” jelas Pramono.
Melalui panggung Liga Aspal, luapan energi pemuda Jakarta kini dialihkan menjadi semangat sportivitas yang membanggakan lingkungan sekitar.
“Intinya, energi ataupun kelebihan yang dimiliki anak-anak muda kita itu tersalurkan dengan baik,” ucap Pramono.