- Delapan belas penerbangan komersial internasional di Eropa menerima ancaman bom pada Kamis, 5 November 2026.
- Ancaman dikirim melalui surat elektronik oleh kelompok ekstremis yang mengklaim menempatkan bahan peledak di pesawat.
- Sejumlah pesawat dialihkan atau dikawal jet tempur militer sebelum mendarat dan diperiksa secara ketat.
Suara.com - Sebanyak 18 penerbangan komersial di berbagai negara Eropa dilaporkan menerima ancaman bom pada Kamis (5/11/2026) waktu setempat atau Jumat (6/11) WIB.
Sebelumnya dikabarkan ada 12 penerbangan komersil yang mendapat ancaman bom di sejumlah negara Eropa.
Laporan Anadolu Ajansi (AA) menyebut ancaman tersebut melibatkan sejumlah maskapai internasional, di antaranya Ryanair, Wizz Air, LOT Polish Airlines, Finnair, Jettime, KLM, dan Aer Lingus.
Di Prancis, sebuah pesawat Airbus A320 milik Aer Lingus yang terbang dari Dublin menuju Roma terpaksa dialihkan ke pangkalan udara di Evreux, Normandia, setelah menerima ancaman bom.
Pesawat yang membawa 151 penumpang dan enam awak tersebut berhasil mendarat dengan selamat. Tim penjinak bom militer Prancis kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pesawat.

Jet Tempur Dikerahkan Kawal Pesawat
Ancaman bom juga terjadi pada penerbangan Finnair dari Helsinki menuju Roma, Italia. Pesawat tersebut dikawal jet tempur Angkatan Udara Italia menuju Bandara Fiumicino.
Setelah mendarat dengan selamat, pesawat langsung menjalani pemeriksaan keamanan. Menurut kantor berita Italia ANSA, aktivitas penerbangan di bandara tersebut sempat dihentikan selama sekitar 30 menit.
Dua penerbangan lain yang menuju Bandara Milan Malpensa juga menerima ancaman serupa. Keduanya merupakan penerbangan Aegean Airlines dari Thessaloniki, Yunani, dan Ryanair dari Porto, Portugal.
Namun, kedua pesawat tersebut tidak dialihkan dan tetap mendarat sesuai jadwal.
Sementara itu, penerbangan Finnair dari Helsinki menuju Wina yang dioperasikan Jettime juga menerima ancaman bom. Pesawat tersebut tetap melanjutkan perjalanan dan mendarat sesuai jadwal.
Situasi serupa terjadi di Bulgaria. Tiga penerbangan Ryanair yang menuju Sofia dilaporkan menerima ancaman bom sehingga Angkatan Udara Bulgaria mengerahkan jet tempur MiG-29.
Di Republik Ceko, kepolisian menerima laporan ancaman bom terhadap empat penerbangan menuju Praha. Meski menilai ancaman tersebut tidak memiliki dasar kuat, petugas tetap menjalankan prosedur keamanan.
Ancaman serupa juga dilaporkan terjadi pada penerbangan di Austria, Rumania, Belgia, Polandia, dan Denmark. Sejumlah pesawat menjalani pemeriksaan keamanan setelah mendarat.
E-mail Ancaman Bom Mengatasnamakan Kelompok Ekstremis
Di Italia, laporan media setempat mengungkap adanya surat elektronik atau e-mail ancaman yang dikirimkan ke Bandara Fiumicino. Pesan tersebut mengklaim bahan peledak telah ditempatkan di dua pesawat yang menuju Roma.
E-mail itu ditandatangani kelompok yang menyebut diri mereka 'Fighters of the Male State'.
Kelompok tersebut dilaporkan memiliki keterkaitan dengan konten bermuatan rasisme dan kebencian terhadap perempuan.
Menurut laporan media Italia, kelompok tersebut menjadi perhatian aparat keamanan dan intelijen. Rusia juga telah memasukkannya ke dalam daftar organisasi ekstremis dan teroris yang dilarang.
Laporan awal mengenai e-mail ancaman bom yang diterima bandara di Italia akan diserahkan kepada kejaksaan untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, Dinas Intelijen Rumania (SRI) mengungkapkan adanya dua ancaman bom tambahan yang menyasar Bandara Internasional Henri Coanda di Bukares.