“Jangan fokus di situ lah. Memang kita butuh, tapi jangan fokus di situ," papar ibu dari Arabella Amaral ini.
Aura juga kerap mengalihkan hasrat seksualnya dengan melakukan hipnoterapi. Katanya, hipnoterapi pernah dia pelajari dan dipraktikkan saat dia jomlo.
"Aku belajar hipnoterapi supaya kita lebih kalem," aku dia seraya menyatakan dia masih ingin menikah lagi.
Lain lagi dengan Yuni Shara. Mantan kekasih Raffi Ahmad ini mengaku setelah tidak memiliki pasangan, melampiaskan hasrat seksualnya kepada alat bantu.
Itu dia lakukan ketika usianya sudah menginjak 40-an tahun. Setelah berpisah dari suami keduanya, Yuni mengaku sulit mencari suami pengganti. Apalagi anaknya sempat tidak ingin Yuni menikah lagi.
Nah, untuk melampiaskan hasrat seksualnya yang sedang memuncak, Yuni mengaku menggunakan sex toys. Dia mengatakan, alat baktu seksual ini dia dapatkan dari Belanda.
“Sejak itu aku punya teman,” kata perempuan asal Batu, Malang ini di kanal Youtube Deddy Corbuzier akhir 2019 lalu.
Dia mengaku, menggunakan alat bantu seks justru bisa memuaskannya. Sebab, dia bisa sampai klimaks. Berbeda ketika berhubungan dengan pasangannya, dia mengaku tidak pernah melewati orgasme. Yuni mengaku sulit orgasme dengan pasangan karena trauma KDRT pada pernikahan pertamanya.
Alab bantu seks ini, menurutnya juga tidak merepotkan. Bisa disimpan, digunakan kapan saja ketika dia ingin.
Baca Juga: Trauma Akibat KDRT hingga Tak Bisa Orgasme, Yuni Shara Lampiaskan Hasrat dengan Cara Ini
"Aku bisa atur sendiri, aku bisa simpan sendiri. Itu my best friend (teman terbaikku) kalau aku pas kepengin saja. Tapi enggak ngerepotin,” tandas perempuan berusia 51 tahun ini.
Selain itu, Yuni juga tetap memiliki aktivitas di luar pekerjaannya menyanyi. Dia aktif di pendidikan, yakni dengan mendirikan sekolah TK di kampung halamannya, juga beraktivitas sosial. Menurutnya, bermanfaat untuk orang lain adalah tujuaan hidupnya.
"Kadang-kadang aku ke tempatnya orang sulit, itu aku happy saat aku memberi," kata Yuni yang juga mengaku masih punya mimpi punya pasangan hidup di masa tuanya. (*)