NTB.Suara.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengamati Gunung Merapi telah dua kali menyemburkan guguran lava selama pengamatan pada 28 Februari - 2 Maret 2023 atau selama sepekan.
"Pada minggu ini, guguran lava teramati sebanyak 2 kali ke arah bara daya atau hulu Kali Boyong dan Kali Bebeng. Jarak luncur guguran lava maksimal 1.000 meter," kata Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, dalam siaran pers, Minggu (5/3/2023).
Dia mengatakan, aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas dalam tingkat "Siaga".
Menurut Agus, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km. Selain itu, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," terangnya.
BPPTKG juga mencatat data kegempaan Gunung Merapi tercatat 572 kali gempa vulkanik dalam (VTA), 23 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 53 kali gempa fase banyak (MP).
Selain itu, sebanyak 232 kali gempa guguran (RF), 1 kali gempa hembusan (DG), dan 3 kali gempa tektonik (TT). "Intentitas gempa pada minggu ini masih cukup tinggi," jelas Agus.
Untuk itu, BPPTKG merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten, melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Selain itu, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Waspadai juga bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: Marak WNA Lalu Lalang Pakai Plat Nomor Palsu Rusia di Bali: Warga Meradang, Polisi Beraksi
Gunung Merapi yang memiliki ketinggian puncak 2.930 meter dari permukaan laut (mdpl) berada dalam wilayah Provinsi Yogyakarta, yakni lereng sisi selatan masuk wilayah Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Klaten sisi tenggara, Kabupaten Magelang sisi barat, serta Kabupaten Boyolali sisi utara dan timur.