Ia pun akhirnya memutuskan untuk mempertanyakan status MI ke kantor Gubernur NTB dan mengirim pesan melalui WhatsApp ke Gubernur NTB H Zulkieflimansyah. Dugaan penipuan tersebut juga dilaporkan ke polisi.
"Sekali lagi, dengan hormat Bapak Gubernur mohon ditanggapi curahan isi hati saya sebagai seorang perempuan yang terzolimi," ujar SA.
Sementara itu, MI yang dikonfirmasi wartawan membantah telah melakukan dugaan penipuan dengan menjanjikan proyek di sejumlah dinas. Ia juga mengaku tidak pernah memperjualbelikan proyek di dinas kepada orang lain.
"Saya tidak pernah menjanjikan dan menjual proyek kepada orang lain. Saya seorang wirausaha, kalaupun dapat proyek saya kerjakan sendiri menggunakan perusahaan sendiri," katanya.
MI memastikan jika dirinya bukan seorang PNS ataupun Stafsus Gubernur NTB, melainkan hanya sebagai seorang wiraswasta yang langsung mengerjakan proyek yang didapatkan di dinas.
"Saya pernah dapat proyek di Disnakeswan dan juga Disperkim dan itu saya kerjakan langsung memakai perusahaan pribadi, tidak pernah menjual atau menjanjikan proyek kepada orang lain. Bahkan, sampai sekarang masih ada pekerjaan saya yang belum dibayarkan oleh Pemprov NTB," tegasnya.