NTB.Suara.com - Venna Melinda mengungkapkan secara terbuka kepada putranya, Verrell Bramasta, tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dia terima dari Ferry Irawan.
Sebelumnya, Venna Melinda mengaku dianiaya oleh suaminya yang baru dia nikahi selama beberapa bulan.
Kasus KDRT yang diterima Venna Melinda ini berhasil membuat publik heboh, dan menyebabkan Verrell Bramasta turut terlibat dalam pembicaraan publik tentang masalah tersebut.
Sebagai seorang anak, Verrell Bramasta juga sempat tidak menyetujui pernikahan ibunya dengan Ferry Irawan, yang dikutip NTB.Suara.com dari Youtube Venna Melinda Channel.
Juga dikabarkan bahwa dia memiliki firasat buruk sejak awal, ibunya dan Ferry Irawan memiliki hubungan spesial.
Venna Melinda pun mengakui bahwa ia terlalu egois dengan keputusannya, dimana menikah tanpa mempertimbangkan pendapat anak-anaknya.
“Mungkin mama kurang peka ya dengerin pendapat kalian. Mama masih terlalu selfish dan menentukan sendiri tanpa ngobrol dulu,” ungkapnya.
Namun, ia mengaku telah memahami bahwa kasus KDRT ini mengejutkan publik dan ia juga sangat terkejut dengan kekerasan yang dialaminya.
Saat ini, Venna Melinda telah berada di fase penyembuhan mental, dan merencanakan banyak hal untuk menjadi lebih produktif dalam kesehariannya.
Baca Juga: Ibu Ferry Irawan Sebut Pengacara Venna Melinda Rendahkan Anaknya, Sindir Hotman Paris?
Ia juga ingin melaksanakan umroh bersama Verrell Bramasta, karena dia pikir keluarganya telah diberi banyak kemudahan oleh Allah SWT selama ini.
Venna Melinda berharap Verrell Bramasta dapat meluangkan waktu, untuk melaksanakan umroh bersama.
“Ini tinggal kakak yang ngeluangin waktu buat mama, biar kita bisa umroh bareng, kan udah janji. Soalnya kita sudah banyak dikasih sama Allah itu kemudahan, terutama kakak yang sekarang sudah dibuka jalannya masuk ke dunia politik,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga berdoa agar Allah SWT selalu melindungi Verrell Bramasta yang baru memulai karier di dunia politik.
Dalam pembicaraan dengan Verrell Bramasta, Venna Melinda juga mengaku bahwa ia kurang peka dalam mendengarkan pendapat anak-anaknya dan masih terlalu selfish dalam menentukan keputusan sendiri.
Namun, Venna Melinda kini telah memasuki fase healing dan siap untuk menerima dan melanjutkan hidupnya.