NTB.Suara.com - Demon Slayer adalah salah satu anime terpopuler di dunia, yang berhasil mengundang banyak penggemar dengan karakter-karakter yang unik.
Salah satu keluarga yang misterius dan menarik dalam anime Demon Slayer ini adalah keluarga Ubuyashiki.
Dimana diceritakan dalam anime tersebut, bahwa keluarga itu yang dipimpin oleh Kagaya Ubuyashiki, pemimpin ke-97 dari Korps Demon Slayer.
Di bawah ini adalah sepuluh fakta menarik yang mungkin belum diketahui penggemar Demon Slayer tentang keluarga Ubuyashiki, yang dikutip NTB.Suara.com dari CBR.
1. Kagaya adalah Orang yang Bijaksana
Kagaya Ubuyashiki dikenal sebagai orang yang bijaksana, dimana mampu menyeimbangkan dan menimbang setiap kata yang dia ucapkan dengan sangat baik.
Sikapnya yang lembut dan tenang, memikat orang untuk mendengarkannya dengan saksama. Ia bahkan bisa memikat orang kurang ajar sekalipun, seperti Sanemi Shinazugawa dan orang yang pasif seperti Muichiro Tokito.
2. Penyakit Kagaya adalah Kutukan dari Muzan
Kagaya Ubuyashiki sedang berjuang melawan penyakit yang sangat unik. Namun, yang tidak banyak diketahui adalah bahwa penyakit ini sebenarnya adalah kutukan yang diturunkan ke setiap generasi keluarga Ubuyashiki.
Baca Juga: Hapus Tato di Bulan Ramadhan
Ini dimaksudkan sebagai hukuman, karena bertanggung jawab atas Iblis Asli, Muzan.
3. Keluarga Ubuyashiki Memiliki Tingkat Insting yang Tinggi
Naluri ini diturunkan dalam keluarga Ubuyashiki, contoh terbaik dari naluri ini adalah ketika Kagaya secara naluriah tahu bahwa pemenggalan kepala tidak akan berhasil pada Muzan, karena satu-satunya kelemahan yang dia miliki adalah matahari.
Kagaya juga bisa meramalkan kematian Daki dan Gyutaro. Ia juga dapat memahami bahwa Muzan akan menjadi orang yang harus bertanggung jawab, atas pertempuran terakhir antara grup Dua Belas Kizuki dan Korps Demon Slayer.
4. Nichika adalah Manusia Biasa
Sebagai salah satu putri sulung Kagaya, orang pasti mengira Nichika memiliki kemampuan luar biasa seperti ayahnya.
Namun secara fisik juga mental, Nichika hanyalah manusia biasa. Selain tingkat instingnya yang tinggi, gadis bersuara lembut ini tidak memiliki hal lain untuk dibanggakan dalam perihal kemampuan yang kuat.
5. Kiriya Akhirnya Menggantikan Kedudukan Kagaya
Kiriya Ubuyashiki adalah satu-satunya putra dari Kagaya. Seperti saudara kandungnya, dia lembut dan bersuara lembut serta memiliki riwayat penyakit.
Setelah ayahnya meninggal, Kiriya menggantikannya sebagai kepala keluarga Ubuyashiki. Dia juga mulai mengenakan kimono hitam, yang sangat mirip dengan milik ayahnya.
6. Kiriya Tunjukan Kualitas Kepemimpinan setelah Kehilangan Keluarganya
Meskipun mengalami kehilangan keluarga, Kiriya tidak menyerah pada kesedihan. Sebagai pemimpin Korps Demon Slayer, ia mengambil posisi dan mulai mengawasi serangan terhadap Muzan dan antek-anteknya, menunjukkan kualitas kepemimpinannya kepada para penggemar.
7.Kiriya membubarkan Korps Demon Slayer setelah Tujuan Mereka Tercapai
Kiriya membuat keputusan sulit untuk membubarkan Korps Demon Slayer, setelah Muzan dikalahkan dan tujuan mereka tercapai.
Hal ini terjadi tiga bulan setelah pertempuran, saat Tanjiro sedang berusaha pulih dari luka-lukanya, sementara Kiriya ada di sisinya.
8. Kiriya memiliki daya ingat yang luar biasa
Ketika berada di dalam Infinity Castle yang selalu mengubah interiornya, Kiriya dapat mengingat semua kemungkinan kombinasi kastil itu dan membuat ulang peta secara akurat untuk membantu para Hashira.
9. Kiriya hidup lebih lama daripada kutukan keluarganya
Sebelumnya dinyatakan bahwa anggota keluarga laki-laki di keluarga Ubuyashiki, tidak akan hidup lebih lama dari 30 tahun.
Meskipun Kiriya memiliki kutukan yang sama dengan keluarganya yang menyatakan bahwa anggota keluarga laki-laki tidak akan hidup lebih lama dari 30 tahun, ia ternyata hidup lebih dari 100 tahun setelah Muzan dikalahkan dan kutukan itu dicabut.
10. Kanata memiliki sisi emosional yang jarang terlihat oleh orang lain
Meskipun Kanata terlihat tegar, sebenarnya ia memiliki sisi emosional yang jarang terlihat.
Hal ini terbukti ketika ia meratapi kematian keluarganya dengan cara yang sangat manusiawi, dan menunjukkan kesedihannya secara terbuka.
Meskipun begitu, ia sering mempertahankan sikap tabah terhadap masalah yang dihadapinya, seperti ketika membahas kutukan yang diberikan kepada keluarganya, seakan-akan itu bukanlah masalah besar.(Ainul Yaqin/*)