5 Dampak Gerhana Matahari Hibrida, Dosen ITB: Bisa Sebabkan Kebutaan

Suara NTB

Senin, 17 April 2023 | 16:15 WIB
5 Dampak Gerhana Matahari Hibrida, Dosen ITB: Bisa Sebabkan Kebutaan
5 Dampak Gerhana Matahari Hibrida, Dosen ITB: Bisa Sebabkan Kebutaan (Pixabay)

NTB.Suara.com – Dampak gerhana matahari Hibrida 20 April 2023, salah satunya sebabkan kebutaan.

Diketahui, pada 20 April mendatang Indonesia akan dilewati fenomena gerhana matahari hibrida.

Kepala Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Indonesia
(BRIN), Emanuel Sungging menyebutkan bahwa gerhana matahari hibrida ini merupakan suatu momen yang langka.

Di sisi lain, peneliti pusat antariksa BRIN, Andi Pangerang mengatakan, gerhana matahari hibrida memberikan dampak bagi bumi.

Ketika gerhana matahari hibrida sedang terjadi, akan ada sejumlah daerah yang mengalami Gerhana Matahari Total.

Sedangkan di daerah lainnya akan mengalami Gerhana Matahari Cincin.

Hal itu disebabkan oleh permukaan bumi yang melengkung, sehingga terjadinya gerhana bergantung pada lokasi pengamat.
Gerhana matahari hibrida dapat menyebabkan perubahan kondisi langit, perubahan suhu, hingga perubahan perilaku hewan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah dampak yang timbul dari gerhana matahari hibrida 20 April mendatang.

1.  Cuaca menjadi gelap

baca juga

Hal pertama yang akan tampak jelas ketika terjadinya gerhana matahari hibrida adalah perubahan langit yang awalnya terang menjadi gelap.

Di waktu siang, bintang yang biasanya tidak terlihat karena kalah dengan dominasi intensitas sinar matahari akan tampak layaknya saat malam hari.

2. Penurunan suhu

Selain perubahan warna langit, perubahan lainnya adalah penurunan suhu hingga 4 derajat celcius.

Intensitas sinar matahari yang berkurang akan menyebabkan udara menjadi lebih dingin.

3. Perubahan perilaku hewan

Salah satu dampak gerhana matahari hibrida yang selanjutnya adalah perubahan perilaku hewan, khususnya hewan nokturnal.

Hewan nokturnal yang pada umumnya tidur di siang hari dan beraktivitas pada malam hari akan terbangun sesaat ketika gerhana matahari sedang berlangsung.

4. Pasang air laut

Gerhana matahari hibrida juga dapat menyebabkan kenaikan permukaan air laut.

Laut akan mengalami kondisi pasang saat terjadinya gerhana.

5. Dapat mengganggu kesehatan mata

Terakhir, dampak yang dapat dirasa ketika gerhana matahari hibrida sedang berlangsung adalah dapat merusak mata.

Hal ini juga dikatakan oleh Premana W. Premadi, pengajar di Astronomi ITB.

“Jangan sekali-kali melihat secara kasat mata ke arah Matahari ataupun fenomena yang menyertainya seperti Gerhana Matahari,” ungkap Premana, dikutip dari laman BRIN, Senin (17/4).

Bahkan, gerhana matahari hibrida yang dilihat secara langsung dapat menyebabkan kebutaan.

“Pengamatan tanpa filter matahari dapat membuat gangguan kesehatan mata secara serius, bahkan pada taraf tertentu dapat menyebabkan kebutaan,” pungkasnya. (Ainul Yaqin*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaya Hijab Menjulang Reihana Kepala Dinkes Lampung Bikin Salfok, Netizen: Kayak Terowongan Casablanca

Gaya Hijab Menjulang Reihana Kepala Dinkes Lampung Bikin Salfok, Netizen: Kayak Terowongan Casablanca

Your Say | Senin, 17 April 2023 | 15:54 WIB

5 Alasan Mengapa Selama Lebaran Sebaiknya Menghindari Makanan Pedas

5 Alasan Mengapa Selama Lebaran Sebaiknya Menghindari Makanan Pedas

Your Say | Senin, 17 April 2023 | 15:26 WIB

Terkini

Review Flex x Cop Season 1: Aksi Anak Konglomerat Memburu Pelaku Kejahatan

Review Flex x Cop Season 1: Aksi Anak Konglomerat Memburu Pelaku Kejahatan

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung

Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung

Video | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas

Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh

Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:27 WIB

355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan

355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api

Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:17 WIB

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Jawa Tengah | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

×