NTB.Suara.com - Ribuan santri Pondok Pesantren Almanan Bagik Nyaka Nahdlatul Ulama (NU), Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB menginginkan Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon presiden dalam Pemilu 2024.
Deklarasi bakal calon presiden (bacapres) Muhaimin Iskandar dirangkaikan dengan kegiatan doa dan ziarah bersama di makam Syekh Gaus Abdurrazak, di TPU Loang Balok, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Rabu (5/7/2023).
"Dukungan ini, tentu menjadi semangat kami para loyalis untuk berjuang, berdoa dan berikhtiar memperjuangkan beliau sebagai calon presiden," ucap Ketua PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani, seperti dikutip dari Antara.
Dukungan para santri dan jemaah NU tersebut, kata dia, tidak pernah diarahkan. Sebab, sifatnya spontan mengingat ziarah ke makam yang dilakukan santri Pondok Pesantren Almanan Bagik Nyaka merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahunnya.
"Kegiatan hari ini tanpa kami arahkan, karena bentuk cintanya kepada Gus Muhaimin. Karena dari para calon NU hanya Muhaimin yang 24 karat NU-nya, kalau yang lain kurang karatnya," kata Lalu Hadrian.
Ketua DPC PKB Kabupaten Lombok Timur, Abrorni Luthfi juga mengatakan bahwa deklarasi Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden yang dilaksanakan keliling makam para aulia di Pulau Lombok, Provinsi NTB.
"Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada 5.000 masyarakat yang ikut keliling ziarah makam aulia untuk mendoakan Gus Muhaimin sebagai calon presiden," ujarnya.
Pengasuh Asrama II Ponpes Al-Manan Bagik Nyaka, Ustad Muh Ali Sadikin menambahkan deklarasi dukungan terhadap Muhaimin Iskandar, murni sebagai bentuk dukungan kader NU terhadap Ketua Umum PKB tersebut.
"Kami berharap Gus Muhaimin mampu memperjuangkan pondok pesantren dan santri. Kami mendukung penuh dan antusias mendeklarasikan beliau sebagai capres dan presiden," terangnya.
Baca Juga: Ini Penyebab PDIP Belum Buka Obrolan dengan Kaesang Soal Pemilihan Wali Kota Depok
Pimpinan Ponpes Al-Manan Bagik Nyaka, Ustad Zanzamil juga menegaskan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk mendukung karena Gus Muhaimin adalah refresentasi dari santri Nahdlatul Ulama. (*)